http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/10/03/ox8zq8370-indonesia-sulit-capai-target-pertumbuhan-ekonomi-52-persen
Selasa , 03 October 2017, 19:51 WIB Indonesia Sulit Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Friska Yolanda Republika/Iit Septyaningsih [image: Bank Dunia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar diskusi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, di Jakarta, Rabu, (22/3).] Bank Dunia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar diskusi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia, di Jakarta, Rabu, (22/3). REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala ekonom dari SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi menilai, Indonesia akan sulit untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada 2017. Ia menyatakan, angka pertumbuhan di semester pertama 2017 hanya di angka 5,0 persen sehingga sulit untuk bisa mencapai angka target yang ditetapkan pemerintah. "Ekonomi mesti tumbuh 5,3 persen hingga 5,4 persen di semester kedua 2017 kalau ingin mencapai full year di 5,2 persen," kata Eric kepada Republika.co.id, Selasa (3/10). Untuk mencapai target itu, terdapat sejumlah kendala. Ia mengatakan ada masalah seperti pelemahan daya beli masyarakat yang menghambat pertumbuhan konsumsi, pertumbuhan investasi masih lambat, dan pengeluaran pemerintah terutama untuk infrastruktur belum begitu kuat dampaknya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Meski begitu, Eric menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi dari Bank Dunia masih realistis untuk dicapai pada 2017. "Saya perkirakan pertumbuhan ekonomi masih bisa di angka 5,1 persen. Sementara untuk tahun depan bisa di angka 5,3 sampai 5,4 persen," ujar Eric. Xxxxxxxxx http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/10/03/ox8umo382-sri-mulyani-masih-optimistis-ekonomi-tumbuh-52-persen Selasa , 03 Oktober 2017, 18:01 WIB Sri Mulyani Masih Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nur Aini Republika/Edi Yusuf [image: Menteri Keuangan RI Sri Mulyani] Menteri Keuangan RI Sri Mulyani REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani memilih untuk lebih optimistis dalam menentukan target pertumbuhan perekonomian Indonesia dibandingkan proyeksi Bank Dunia. Dalam laporannya, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia sebesar 5,1 persen pada 2017 dan 5,3 persen pada 2018. "Pemerintah Indonesia memilih untuk lebih optimistis dengan menetapkan target pertumbuhan perekonomian sebesar 5,2 persen, berbeda 0,1 persen dari Bank Dunia. Sementara tahun depan 5,4 persen," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (3/10). Menteri yang akrab disapa Ani itu mengaku, hal baik dari laporan tersebut adalah pertumbuhan investasi yang naik ke tingkat tertinggi sejak kuartal keempat 2015. "Ini adalah bentuk pengakuan dari upaya pemerintah untuk mereformasi banyak hal. Termasuk untuk memberi kemudahan dalam melakukan bisnis dan perbaikan dalam iklim investasi," ujar Ani. Meski begitu, ia mengaku pemerintah masih tetap bersikap hati-hati. Ini karena dalam hal pertumbuhan kredit sektor perbankan belum menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Selain itu, Ani juga menyoroti hal menarik dari laporan mengenai pertumbuhan konsumsi swasta. Ia mengaku, seluruh faktor untuk mendukung peningkatan konsumsi telah muncul seperti penciptaan lapangan kerja, gaji meningkat lebih dari dua digit, inflasi tetap stabil, serta tingkat suku bunga rendah. Bank Dunia mencatat pertumbuhan konsumsi swasta tetap sama pada kuartal kedua 2017. Momentum stabil dalam konsumsi swasta yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia itu berlawanan dengan beberapa faktor pendorong. Ani mengaku, beberapa analisis menyatakan hal itu terjadi karena ada perubahan pada pola konsumsi masyarakat. Selain itu, transaksi jual beli daring juga belum tercatat. Meski begitu, Ani meyakini untuk bisa menjaga pertumbuhan konsumsi yang kuat, inflasi harus tetap terjaga rendah, pekerjaan terus dibuat, dan terus membangun kepercayaan konsumen.
