https://seword.com/politik/jenderal-caper-dicuekin-jokowi-jalan-ke-mall-mau-tapak-tilas-jejak-sby/



Jenderal Caper Dicuekin, Jokowi Jalan Ke Mall, Mau Tapak Tilas Jejak SBY?!

75
<https://seword.com/politik/jenderal-caper-dicuekin-jokowi-jalan-ke-mall-mau-tapak-tilas-jejak-sby/#comments>

By Palti Hutabarat <https://seword.com/author/palti/> on September 25, 2017
Politik <https://seword.com/category/politik/>

Ada yang bilang kalau Jenderal yang menyebutkan bahwa ada pembelian senjata
ilegal 5000 buah adalah cara sang Jenderal mencari perhatian Presiden
Jokowi untuk digaet menjadi Wapresnya di Pilpres 2019. Strategi yang
dilakukan untuk menaikkan elektabilitasnya dan supaya bisa jadi
pertimbangan Presiden Jokowi ke depan untuk mengamankan militer.

Jenderal Caper, sebut saja begitu namanya, memang mengincar posisi tersebut
saat nanti dia pensiun. Ada yang bilang itu adalah ambisinya untuk menjadi
RI1 atau RI2, tetapi ada juga selentingan yang mengatakan keinginan
tersebut adalah untuk mengamankan namanya dalam sebuah kasus. Entah mana
yang benar, tetapi spekulasi sudah beredar liar.

Saya sendiri tidak tahu kasus apa yang dimaksudkan, tetapi dalam politik
merebut kekuasaan untuk mengamankan diri dari sebuah kasus bukanlah barang
baru. Benar atau tidaknya hanya orang-orang politisi lah yang paling
mengetahuinya. Kita rakyat kecil hanya bisa dengar isu dan geleng-geleng
kepala tanpa tahu kebenarannya.

Kembali kepada Jendera Caper yang mencari perhatian publik dan Presiden
Jokowi dengan memerintahkan nobar film G30SPKI dan juga munculnya rekaman
kontroversial Jenderal Caper soal pembelian 5000 buah senjata. Indikasi
sedang caper politik terlalu tampak. Semua pun pada akhirnya berpendapat
dan menyimpulkan bahwa Jenderal Caper sedang berpolitik.

Dalam politik tidak ada memang kebenaran tunggal, tetapi kalau kita menduga
adanya manuver politik Jenderal Caper tidak ada yang bisa menyalahkan.
Karena apa yang dilakukan oleh Jenderal Caper ini di luar kebiasaan
Jenderal-jenderal sebelumnya. Bahkan sebelum-sebelumnya isu PKI ini tidak
santer terdengar. Dugaan ada agenda politik setelah pensiun untuk Pilpres
2019 ada benarnya juga.

Nah, lalu bagaimana Presiden Jokowi menanggapi manuver Jenderal Caper ini??
Tentu saja yang dilakukan Presiden Jokowi tidak jauh dari apa yang selama
ini dilakukannya dalam menanggapi isu-isu politik yang dibuat oleh para
pembantunya. Presiden Jokowi tidak akan banyak berpolemik dan berusaha
menyelesaikannya tanpa kegaduhan.

Dan itulah juga yang dilakukan Presiden Jokowi yang terlihat seperti
mencuekin Jenderal Caper. Bagaimana tidak dicuekin, sudah ada yang meminta
Presiden Jokowi menanggapi isu pembelian senjata ilegal, Presiden Jokowi
malah terlihat jalan-jalan menikmati weekendnya dengan keluarga.

Ya, Presiden Jokowi Setelah menghadiri acara penutupan Jambore Peternakan
Nasional Tahun 2017 di Buperta Cibubur, Jawa Barat, langsung meluncur ke
Kelapa Gading, Jakarta Utara. Presiden Jokowi ternyata bukan hanya
menghilangkan penat dengan berjalan-jalan, tetapi juga mengantarkan
cucunya, Jan Ethes, untuk cukur rambut di salah satu salon anak di mall
tersebut.

Lalu siapa yang dimajukan Presiden Jokowi untuk menanggapi isu tersebut??
Tentu saja memajukan Jenderal untuk mengklarifikasi pernyataan Jenderal
Caper. Presiden Jokowi tidak perlu head to head dengan Jenderal Caper dan
dengan cara tersebut, Presiden Jokowi bisa menenangkan sang Jenderal Caper.

Apalagi sebelumnya, Jenderal Caper sudah bertemu dengan Menkopolhukam,
WIranto dalam sebuah acara. Jadi, dengan meminta Wiranto yang
mengklarifikasi kesan yang ditangkap jadinya adalah urusan antara senior
dan junior. Ya, urusan beginian memang lebih tepat kalau militer dihadapkan
dengan militer juga.

Akankah isu Jenderal Caper ini akan berhenti begitu saja dengan klarifikasi
Wiranto?? Ternyata tidak. Ada yang ingin terus menggoreng isu ini, Mereka
sepertinya ingin mencari untung dari manuver Jenderal Caper. Bahkan sudah
ada yang menyebut-nyebut bahwa Jenderal Caper sedang melakukan pelanggaran
etika dan seharusnya diganti.

Ups.. Apa tujuannya diganti segera?? Mau menyelamatkan Presiden Jokowi atau
menjebak Presiden Jokowi masuk dalam lubang yang sama saat SBY mengambil
momen pemecetannya sebagai batu loncatan menjadi capres dan Presiden 2
periode?? Sebuah strategi playing victim yang memuakkan.

Sayangnya strategi itu tidak akan berhasil kepada Presiden Jokowi. Jenderal
Caper akan tetap digantung posisinya walau terus melakukan manuver, sama
seperti yang dilakukan oleh PAN. Apalagi di Indonesia ini cukuplah ada satu
Presiden model SBY yang menangnya karena pencitraan tapi menghasilkan kasus
korupsi semodel E-KTP. Jangan ada lagi SBY-SBY lain.

Jadi, bermanuverlah terus Jenderal Caper, carilah terus panggumu, tetapi
jngan berharap dirimu akan dipecat dan ambil keuntungan dari pemecatan
tersebut. Karena Presiden Jokowi bukanlah Presiden yang akan mengulangi
kesalahan yang dilakukan Presiden Megawati. Mau mencoba lagi?? Silahkan
saja.

Kirim email ke