----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Sabtu, 30 September 2017 19.35.58 GMT+2Judul: [nasional-list] Jenderal Caper Dicuekin, Jokowi Jalan Ke Mall, Mau Tapak Tilas Jejak SBY?
https://seword.com/politik/jenderal-caper-dicuekin-jokowi-jalan-ke-mall-mau-tapak-tilas-jejak-sby/ JenderalCaper Dicuekin, Jokowi Jalan Ke Mall, Mau Tapak Tilas Jejak SBY?! 75 By Palti Hutabaraton September 25, 2017 Politik Adayang bilang kalau Jenderal yang menyebutkan bahwa ada pembeliansenjata ilegal 5000 buah adalah cara sang Jenderal mencari perhatianPresiden Jokowi untuk digaet menjadi Wapresnya di Pilpres 2019.Strategi yang dilakukan untuk menaikkan elektabilitasnya dan supayabisa jadi pertimbangan Presiden Jokowi ke depan untuk mengamankanmiliter. Jenderal Caper, sebut saja begitu namanya, memang mengincar posisitersebut saat nanti dia pensiun. Ada yang bilang itu adalah ambisinyauntuk menjadi RI1 atau RI2, tetapi ada juga selentingan yangmengatakan keinginan tersebut adalah untuk mengamankan namanya dalamsebuah kasus. Entah mana yang benar, tetapi spekulasi sudah beredarliar. Saya sendiri tidak tahu kasus apa yang dimaksudkan, tetapi dalampolitik merebut kekuasaan untuk mengamankan diri dari sebuah kasusbukanlah barang baru. Benar atau tidaknya hanya orang-orang politisilah yang paling mengetahuinya. Kita rakyat kecil hanya bisa dengarisu dan geleng-geleng kepala tanpa tahu kebenarannya. Kembali kepada Jendera Caper yang mencari perhatian publik danPresiden Jokowi dengan memerintahkan nobar film G30SPKI dan jugamunculnya rekaman kontroversial Jenderal Caper soal pembelian 5000buah senjata. Indikasi sedang caper politik terlalu tampak. Semua punpada akhirnya berpendapat dan menyimpulkan bahwa Jenderal Capersedang berpolitik. Dalam politik tidak ada memang kebenaran tunggal, tetapi kalaukita menduga adanya manuver politik Jenderal Caper tidak ada yangbisa menyalahkan. Karena apa yang dilakukan oleh Jenderal Caper inidi luar kebiasaan Jenderal-jenderal sebelumnya. Bahkansebelum-sebelumnya isu PKI ini tidak santer terdengar. Dugaan adaagenda politik setelah pensiun untuk Pilpres 2019 ada benarnya juga. Nah, lalu bagaimana Presiden Jokowi menanggapi manuver JenderalCaper ini?? Tentu saja yang dilakukan Presiden Jokowi tidak jauh dariapa yang selama ini dilakukannya dalam menanggapi isu-isu politikyang dibuat oleh para pembantunya. Presiden Jokowi tidak akan banyakberpolemik dan berusaha menyelesaikannya tanpa kegaduhan. Dan itulah juga yang dilakukan Presiden Jokowi yang terlihatseperti mencuekin Jenderal Caper. Bagaimana tidak dicuekin, sudah adayang meminta Presiden Jokowi menanggapi isu pembelian senjata ilegal,Presiden Jokowi malah terlihat jalan-jalan menikmati weekendnyadengan keluarga. Ya, Presiden Jokowi Setelah menghadiri acara penutupan JamborePeternakan Nasional Tahun 2017 di Buperta Cibubur, Jawa Barat,langsung meluncur ke Kelapa Gading, Jakarta Utara. Presiden Jokowiternyata bukan hanya menghilangkan penat dengan berjalan-jalan,tetapi juga mengantarkan cucunya, Jan Ethes, untuk cukur rambut disalah satu salon anak di mall tersebut. Lalu siapa yang dimajukan Presiden Jokowi untuk menanggapi isutersebut?? Tentu saja memajukan Jenderal untuk mengklarifikasipernyataan Jenderal Caper. Presiden Jokowi tidak perlu head to headdengan Jenderal Caper dan dengan cara tersebut, Presiden Jokowi bisamenenangkan sang Jenderal Caper. Apalagi sebelumnya, Jenderal Caper sudah bertemu denganMenkopolhukam, WIranto dalam sebuah acara. Jadi, dengan memintaWiranto yang mengklarifikasi kesan yang ditangkap jadinya adalahurusan antara senior dan junior. Ya, urusan beginian memang lebihtepat kalau militer dihadapkan dengan militer juga. Akankah isu Jenderal Caper ini akan berhenti begitu saja denganklarifikasi Wiranto?? Ternyata tidak. Ada yang ingin terus menggorengisu ini, Mereka sepertinya ingin mencari untung dari manuver JenderalCaper. Bahkan sudah ada yang menyebut-nyebut bahwa Jenderal Capersedang melakukan pelanggaran etika dan seharusnya diganti. Ups.. Apa tujuannya diganti segera?? Mau menyelamatkan PresidenJokowi atau menjebak Presiden Jokowi masuk dalam lubang yang samasaat SBY mengambil momen pemecetannya sebagai batu loncatan menjadicapres dan Presiden 2 periode?? Sebuah strategi playing victim yangmemuakkan. Sayangnya strategi itu tidak akan berhasil kepada Presiden Jokowi.Jenderal Caper akan tetap digantung posisinya walau terus melakukanmanuver, sama seperti yang dilakukan oleh PAN. Apalagi di Indonesiaini cukuplah ada satu Presiden model SBY yang menangnya karenapencitraan tapi menghasilkan kasus korupsi semodel E-KTP. Jangan adalagi SBY-SBY lain. Jadi, bermanuverlah terus Jenderal Caper, carilah terus panggumu,tetapi jngan berharap dirimu akan dipecat dan ambil keuntungan daripemecatan tersebut. Karena Presiden Jokowi bukanlah Presiden yangakan mengulangi kesalahan yang dilakukan Presiden Megawati. Maumencoba lagi?? Silahkan saja.
