*Maaf, saya baru tahu bahwa Pancasila adalah hadiah dari umat.*

http://www.panjimas.com/news/2017/09/30/usamah-hisyam-pancasila-adalah-hadiah-terbesar-dari-umat-islam/



Usamah Hisyam: Pancasila Adalah Hadiah Terbesar dari Umat Islam
<http://www.panjimas.com/news/2017/09/30/usamah-hisyam-pancasila-adalah-hadiah-terbesar-dari-umat-islam/>

30 Sep 2017

<http://www.panjimas.com/news/2017/09/30/usamah-hisyam-pancasila-adalah-hadiah-terbesar-dari-umat-islam/>
<http://www.panjimas.com/news/2017/09/30/usamah-hisyam-pancasila-adalah-hadiah-terbesar-dari-umat-islam/>



*JAKARTA, (Panjimas.com)* – Sebagai bagian dari dasar negara ini, Pancasila
adalah sejatinya milik umat Islam dan merupakan hadiah terbesar dari umat
Islam kepada bangsa dan negara ini.

Hal itu disampaikan langsung oleh Drs.H. Usamah Hisyam selaku Ketua Umum
dari Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) pada penutupan acara
Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang dilangsungkan di Aula Masjid At
Tin, Taman Mini pada hari Kamis (28/9).

“Ingat yah, bahwa Pancasila ini adalah milik umat Islam dan merupakan
hadiah terbesar umat Islam. Sesuai tema besar Mukernas kali ini, pasti kita
akan mendorong formalisasi Perda syariah di berbagai daerah, seperti yang
ada di Aceh, Banten, NTT, Sulawesi Utara, dan lain sebagainya. Perda perda
Syariah ini sangat kooperatif dan bersifat Rahmatan lil alamin. Nanti
Goal-nya kita kesana,” ujar Usamah Hisyam.

Adapun tema Mukernas dan Milad Parmusi kali ini yaitu “Mengokohkan
Pancasila dan NKRI dengan Kewajiban Umat Islam Melaksanakan Syariat”.
Tagline besar ini, kata Usamah, akan menjadi fokus gerakan Parmusi dengan
target mencetak tiga puluh ribu da’i dalam setahun.

“Pada 2018 mendatang, Insya Allah kita akan mengadakan sarasehan da’i
nasional, dan pada tahun selanjutnya para da’i tersebut melakukan ekspedisi
dakwah ke pedalaman, perbatasan, tertinggal, dan pulau-pulau terluar,”
ungkap Usamah.

Selain itu, jelas Usamah, dengan adanya kebijakan Perppu Nomor 2 Tahun 2017
tentang Ormas, dimana Parmusi sebelumnya menggunakan Islam sebagai asas
gerakan. Namun ketika nanti Perppu ditolak di Mahkamah Konstitusi, maka
Parmusi menggunakan Pancasila sebagai asas organisasi bukan pedoman hidup
Umat Islam.

“Namun demikian jika ada generasi kepemimpinan setelah saya yang akan
merubah format gerakan Parmusi dan merevitalisasi menjadi gerakan partai
politik, silahkan saja dan saya izinkan. Jika itu demi untuk kepentingan
Izzul Islam wal muslimin,” pungkasnya. [ES]

Kirim email ke