Seperti apa radikal yang dimaksud? Bukankah kata radikal berasal 
dari radix, akar / pondasi? 

Pantas saja kita kecele melulu karena asyik terpukau memandang 
UUD amandemen, Pancasila dsk, padahal semua itu sekarang sudah 
berpondasi neolib. Atau sebaliknya, asyik menggebuki peristiwa '65 
tanpa pernah menyentuh akar komun-isme, M-L.
Karena aksi para akademisi ini dikaitkan dengan Sumpah Pemuda, 
sebaiknya bahas juga tentang bahasa. Khususnya penggunaan istilah 
berbaha asing di ruang umum.
--- k.prawira@... wrote:
Perguruan Tinggi gelar aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme

Kamis, 5 Oktober 2017 21:46 WIB | 1.720 Views
Pewarta: Syaiful HakimDokumentasi Museum Sumpah Pemuda. Diorama yang 
memperlihatkan tokoh pemuda W.R. Soepratman memainkan Lagu Indonesia Raya 
dengan alat musik biola saat Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 di 
Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (27/10/2016). 
Peringatan Sumpah Pemuda ke-88 pada 28 Oktober 2016 menjadi momentum bagi 
seluruh elemen bangsa untuk mengenang kembali tekad pemuda Indonesia yang 
mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan Indonesia. (ANTARA /Widodo S. 
Jusuf) ()
Kita ingin nempertegas sikap perguruan tinggi. Melalui momentum peringatan 
Sumpah Pemuda ini menjadikan semangat ini untuk bahu-membahu untuk memperkuat 
persatuan bangsa dalam menangkal segala bentuk radikalisme."
Jakarta (ANTARA News) - Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia akan menggelar 
aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme serentak di seluruh Indonesia dalam 
memperingati Hari Sumpah pada 28 Oktober 2017.
"Acara tersebut merupakan hasil perundingan pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi 
se-Indonesia pada 25-26 September 2017 di Bali. Acara ini diikuti 3.000 
pimpinan perguruan tinggi," kata Anggota Steering Comitte Pertemuan Pimpiman 
Perguruan Tinggi se-Indonesia Muhammad Shirozi, dalam keterangan tertulisnya, 
di Jakarta, Kamis.
Gelaran acara dalam bentuk kuliah akbar dan orasi kebangsaan, serta pembacaan 
Deklarasi PT melawan radikalisme, rencananya akan dilakukan di 350 
kabupaten/kota pada 34 provinsi dengan melibatkan 4,5 juta peserta, terdiri 
dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika baik mahasiswa, dosen, 
serta staf di perguruan tinggi.
"Kita juga mengundang atau melibatkan banyak pihak lain baik pemerintah maupun 
tokoh yang se-ide dan setuju menjaga Indonesia dari isu SARA, kebencian, fitnah 
dan adu domba, berkomitmen menjaga Kebhinekaan, Pancasila dan NKRI," jelasnya.
Menurut dia, pertemuan itu untuk mempertegas sikap perguruan tinggi se 
Indonesia bersama civitas akademika di masing-masing kampus. Selain itu untuk 
melawan radikalisme dan intoleransi serta menjadi benteng bagi Pancasila, 
Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik 
Indonesia.
"Kita ingin nempertegas sikap perguruan tinggi. Melalui momentum peringatan 
Sumpah Pemuda ini menjadikan semangat ini untuk bahu-membahu untuk memperkuat 
persatuan bangsa dalam menangkal segala bentuk radikalisme," ujar Shiroji.
Selain itu, untuk menyosialisasikan secara lebih luas di kalangan civitas 
akademika khususnya, dan pada masyarakat secara umum, mengenai isi Deklarasi 
Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme, untuk secara bersama 
diaktualisasikan secara nyata dan konkrit dalam kehidupan bernegara, berbangsa 
dan sosial-kemasyarakatan dengan berlandaskan semangat Tri Dharma Perguruan 
Tinggi.
Di Jakarta, kegiatan ini akan di pusatkan di lapangan Monas atau Lapangan 
Banteng. Sementara di daerah daerah lainnya dilakukan dengan pilihan tempat 
yang disesuaikan dengan kondisi objektif dan subjektif masing masing wilayah.
"Diharapkan kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 
ini, dapat menjadi spirit bagi kalangan pemuda mahasiswa di perguruan tinggi 
untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda agar dapat 
kembali diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai modal 
bersama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, makmur dan sejahtera," paparnya.
Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017
   

Kirim email ke