https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170930133557-85-245213/proyek-setrum-jokowi-dan-utang-jumbo-pln/


Proyek Setrum Jokowi dan Utang Jumbo PLN

*Astari Kusumawardhani *, CNN Indonesia | Sabtu, 30/09/2017 13:47 WIB

Bagikan :

[image: Proyek Setrum Jokowi dan Utang Jumbo PLN] (CNN Indonesia/Astari
Kusumawardhani)

Jakarta, CNN Indonesia -- Bahan : Agustiyanti
Sumber: Laporan Keuangan PLN *(agi)*


+++\\\\\\\\\\\\\\\\\++++xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx-------------


https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170927144127-85-244370/surat-sri-mulyani-ke-rini-ancam-proyek-setrum-jokowi/



Surat Sri Mulyani ke Rini 'Ancam' Proyek Setrum Jokowi

*Galih Gumelar *, CNN Indonesia | Rabu, 27/09/2017 15:09 WIB

Bagikan :

[image: Surat Sri Mulyani ke Rini 'Ancam' Proyek Setrum Jokowi] Dalam
suratnya kepada Menteri BUMN dan Menteri ESDM, Sri Mulyani meminta
dilakukannya penyesuaian target penyelesaian investasi PLN pada proyek 35
ribu MW. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)


Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyurati Menteri
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan perihal risiko fiskal proyek 35 ribu
megawatt (MW) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sri Mulyani
meminta dilakukannya penyesuaian target penyelesaian investasi PT PLN pada
proyek listrik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipatok rampung di akhir
pemerintahannya, pada 2019.

Dalam salinan surat yang beredar tersebut, Sri Mulyani memaparkan beberapa
pandangannya terkait kondisi keuangan PLN yang dinilai berpotensi membebani
keuangan negara.

*Pertama*, kinerja PLN terus menurun dilihat dari kondisi keuangannya
seiring dengan menumpuknya kewajiban perseroan dalam memenuhi pembayaran
pokok dan bunga pinjaman. Terlebih, hal ini tak didukung dengan pertumbuhan
kas bersih operasi.
Lihat juga:

Menko Luhut Sebut Surat Sri Mulyani Soal PLN Hanya Pengingat
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170927140444-78-244357/menko-luhut-sebut-surat-sri-mulyani-soal-pln-hanya-pengingat/>

Hal ini menyebabkan Kemenkeu harus mengajukan permintaan *waiver* (klausul
pengabaian) kepada peminjam PLN sebagai akibat terlanggarnya kewajiban
pemenuhan perjanjian pinjaman *(covenant)* perseroan dalam perjanjian
pinjaman.

Hal ini dilakukan untuk menghindari gagal bayar atas pinjaman PLN yang
mendapatkan jaminan pemerintah selama tiga terakhir.

*Kedua*, lanjut Sri Mulyani, kas internal PLN untuk berinvestasi berdampak
pada bergantungnya pemenuhan kebutuhan investasi PLN dari pinjaman, baik
melalui kredit investasi perbankan, penerbitan obligasi dan pinjaman dari
lembaga keuangan internasional.
Lihat juga:

Sri Mulyani Usut Pembocor Surat Internal ke Jonan dan Rini
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170927112300-78-244318/sri-mulyani-usut-pembocor-surat-internal-ke-jonan-dan-rini/>

Berdasarkan profil jatuh tempo pinjaman PLN, kewajiban pembayaran pokok dan
bunga pinjaman perseroan tersebut diproyeksikan terus meningkat di beberapa
tahun mendatang.

“Sementara itu, pertumbuhan penjualan listrik tidak sesuai dengan target.
Dan, kebijakan pemerintah untuk meniadakan kenaikan tarif tenaga listrik
(TTL) dapat berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PT PLN,” tulis Sri
Mulyani mengutip suratnya.

