Heboh Kuda Lumping jadi Kostum Nasional Miss Grand Malaysia 
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171005102917-277-246299/heboh-kuda-lumping-jadi-kostum-nasional-miss-grand-malaysia/
 Rahman Indra , CNN Indonesia | Kamis, 05/10/2017 11:16 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171005102917-277-246299/heboh-kuda-lumping-jadi-kostum-nasional-miss-grand-malaysia/#
  
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171005102917-277-246299/heboh-kuda-lumping-jadi-kostum-nasional-miss-grand-malaysia/#
  
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20171005102917-277-246299/heboh-kuda-lumping-jadi-kostum-nasional-miss-grand-malaysia/#
 Mengenakan Kuda Lumping sebagai National Costume untuk ajang Miss Grand 
Internasional, Malaysia menuai pro dan kontra. (Foto: Screenshot via Instagram 
(@missgrandmalaysia))
 Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak merilis foto National Costume berupa 'Kuda 
Lumping' di media sosial, pihak Miss Grand Malaysia menuai banyak kecaman dari 
publik Indonesia. 

Berbagai komentar pedas dan negatif mengiringi potret kuda lumping yang 
dikenakan Sanjeda John, Miss Grand Malaysia 2017. Kostum tersebut merupakan 
rancangan desainer Hana Yaakob, yang sekilas mengingatkan pada kuda lumping 
dari tarian khas di Jawa. 

Beberapa komentar dari publik mengecam karena kuda lumping merupakan seni 
budaya dari Indonesia, yang tak seharusnya jadi kostum nasional Malaysia. 


 
 
Seperti ungkapan akun @satrio.yogaswara, yang menyebutkan kuda lumping, "Ini 
budaya Indonesia." 

"Kuda kepang asli Jawa, saya orang Jawa asli tidak terima kuda kepang dikatakan 
milik Johor," tulis @bintangsatriaa.


 Lihat juga: Indonesia Kumpulkan Bukti Kuda Lumping yang Diklaim Malaysia 
https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20171005084029-241-246243/indonesia-kumpulkan-bukti-kuda-lumping-yang-diklaim-malaysia/
 
Meski di postingan potret kuda lumping itu, pihak Miss Grand Malaysia 
mencantumkan asal muasal kostum dari Jawa, masih ada yang tidak bisa menerima 
klaim itu. 

"Lebih bijaknya Malaysia menggunakan pakaian asli budayanya agar tak 
menimbulkan kegaduhan, karena budaya kuda lumping ini orisinal dari Indonesia 
dan masih kuat keberadaannya di Jawa," tulis @brad_talk. 

Ia menambahkan, karena yang dibawa ke acara Event International sehingga bukan 
sengaja merupakan klaim secara halus, karena dunia mungkin akan mengenal kuda 
lumping dari Malaysia, dan ini menimbulkan stigma buruk yang menyinggung rakyat 
Indonesia. 

Tak hanya kuda lumping, @mhmmdfirmansyah06 juga mempermasalahkan akan sepatu 
yang dikenakan Miss Grand Malaysia yang serupa batik. 

"Punya Indonesia, lagi-lagi diakuin. Sepatunya juga batik itu," tulisnya. 

Pihak Miss Grand Malaysia sendiri mencamtumkan beberapa penjelasan akan 
National Costume kuda lumping ini lewat postingannya. 

  

Disebutkan, kostum nasional itu terinspirasi dari masyarakat Jawa yang tinggal 
di sebelah selatan Johor. Merunut sejarahnya, pada awal abad 20, terjadi 
migrasi masyarakat Jawa dari Indonesia dengan kapal Belanda dan Jepang di masa 
pencarian akan tanah tempat tinggal baru. 

Bersamaan dengan migrasi ini mereka membawa budaya dan termasuk tarian unik 
kuda lumping yang ditampilkan dalam beberapa perhelatan. 

Pada 1971, Menteri Pariwisata Johor menyatakan tari Kuda Kepang yang 
ditampilkan masyarakat Jawa di Johor sebagai simbol kesatuan dan keberagaman 
budaya orang Johor. 

Dengan sejarahnya itu, warisan budaya orang Jawa meluas hingga ke selatan 
Johor, Perak dan Selangor di Malaysia, dan Singapura. 

Tak ingin jadi polemik panjang 

National Costume Kuda Lumping dikenakan Miss Grand Malaysia untuk bersaing di 
ajang Miss Grand International yang berlangsung Kamis (5/10) hingga malam final 
25 Oktober mendatang. 

Dari Indonesia, ada Dea Rizkita, Puteri Indonesia Perdamaian 2017 yang akan 
bersaing dengan kontestan lain dari 86 negara. 



Mega Angkasa, Ketua bidang Komunikasi Yayasan Puteri Indonesia (YPI) mengatakan 
Dea sudah berada di Vitenam untuk mulai menjalani proses pemilihan Miss Grand 
Internasional. 

Untuk kostum nasionalnya, Dea mengenakan kostum rancangan Morphacio Body Art 
dan Maya Ratih Couture bertajuk Ibu Pertiwi yang tampak megah dengan aneka 
candi di bagian ekornya. Berbagai filosofi akan Indonesia disematkan di bagian 
punggung dan sabuk sayap.

Terkait polemik kostum nasional yang dikenakan Miss Grand Malaysia, Mega 
mengatakan dirinya sudah mendengar akan hal itu, dan mengetahui kalau rancangan 
kuda lumping itu merupakan hasil karya desainer yang berketurunan Indonesia. 

Seperti diketahui, kata Mega, memang banyak warga Indonesia, yang ada di Johor, 
Malaysia. Mereka menyerap seni dan budaya Indonesia, dan bukan hanya kuda 
lumping saja, tapi juga ada seni budaya lain. 

"Sah-sah saja, asal tidak klaim itu sebagai kebudayaan mereka," ujar Mega. 

Yang jadi kontroversi, lanjut Mega, adalah klaim Malaysia bahwa itu sebagai 
kebudayaan mereka. Meski sudah diklarfikasi oleh desainer, pro dan kontra ini 
sepertinya masih ada. 

"Kita tidak merasa terganggu, karena Dea akan menampilkan (kostum nasional) 
yang berbeda, kita tak pernah kehabisan gagasan akan National Costume," ujarnya 
menambahkan. 

Menurut Mega, kuda lumping ini bukan kali pertama, bagi Malaysia membawakan 
National Costume yang akarnya ada di Indonesia. Sebelumnya, kata dia, ada bunga 
Raflesia dan wayang. 

"Kita tidak mau dibenturkan dengan hal itu, walau satu panggung, Dea 
menampilkan hal lain. Itulah sebabnya, kita lakukan terobosan untuk desain 
kostum nasional," ujarnya. . 

Lebih jauh, Mega mengatakan, dirinya tidak mau terlibat polemik itu. Pada grup 
pencinta kontes kecantikan pun, ia berpesan agar tidak membuat suasana menjadi 
panas dan jadi bumerang bagi Dea dalam berkompetisi di ajang Miss Grand 
International nanti. Karena, bagaimanapun Dea mesti berteman dengan kontestan 
lainnya, termasuk dengan Miss Grand Malaysia. (rah)

 

Kirim email ke