"PEMBANTAIAN 1965, KEKERASAN TERBESAR...", dan 1 Oktober 1965 Jendral Suharto
mulai merebut kekuasaan Negara, yang diikuti dengan pembantaian masal sejumlah
Tiga Juta Manusia - Warganegara R.I, ditulis oleh Dr.Asvi Warman Adam, dalam
Harian Kompas, 4 Desember 2000), dan dipublikasi kembali oleh Mimbar PAKORBA,
Januari 2002.
= RAKYAT INDONESIA MENGUTUK PEMBUNUHAN MASSAL,;Tidak ada yang dilupakan
dan tidak ada yang terlupakan=
MAKE INDONESIA INDEPENDENCE AGAIN
"INDONESIA RAYA,MERDEKA,MERDEKA", hanya realitas menunjukkan, setengah Abad ini
Republik Indonesia
diletakkan dalam Status Negara Jajahan Modelbaru/Neokolonial oleh kekuasaan
ORDE BARU para Jendral Militer
Dwi Fungsi ABRI/TNI dibawah Komando Jendral Suharto, yang menghkhianati UUD1945
R.I. ( Naskah Asli ), dan
yang menjadi penetrasi kepentingan Operasi Perusahaan-Perusahaan Raksasa dan
FinanceOligarkhy USA & Co.,
yang telah menguasai 95% kehidupan Perekonomian RepublikIndonesia.
HALUAN NEGARA ORDE BARU Jendral Suharto yang memihak kekuasaan Neokolonialisme
USA & Co. sepenuhnya
dan selanjutnya, seluruh LEGACY ORDE BARU Jendral Suharto dilanjutkan oleh Lima
Presiden R.I. berikutnya,
also dari Presiden R.I. Baharuddin Jusuf Habibie sampai dengan Presiden R.I.
sekarang Joko Widodo , dengan beberapa
bentuk "pencairan kebekuan mekhanisme" kekuasaan Negara
ORDE BARU, yang mereka namakan REFORMASI;
dengan tidak menyinggung sedikitpun realitas prinsipil yaitu HALUAN NEGARA ORDE
BARU Jendral Suharto, yang
menyerahkan R.I. sepenuhnya kepada kekuasaan Multinasionalmonopolkapital dan
Finance Oligarkhy USA & Co.,
yang menguasai kehidupan Politik, Ekonomi, Keuangan, Pertahanan, Infrastruktur
dan malah dibidang Sosial, Budaya,
Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, etc., yang membawa akibat langsung, Negara
Kesatuan Republik Indonesia berada
diambang pintu kehancuran.
Sesudah berakhirnya apa yang dinamakan Pertemuan Tingkat Tinggi G20 di
Hamburg-Germany muncul issue/berita di
Media mengenai rencana kaum Neokolonialisme USA & Co. untuk mem-BALKANnisasi
NKRI, membagi-bagi Wilayah NKRI
atas beberapa kekuasaan Landlord ( sekitar Lima kekuasaan yang berbentuk NEGARA
), yang terpisah satusama lainnya,
untuk kepentingan Globalisasi dan Pasaran Bebas Asia-Pacific
Multinasionalmonopolkapital dan FinanceOligarkhy USA & Co.
dan itu berarti, proposal Gelap-Illegal kaum Neokolonialisme ( Imperialisme )
untuk melikwidasi existence NKRI dan existence
Bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Kelihatannya, coup d'Etat para Jendral ABRI/TNI dibawah Komando Jendral Suharto
dengan Scenario strategic Marshal Green,
USA Ambassador di Jakarta, merebut kekuasaan Negara R.I. dari Presiden Soekarno
dan Petugas CIA John Stockwell bersama
dengan para Jendral ABRI/TNI melaksanakan Pembunuhan Masal atas Tokok-Tokoh
Nasional kekuatan Patriotik R.I.,sampai
Tiga Juta Korban Manusia-Warganegara R.I. dan Ratusan-Ribu( 1.8.Juta,Laporan
KOPKAMTIB) dilemparkan kedalam
Penjara-Penjara Militer diseluruh Wilayah R.I., dan dengan demikian melancarkan
peluang untuk merebut kekuasaan Negara
oleh Jendral Suaharto; dan kini kaum Neokolonialisme USA & Co. sedang menuju ke
Final terakhir, yaitu usaha untuk
mem-BALKANnisasi NKRI, melikwidasi NKRI dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan.