Selanjutnya, Sri Mulyani juga memperhatikan bahwa sumber penerimaan utama
PLN berasal dari TTL yang dibayarkan oleh pelanggan dan subsidi listrik
dari pemerintah. Sehingga, kebijakan peniadaan kenaikan TTL perlu didukung
dengan ketentuan yang mendorong penurunan biaya produksi tenaga listrik.
Lihat juga:

Jonan Sebut Bakal Ada Kontrak Baru Listrik EBT Sampai 300 MW
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170926113746-85-244087/jonan-sebut-bakal-ada-kontrak-baru-listrik-ebt-sampai-300-mw/>

“Hal lain, kami mengharapkan saudara dapat mendorong PLN untuk melakukan
efisiensi biaya operasi (utamanya energi primer) guna mengantisipasi
peningkatan risiko gagal bayar di tahun-tahun mendatang,” terang dia.

Yang terakhir, ia berpendapat bahwa perlu dilakukan penyesuaian target
penyelesaian investasi PLN dengan mempertimbangkan ketidakmampuan PLN dalam
memenuhi pendanaan investasi dari arus kas operasi, tingginya prospek debt
maturity profile, serta kebijakan pemerintah terkait tarif, subsidi
listrik, dan penyertaan modal negara (PMN).

“Hal ini diperlukan untuk menjaga sustainabilitas fiskal APBN dan kondisi
keuangan PLN yang merupakan salah satu sumber risiko fiskal pemerintah,”
pungkas Sri Mulyani.
Lihat juga:

Pemerintah Cari Pasokan Gas untuk 'Setrum' PLTMG Sumbawa
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170925085516-85-243758/pemerintah-cari-pasokan-gas-untuk-setrum-pltmg-sumbawa/>

Menanggapi surat Sri Mulyani, Kementerian BUMN mengaku akan mempersiapkan
langkah mitigasi pendanaan yang tepat agar program 35 ribu MW yang
diselenggarakan PLN bisa terlaksana.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian
BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, PLN tentu sudah menyiapkan langkah
memenuhi pendanaan, seperti revaluasi aset, meningkatkan produktifitas aset
eksisting, efisiensi operasi dan pengadaan barang dan jasa.

Adapun untuk kebutuhan pendanaan, perusahaan dibilangnya berkomitmen untuk
mendapatkan pinjaman melalui lembaga *multilateral development bank* guna
mendapatkan biaya peminjaman *(cost of fund)* yang lebih murah. Selain itu,
penarikan pinjaman pun tentu disesuaikan dengan tingkat kemajuan proyek
(progress).
Lihat juga:

Indonesia Power Rampungkan Lelang Dua Unit PLTU Suralaya
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170914071835-85-241613/indonesia-power-rampungkan-lelang-dua-unit-pltu-suralaya/>

“Kondisi likuiditas PLN selalu dijaga untuk mampu mendanai operasi
perusahaan dan pemenuhan kewajiban terhadap kreditur, baik kreditur
perbankan maupun pemegang obligasi perusahaan,” jelas Edwin melalui
keterangan resmi, dikutip Rabu (27/9).

Memang, diakui Edwin, kebutuhan pendanaan untuk program 35 ribu MW tidak
sedikit. Sementara itu, PLN juga mengemban penugasan pemerintah untuk tidak
menaikkan tarif tenaga listrik non subsidi meski ada lonjakan di harga
energi primer. Oleh karenanya, surat Menteri Keuangan ini dikatakannya akan
menjadi konsen yang serius agar PLN dapat menerapkan keuangan yang sehat.

“Ini merupakan perhatian dari Kemenkeu atas penerapan tata kelola yang
*prudent* dan sehat, dalam bentuk pemberian awareness adanya potensi resiko
sehingga dapat disiapkan mitigasi yang tepat agar program dapat tereksekusi
dengan baik,” pungkasnya.
Lihat juga:

Maret 2018, Tenggat Waktu Pertamina 'Tunaikan' PLTGU Jawa 1
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170914181202-85-241798/maret-2018-tenggat-waktu-pertamina-tunaikan-pltgu-jawa-1/>

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute Essential Service Reform (IESR)
Fabby Tumiwa menilai, rasionalisasi program 35 ribu MW yang disebut Menteri
Keuangan Sri Mulyani dalam surat tersebut, sangat penting agar investasi
PLN tak terlalu berat.

