http://nasional.indopos.co.id/read/2017/10/03/112269/Pengusaha-Sedih-Rupiah-Makin-Terpuruk-Terhadap-Dolar
Pengusaha: Sedih, Rupiah Makin Terpuruk Terhadap Dolar *Selasa, 03 Oktober 2017 | 18:35* *INDOPOS.CO.ID <http://INDOPOS.CO.ID> -* Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kian perkasa. Hingga hari ini, rupiah hampir menyentuh Rp 13.600 per dolar AS. Menanggapi hal itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P. Roeslani mengaku sedih dengan fluktuasi nilai tukar rupiah. Pasalnya, para pengusaha yang melakukan utang dengan kurs dolar akan semakin gigit jari. Untuk itu, dia berharap agar pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bisa menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bisa stabil. Sehingga, pengusaha tidak akan terlalu terbebani dengan harga dolar yang tinggi. "Rupiah turun sedih, rupiah naik kenceng juga sedih protes juga. Jadi lebih kepada stabil saja," ujarnya dalam Rakornas Kadin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/10) "Ditanya kepada pengusaha siapa, kalau ditanya ke pengusaha batubara pada seneng dolar naik. Tapi pada perusahaan yang income rupiah tapi utangnya dolar pada menjerit, beda-beda," tambahnya. Rosan mengungkapkan jika dirinya telah berkoordinasi dengan pengusaha dan asosiasi. Koordinasi itu menghasilkan kesepakatan jika level terendah dolar harus bisa diusahakan untuk tidak lebih dari Rp 13.500. "Saya bicara dengan teman-teman pengusaha dan asosiasi, kalau Rp 13.500 jangan naik lagi lah. Walaupun melihat kecenderungannya masih akan melemah. Tapi ada range tertentu yang sudah mereka masukan di plan mereka di budgeting mereka. Misalnya maksimum Rp 13.500. Bawahnya Rp 13.300," jelas dia. Pasalnya, jika dolar di atas Rp 13.500 per dolar AS, akan menyulitkan perusahaan yang telah melakukan target pembiayaan. "Kitasih melihatnya lebih eksternal daripada internal. Biasa begitu ada kebijakan yang memperkuat mata uangnya dan menguntungkan Amerika biasa," pungkasnya.* (cr4/JPC) *