"MARILAH KITA BERSERU, INDONESIA BERSATU...!" dan itulah Tugas-Tugas Pokok
seluruh kekuatan Demokratik Nasional
sekarang ini yang takbisa ditunda, yaitu Kaum Nasionalis Pancasila45, semua
yang menjunjung tinggi Hak-Hak Azasi Manusia,
Partai-Partai Politik yang cinta Demokrasi, Kemajuan Sosial dan Perdamaian,
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,
Federasi Serikat Tani Indonesia,Koalisi Rakyat menggugat, para Nelayan, Serikat
Rakyat Miskin Kota, Lembaga Perjuangan
Rehabilitasi Korban Rezim ORDE BAR (LPRKROB), Lembaga-Lembaga Ilmu Pengetahuan,
Seluruh Front Aksi Mahasiswa
untuk Demokrasi, Seluruh Organisasi-Organisasi Massa untuk Demokrasi
Pancasila45, setiap Individum/in persona, etc. untuk
menggalang Persatuan Nasional yang luas -> untuk membangun suatu Pemerintahan
R.I., yang mampu membawa Bangsa dan NKRI
keluar dari status Negara Jajahan Modelbaru/Neokolonial USA & Co., yang mapu
memproteksi kepentingan R.I. dan Bangsa Indonesia.
Untuk memperkuat kehidupan Perekonomian Nasional R.I.adalah urgent
menasionalisasi seluruh Perusahaan-Perusahaan Asing
yang menguasai Sumber Daya Alam R.I. dan dijadikan milik Negara R.I.;
membatalkan semua privatisasi BUMN-BUMN dan mengambil
alih yang telah diprivatisasi dijadikan milik Negara R.I. dan dalam waktu yang
sama mempromosi pembangunan Industri Nasional;
Bantuan Negara dibidang Tehnology dan Kapital untuk Produksi Pertanian;
Penertiban System perBanken dengan memperbesar
kemampuan Bank Negara Indonesia; Penghapusan Hutang Luarnegeri; Reformasi dan
Modernisasi Pertahanan dan Keamanan
Nasional, seperti yang diamanatkan oleh UUD45 -> artinya, merobah HALUAN NEGARA
yang berlangsung selama Setengah Abad
ini, dengan HALUAN NEGARA yang memperkuat existensi R.I. dan Bangsa
Indonesia,untuk melawan rencana Jahat, Gelap/Illegal
kaum Neokolonialisme USA & CO. untuk memBALKANnisasi NKRI dan melikwidasi NKRI
dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Angkat Tinggi Obor para Pendahulu-Pejuang untuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang Merdeka; Penuh,Berdaulat dan Demokratis!
"...BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADAN, UNTUK INDONESIA RAYA",Make Indonesia
Independence and Strong again!
Dan dengan demikian, setiap Warganegara R.I. dengan bangga akan meneriakkan
keseluruh penjuru Dunia:
"INDONESIA RAYA,MERDEKA, MERDEKA"
"HIDUPLAH INDONESIA RAYA!"
Merdeka Penuh, Berdaulat dan Demokratis.
Merdeka
Tjaniago
Sebelumny
--------------------------------------------
Pada Sen, 2/10/17, 'Chan CT' [email protected] [GELORA45]
<[email protected]> menulis:
Judul: [GELORA45] Jokowi Usul Film "G30S/PKI" Kekinian, Ini Komentar Tommy
Soeharto
Kepada: "GELORA_In" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 2 Oktober, 2017, 8:47 AM
Jokowi
Usul Film "G30S/PKI" Kekinian, Ini Komentar Tommy
Soeharto
Kompas.com - 02/10/2017,
07:01 WIB
Tommy Soeharto saat mengikuti acara car free
day di Jalan Slamet
Riyadi Solo, Minggu (1/10/2017). (Labib
Zamani/TribunSolo.com)
SOLO,
KOMPAS.com - Beberapa
waktu
lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan agar film
Penumpasan Pengkhianatan
G30S/PKIdibuat ulang untuk generasi
milenial.
Menanggapai usulan
itu, putra Presiden kedua RI Suharto, Tommy Suharto, tidak
mempermasalahkan jika
film yang dirilis pada 1984 tersebut
di-remake untuk
kalangan milenial.
Asalkan,
kata Tommy, dalam membuat ulang film tersebut substansinya
sesuai fakta sejarah
yang ada pada waktu itu tidak dirubah.
"Boleh
saja kalau mau dibuat ulang," kata Tommy di Solo,
Minggu (1/10/2017).
(Baca
juga: Jokowi Ingin Ada Film
G30SPKI Versi Kekinian)
Pemutaran
film karya sutradara Arifin C Noer itu menjadi film wajib
yang ditayangkan TVRI
setiap 30 September pada era Orde Baru Berkuasa. Film itu
kemudian dihentikan
secara nasional pada 1998.
Penghentian film
dilakukan atas permintaan KSAU saat itu, Marsekal Saleh
Basarah, yang menilai
film tersebut menyudutkan TNI Angkatan Udara. Namun, film
tersebut kembali
diputar dan ditayangkan salah satu stasiun televisi
nasional.
