----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Senin, 2 
Oktober 2017 14.57.20 GMT+2Judul: [GELORA45] Wiranto Kumpulkan Panglima TNI, 
Kapolri dan BIN Besok
     

http://www.mediaindonesia.com/news/read/125184/wiranto-kumpulkan-panglima-tni-kapolri-dan-bin-besok/2017-10-02



Wiranto Kumpulkan Panglima TNI,Kapolri dan BIN Besok

Senin, 2 October 2017 17:55 WIBPenulis: Achmad Zulfikar Fazli 



ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

MENTERI Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (MenkoPolhukam) Wiranto 
akan mengumpulkan Panglima TNI Jenderal GatotNurmantyo, Kapolri Jenderal Tito 
Karnavian dan Kepala BIN BudiGunawan besok di kantornya. Hal ini untuk 
menyelesaikan polemikpembelian 5.000 pucuk senjata api.

"Untuk masalah isu soal senjata saya sudah minta semua pihaksupaya enggak 
bicara dulu lah ya. Kita selesaikan di dalam. Sementarakita akan selesaikan. 
Rencana rapat besok ya, semua saya undang,"kata Wiranto di Kompleks Istana 
Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/10).

Selain tiga kepala institusi negara tersebut, Wiranto juga akanmengundang 
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu serta perwakilan dariPindad, dan Bea Cukai.

Menurut dia, polemik ini sebetulnya bukan masalah besar. Hal ini,kata dia, 
hanya perlu koordinasi antar kementerian dan lembaga yanglebih teliti dan jelas 
sehingga dapat memutuskan suatu keputusan yangtak melanggar Undang-undang.

"Tapi saya sudah meminta supaya isu soal senjata sudahselesai lah ya," ucap dia.

Ia pun berjanji akan menyampaikan hasil rapat besok kepada publik.Namun, ia 
menjamin sejauh ini tak ada ancaman terhadap keamanannegara.

"Saya jamin kemarin (polemik senjata api) tidak akanmengganggu kondisi keamanan 
nasional," kata dia.

Polemik pembelian 5.000 pucuk senjata api ini mencuat daripernyataan Panglima 
TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat silaturahmi TNIdengan purnawirawan di Mabes 
TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (22/9). Iamenyebut pembelian senjata ini sebagai 
ancaman keamaan lantarandilakukan oleh lembaga non-militer. (MTVN/OL-6)









    

Kirim email ke