----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] 
<[email protected]>Kepada: GELORA45 <[email protected]>; JKI 
<[email protected]>; Watch Indonesia! 
<[email protected]>; LISI <[email protected]>; 
indonesia_damai <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 30 September 
2017 20.19.41 GMT+2Judul: [jaringan-kerja-indonesia] FW: Gestapu Menghapus Satu 
Generasi Intelektual Indonesia
 
 

 

Artikel di situs 'vice.com' ini membahas hilangnya satu generasi kaum 
intelektual atau kaum cendekiawan setelah terjadinya peristiwa 65, lembaran 
paling kelam berdarah dari sejarah modern Indonesia. Akibat fatal bagi nasib 
bangsa dipaparkan dlm artikel ini secara rinci, terutama mengenai hilangnya 
tenaga ahli /tenaga terdidik ( baik yg sedang menjalani studinya diluar negeri 
maupun persekusi terhadap kaum intelektual kiri progresiv didalam negeri), yg 
sebenarnya sangat diperlukan untuk membangun negara yg masih berusia muda, yg 
belum lama melepaskan diri dari belenggu penindasan dan penghisapan penjajah 
kolonial.

 

Ada kekurangan dari artikel ini, yaitu tidak adanya pembahasan tentang 
terjadinya perubahan fundamental dibidang politik dan ekonomi, dimana akibat 
dilancarkannya Genosida politik terhadap kekuatan kiri yang anti imperinalis, 
berakibat ditumbangkannya pemerintahan Bung Karno yg progresiv anti imperialis 
dan kemudian digantikan oleh rezim militer otoriter korup Orba /Suharto yg pro 
imperialis dan anti kekuatan kiri. 

 

Dalam kenyataannya, dengan dilancarkannnya Genosida politik 1965-66 oleh 
militer yg didukung oleh golongan tuan tanah feodal dan kakitangan imperialis, 
bukan hanya mengakibatkan terhambatnya proses nation-building /pembangunan 
bangsa, tetapi lebih dari itu telah mengakibatkan terjadinya kemunduran luar 
biasa dibidang peradaban bangsa secara keseluruhan, yg tercermin dg 
merajalelanya budaya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) disemua lembaga negara 
dan pemerintahan, yg sampai hari ini masih terus berlanjut dan nasib bagi para 
korbannya (Korban 65) belum banyak mengalami perbaikan yg signifikan, masih 
mengalami perlakuan diskriminatif, stigmatisasi dan berbagai persekusi.

 

 

 

A.H.

 

---------------------

 

Gestapu Menghapus Satu Generasi Intelektual Indonesia

 

" ... David T. Hill dalam Knowing Indonesia from Afar: Indonesian Exiles and 
Australian Academic menulis para pelarian politik (eksil) Indonesia 1965 
terdiri dari mahasiswa, duta besar, dan delegasi Indonesia yang saat peristiwa 
G30S terjadi, sedang berada di luar negeri dengan kepentingan yang beragam.  ...

 

Pencabutan kewarganegaraan para mahasiswa dan Duta Besar Indonesia di luar 
negeri menandai era hilangnya generasi intelektual Indonesia yang dipersiapkan 
Sukarno kelak membangun Tanah Air. Sebelum berangkat ke luar negeri, para 
mahasiswa tersebut menandatangani kontrak ikatan dinas untuk siap kembali dan 
berbakti pada Indonesia selepas kuliah.

 

Di dalam negeri, situasi tidak kalah genting. Intelektual kampus-kampus dalam 
negeri banyak yang dipecat, ditangkap, dan tidak diketahui nasibnya akibat 
dicurigai 'tercemar' paham kiri. Apalagi, di dalam negeri pada periode 
1959-1963 terjadi peningkatan pesat jumlah Universitas di indonesia. .  .  
Universitas negeri tercatat berjumlah delapan (1959) menjadi 39 (1963). Begitu 
pun dengan Universitas Swasta dari awalnya cuma berjumlah 112 (1961) melonjak 
drastis jadi 228 (1965). Sehingga, total pada 1965 ada 335 universitas/institut 
yang menampung lebih dari 278.000 mahasiswa. Jumlah tersebut meningkat 
berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah lulusan pendidikan tinggi di 
Hindia Belanda pada 1940 yang berjumlah 79 orang saja.  .... "

 

Selengkapnya:  
https://www.vice.com/id_id/article/pakmpn/gestapu-menghapus-satu-generasi-intelektual-indonesia
 

 

                       ***

 

 


 Gesendet mit Telekom Mail - kostenlos und sicher für alle!

-- 

--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "Jaringan Kerja Indonesia" di 
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke