G30S dan Kejahatan Negara

 Bisa diunduh di: http://www.gelora45.com/

Waktu cepat berlalu bagaikan anak-panah melesat dari busur, sekejab sudah lewat 
52 tahun! Namun sampai sekarang masih begitu banyak pertanyaan-pertanyaan 
prinsip belum mendapatkan jawaban pasti, apa dan bagaimana Gerakan 30 September 
1965 itu terjadi! Siapa sesungguhnya yang melakukan MAKAR??? Sungguh TIDAK 
MASUK AKAL orang waras menuduh PKI yang ketika itu sudah dalam posisi diatas 
angin harus melakukan makar, merebut kekuasaan Presiden Soekarno? Apalagi 
melihat kenyataan yang terjadi, justru jenderal Suharto yang sudah diberitahu 
rencana rinci G30S, yang merebut inisiatif menguasai keadaan dan, ... 
sebagaimana dengan TANDAS dikatakan Dr. Soebandrio, jenderal Suharto itulah 
yang melancarkan kudeta-merangkak dengan lihaynya dan BERHASIL gemilang! 
Sedangkan Pemerintah Jokowi, adalah pemerintah yang untuk pertama kali berusaha 
melalui Gubernur Lemhannas, Jenderal Agus Widjojo untuk melangsungkan Simposium 
Membedah Tragedi 1965, 18-19 April 2016, ... ternyata harus dinyatakan kandas 
TIDAK BERHASIL menelorkan KESIMPULAN yang berarti. Sebaliknya menimbulkan 
reaksi pertentangan yang cukup keras dan nampak dipelopori jenderal Kivlan Zein 
dengan menggerakkan kelompok Islam radikal!

Dan, beberapa tahun terakhir ini, kembali isu PKI diteriakkan mendengung 
memenuhi diangkasa raya, seolah-olah itu HANTU PKI benar-benar sudah bangkit 
dari kubur, nshkan sudah menguasai Istana! Termasuk Presiden Jokowi pun tidak 
lolos dari fitnah adalah anak PKI, ... Lebih lanjut, suasana dibakar panas lagi 
oleh Panglimka TNI, jenderal Gatot Novantyo yang memerintahkan kembali Nobar 
(Nonton Bareng) Film “Penghianatan G30S/PKI” dan kemudian melemparkan informasi 
adanya pembelian senjata sebanyak 5000 pucuk, ... untuk membenarkan PKI sudah 
bangkit hendak berontak! GAWAAAT! Namun cukup menarik, agar penyelenggaraan 
nobar Film Penghianatan G30S/PKI itu bisa diikuti lebih banyak orang, sampai 
harus diserukan BERHADIAH, "Supaya semangat. Ada sepeda motor, ada kulkas, ada 
tivi," kata Dandim 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan, Kamis 
(Kompas.com - 28/09/2017, 17:56 WIB).

Nampak jelas, Panglima TNI, jenderal Gatot Novantyo hendak menggunakan Film 
Penghianatan G30S/PKI untuk kembali membangkitkan “KEBENCIAN” massa rakyat pada 
PKI yang dalam film itu difitnah begitu KEJAM dan BIADAB, ... pantas dan harus 
dibasmi! Memang betul, seandainya saja PKI begitu KEJAM dan BIADAB sebagaimana 
ditayangkan dalam film Penghianata G30S/PKI itu, pantas dan haruslah PKI 
dibasmi! Jangan biarkan ada kelompok begitu kejam dan biadab dalam masyarakat, 
...! Yang menjadi masalah kenyataan kekejaman dan kebiadaban PKI yang 
ditayangkan dalam Film Penghianatan G30S/PKI itu fiktif, FITNAH  dan TIDAK 
sesuai dengan kenyataan yang terjadi! Jelas Film tsb. sengaja dibuat hanyalah 
untuk membakar KEBENCIAN masyarakat pada PKI, untuk MEMBENARKAN pengejaran, 
penangkapan dan pembantaian atas jutaan rakyat tidak berdosa yang dilakukan 
NEGARA! Dan dengan sendirinya bertujuan mengagungkan dan pemujaan pada jenderal 
Suharto yang telah menyelamatkan negara ini! 

Dan, ... oleh karenanya dirasakan sangat penting untuk mengeluarkan data-data 
kejadian 52 tahun yl. itu sebanyak mungkin, untuk diketahui dan diteliti lebih 
lanjut oleh pemerhati, pekerja sejarah anak bangsa, ... darimanapun sumbernya. 
Sebagaimana diketahui buku “G30S dan Kejahatan Negara” tulisan Siauw Giok 
Tjhan, telah terbit 2 tahun yl, saat memperingati 50th G30S, ... Sudah 
berulangkali saya berusaha menggabungkan sampul-buku dalam file PDF yg ada, 
tidak juga berhasil. Akhirnya saya ambil keputusan, biarlah Buku-e “G30S dan 
Kejahatan Negara” ini saya luncurkan tanpa sampul-buku. Yang lebih penting bisa 
terbaca seutuhnya dengan baik dan bisa menjadi bahan pertimbangan lebih banyak 
orang, khususnya generasi muda, ... 

Buku-e “G30S dan Kejahatan Negara” bisa diunduh di GELORA45: 
http://www.gelora45.com/ atau untuk langsung membuka buku tsb dengan klik: 
http://www.gelora45.com/activity/SGTjhan_G30SdanKejahatanNegara_Ultimus.pdf 

Kirim email ke