Selain itu, kondisi keuangan PLN juga mengalami penurunan laba bersih
akibat beban usah yang tinggi dan pemerintah tak menaikkan tarif listrik.
Pada semester pertama tahun ini, laba bersih PLN tercatat sebesar Rp2,3
triliun, lebih rendah 70,8 persen dibanding capaian periode yang sama tahun
sebelumnya sebesar Rp7,9 triliun.

“Harus diputuskan bahwa ada rasionalisasi investasi 35 ribu MW dan dibuat
prioritasnya. PLN ini perlu mengeluarkan investasi di depan, dan ini yang
perlu diperbaiki. Kalau mau 35 ribu MW, ya lebih baik diperpanjang saja
periode tahunnya,” jelas Fabby, Rabu (27/9).
Lihat juga:

120.300 Pelanggan Protes Pencabutan Subsidi Listrik ke ESDM
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170919161329-85-242759/120300-pelanggan-protes-pencabutan-subsidi-listrik-ke-esdm/>

Dengan melakukan rasionalisasi target, menurut dia, PLN harus menentukan
proyek pembangkit yang sekiranya dianggap prioritas. Apalagi, proyeksi
permintaan listrik di masa depan juga diperkirakan akan lebih kecil
dibanding Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebelumnya.
Dengan demikian, PLN malah bisa jadi buntung alih-alih untung.

“Yang berkaitan dengan investasi, kalau ini dirasionalisasi, PLN jadinya
tidak usah meminjam uang banyak-banyak. Apalagi, pertumbuhan konsumsi
listrik kan juga perlu ditinjau,” paparnya.

Ia juga menilai wajar Sri Mulyani khawatir dengan risiko PLN. Sebab,
sebagian utang-utang PLN dijaminkan oleh pemerintah, di mana ada potensi *cross
default* di sisi fiskal jika PLN tak mampu mengembalikan pinjamannya.
Adapun, jika risiko utang semakin memburuk, maka itu bisa memperparah
peringkat utang Indonesia di mata lembaga pemeringkat. Akibatnya, Indonesia
jadi tak dipercaya untuk mencari pinhaman guna menutup defisit APBN.
ihat juga:

Pemerintah Proses Empat Wilayah Geotermal bagi PLN
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170918093832-85-242377/pemerintah-proses-empat-wilayah-geotermal-bagi-pln/>

Di samping itu, menurut Fabby, risiko keuangan PLN masih tetap ada jika
porsi pembangkit energi primer masih terbilang besar di dalam rencana
pembangkit kedepannya. Sebab, pembangkit dengan energi primer memiliki
biaya produksi yang tak pasti karena harga bahan bakunya juga berfluktuasi.

“Untuk kontrak yang sekiranya akan dilakukan, energi primer sebisa mungkin
jangan mahal-mahal. Contohnya batubara dan BBM yang bisa membuat anggaran
konsumsi energi primer PLN naik. Ini demi mencegah *exposure* yang
berlebihan di sisi beban,” pungkasnya.

Menurut laporan keuangan PLN 2016 lalu, PLN memiliki liabilitas jangka
panjang sebanyak Rp272,15 triliun atau turun 30,11 persen dibanding tahun
sebelumnya Rp389,44 triliun.

Dari angka tersebut, porsi terbesar berasal dari utang perbankan dengan
nilai Rp100,36 triliun atau 36,87 persen dari total pinjaman. Selain itu,
perusahaan juga mencatat utang obligasi dan sukuk sebesar Rp68,82 triliun.
*(agi)*

Kirim email ke