http://politik.indopos.co.id/read/2017/09/27/111627/Gema-
Kosgoro-Kritisi-BUMN-Merugi
Gema Kosgoro Kritisi BUMN Merugi

*Rabu, 27 September 2017 | 17:11*


FGD: Diskusi publik dengan tema “BUMN Rugi: Salah urus atau salah pilih?”
di Wisma Mas Isman Menteng Hakarta Pusat pada Rabu (27/9/2017) siang. Foto:
Rizka Pradhana/INDOPOS

BERITA TERKAIT

   -

   [image: BUMN Merugi, Gema Kosgoro: Menteri BUMN Gagal Membina]
   
<http://headline.indopos.co.id/read/2017/09/27/111628/BUMN-Merugi-Gema-Kosgoro-Menteri-BUMN-Gagal-Membina>
   
<http://headline.indopos.co.id/read/2017/09/27/111628/BUMN-Merugi-Gema-Kosgoro-Menteri-BUMN-Gagal-Membina>
   -

*INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID> *- Kerugian yang dialami 24 Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) pada semester I-2017 yang mencatat total kerugian
Rp 5,852 triliun dikritisi Gerakan Mahasiswa Kosgoro.

“BUMN mengalami kerugian Rp 5,852 triliun. Ini ada yang salah. Kerugian
BUMN jelas merugikan rakyat Indonesia,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan
Nasional Gerakan Mahasiswa Kosgoro HM Untung Kurniadi kepada wartawan di
sela-sela diskusi publik dengan tema “BUMN Rugi: Salah urus atau salah
pilih?” di Wisma Mas Isman Menteng Hakarta Pusat pada Rabu (27/9/2017)
siang.

Hadir dalam diskusi tersebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry
Juliantono, Sekjen Gema Kosgoro yang juga staf ahli DPR Dian Assafri, Ketua
LSM Gerak Abdul Haris san Wakil Sekjen PPK Kosgoro Said Arismunandar.

Untung memaparkan, jika dibandingkan tahun lalu, jumlah BUMN yang mengalami
kerugian berkurang dari 27 di semester I-2016 menjadi 24 di semester
I-2017. Namun, dari sisi nilai kerugian bertambah sedikit, dari Rp 5,826
triliun di semester I-2016 menjadi Rp 5,852 triliun di semester I-2017.

Kerugian BUMN, kata Untung, tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab
Kementerian BUMN yang berperan melakukan pembinaan. Dengan masih adanya
BUMN yang mengalami kerugian maka Kementerian BUMN tidak melaksanakan
fungsi pembinaan dengan baik. “Ini sebuah indikasi Menteri BUMN gagal
membina BUMN,” katanya.

24 BUMN yang mengalami kerugian bergerak di berbagai sektor, antara lain
perdagangan, farmasi, pariwisata, percetakan, pertambangan, industri
strategis, industri keuangan, hingga transportasi.

Salah satu BUMN yang mengalami kerugian di semester I-2017 adalah PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Di sepanjang semester I-2017, perseroan
mengalami kerugian sebesar USD 283,8 juta (atau sekitar Rp 3,77 triliun,
kurs Rp 13.314 per dolar) dengan mengakumulasikan kerugian di kuartal
I-2017 sebesar USD 99 juta dan kerugian kuartal II-2017 184,7 juta. Angka
ini mengalami kenaikan signifikan semester I-2016 USD 63,19 juta.
*(jaa)????*

Editor : Wahyu Sakti Awan

Kirim email ke