Tidak
hanya kalangan orang dewasa yang menyaksikan atau menonton,
tetapi juga kalangan
anak usia pelajar.
"Masih banyak masyarakat yang belum
mengetahui
sehingga film ini kembali diputar," kata
Tommy.
(Baca
juga: Mendikbud Imbau Film
G30S/PKI Tidak Ditonton Anak di Bawah Kelas 3
SMP)
Ketua
Dewan Pembina Partai Berkarya, mengungkapkan peristiwa yang
terjadi pada tahun
1965 itu dapat menjadi pelajaran bagi bangsa
Indonesia.
"Semoga
kejadian memilukan ini tidak terulang di waktu yang akan
datang,"
tuturnya.
(Labib
Zamani/TribunSolo.com)
__
Artikel
ini telah tayang di TribunSolo.com
dengan judul: "Presiden Jokowi Usulkan
Film Pengkhianatan G30S/PKI Dibuat Ulang, Apa Kata Tommy
Soeharto?"
#yiv0805113531 #yiv0805113531 --
#yiv0805113531ygrp-mkp {
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mkp hr {
border:1px solid #d8d8d8;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mkp #yiv0805113531hd {
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mkp #yiv0805113531ads {
margin-bottom:10px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mkp .yiv0805113531ad {
padding:0 0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mkp .yiv0805113531ad p {
margin:0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mkp .yiv0805113531ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-sponsor
#yiv0805113531ygrp-lc {
font-family:Arial;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-sponsor
#yiv0805113531ygrp-lc #yiv0805113531hd {
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-sponsor
#yiv0805113531ygrp-lc .yiv0805113531ad {
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531actions {
font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531activity {
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531activity span {
font-weight:700;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531activity span:first-child {
text-transform:uppercase;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531activity span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531activity span span {
color:#ff7900;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531activity span
.yiv0805113531underline {
text-decoration:underline;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531attach {
clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531attach div a {
text-decoration:none;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531attach img {
border:none;padding-right:5px;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531attach label {
display:block;margin-bottom:5px;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531attach label a {
text-decoration:none;}
#yiv0805113531 blockquote {
margin:0 0 0 4px;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531bold {
font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531bold a {
text-decoration:none;}
#yiv0805113531 dd.yiv0805113531last p a {
font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv0805113531 dd.yiv0805113531last p span {
margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
#yiv0805113531 dd.yiv0805113531last p
span.yiv0805113531yshortcuts {
margin-right:0;}
#yiv0805113531 div.yiv0805113531attach-table div div a {
text-decoration:none;}
#yiv0805113531 div.yiv0805113531attach-table {
width:400px;}
#yiv0805113531 div.yiv0805113531file-title a, #yiv0805113531
div.yiv0805113531file-title a:active, #yiv0805113531
div.yiv0805113531file-title a:hover, #yiv0805113531
div.yiv0805113531file-title a:visited {
text-decoration:none;}
#yiv0805113531 div.yiv0805113531photo-title a,
#yiv0805113531 div.yiv0805113531photo-title a:active,
#yiv0805113531 div.yiv0805113531photo-title a:hover,
#yiv0805113531 div.yiv0805113531photo-title a:visited {
text-decoration:none;}
#yiv0805113531 div#yiv0805113531ygrp-mlmsg
#yiv0805113531ygrp-msg p a span.yiv0805113531yshortcuts {
font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531green {
color:#628c2a;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#yiv0805113531 o {
font-size:0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531photos div {
float:left;width:72px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531photos div div {
border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531photos div label {
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531reco-category {
font-size:77%;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531reco-desc {
font-size:77%;}
#yiv0805113531 .yiv0805113531replbq {
margin:4px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-actbar div a:first-child {
margin-right:2px;padding-right:5px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
sans-serif;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mlmsg table {
font-size:inherit;font:100%;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mlmsg select,
#yiv0805113531 input, #yiv0805113531 textarea {
font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mlmsg pre, #yiv0805113531
code {
font:115% monospace;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-mlmsg #yiv0805113531logo {
padding-bottom:10px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-msg p a {
font-family:Verdana;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-msg
p#yiv0805113531attach-count span {
color:#1E66AE;font-weight:700;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-reco
#yiv0805113531reco-head {
color:#ff7900;font-weight:700;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-sponsor #yiv0805113531ov
li a {
font-size:130%;text-decoration:none;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-sponsor #yiv0805113531ov
li {
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-sponsor #yiv0805113531ov
ul {
margin:0;padding:0 0 0 8px;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-text {
font-family:Georgia;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-text p {
margin:0 0 1em 0;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-text tt {
font-size:120%;}
#yiv0805113531 #yiv0805113531ygrp-vital ul li:last-child {
border-right:none !important;
}
#yiv0805113531