Kalau boleh bertanya; apa yang dikategorikan dengan kata radikalisme dan
bisakah dijelaskan maksud "gelar aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme"
itu? Lalu yang dikatakan sebagai bukan radikalisme itu apa?

Satu ilmu pengetahuan atau pun yang bersifat pandangan dunia kalau tidak
mendalam dan dilandasi dengan pengetahuan yang luas, atau orang Jerman
bilang nicht-gruendlich, itu tidak bisa dikatakan ilmu pengetahuan
apalagi suatu teori. 

Salam. 
Lusi.- 






Am Thu, 5 Oct 2017 19:24:49 +0000 (UTC)
schrieb "'K. Prawira' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> Perguruan Tinggi gelar aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme
> 
> Kamis, 5 Oktober 2017 21:46 WIB | 1.720 Views Pewarta: Syaiful
> HakimDokumentasi Museum Sumpah Pemuda. Diorama yang memperlihatkan
> tokoh pemuda W.R. Soepratman memainkan Lagu Indonesia Raya dengan
> alat musik biola saat Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 di
> Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (27/10/2016).
> Peringatan Sumpah Pemuda ke-88 pada 28 Oktober 2016 menjadi momentum
> bagi seluruh elemen bangsa untuk mengenang kembali tekad pemuda
> Indonesia yang mengikrarkan komitmen persatuan dan kesatuan
> Indonesia. (ANTARA /Widodo S. Jusuf) () Kita ingin nempertegas sikap
> perguruan tinggi. Melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda ini
> menjadikan semangat ini untuk bahu-membahu untuk memperkuat persatuan
> bangsa dalam menangkal segala bentuk radikalisme." Jakarta (ANTARA
> News) - Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia akan menggelar aksi
> Kebangsaan Melawan Radikalisme serentak di seluruh Indonesia dalam
> memperingati Hari Sumpah pada 28 Oktober 2017.
> 
>  "Acara tersebut merupakan hasil perundingan pertemuan Pimpinan
> Perguruan Tinggi se-Indonesia pada 25-26 September 2017 di Bali.
> Acara ini diikuti 3.000 pimpinan perguruan tinggi," kata Anggota
> Steering Comitte Pertemuan Pimpiman Perguruan Tinggi se-Indonesia
> Muhammad Shirozi, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis. 
> 
>  Gelaran acara dalam bentuk kuliah akbar dan orasi kebangsaan, serta
> pembacaan Deklarasi PT melawan radikalisme, rencananya akan dilakukan
> di 350 kabupaten/kota pada 34 provinsi dengan melibatkan 4,5 juta
> peserta, terdiri dari pimpinan perguruan tinggi dan civitas akademika
> baik mahasiswa, dosen, serta staf di perguruan tinggi.
> 
>  "Kita juga mengundang atau melibatkan banyak pihak lain baik
> pemerintah maupun tokoh yang se-ide dan setuju menjaga Indonesia dari
> isu SARA, kebencian, fitnah dan adu domba, berkomitmen menjaga
> Kebhinekaan, Pancasila dan NKRI," jelasnya.
> 
>  Menurut dia, pertemuan itu untuk mempertegas sikap perguruan tinggi
> se Indonesia bersama civitas akademika di masing-masing kampus.
> Selain itu untuk melawan radikalisme dan intoleransi serta menjadi
> benteng bagi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal
> Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> 
>  "Kita ingin nempertegas sikap perguruan tinggi. Melalui momentum
> peringatan Sumpah Pemuda ini menjadikan semangat ini untuk
> bahu-membahu untuk memperkuat persatuan bangsa dalam menangkal segala
> bentuk radikalisme," ujar Shiroji.
> 
>  Selain itu, untuk menyosialisasikan secara lebih luas di kalangan
> civitas akademika khususnya, dan pada masyarakat secara umum,
> mengenai isi Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan
> Radikalisme, untuk secara bersama diaktualisasikan secara nyata dan
> konkrit dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan
> sosial-kemasyarakatan dengan berlandaskan semangat Tri Dharma
> Perguruan Tinggi. 
> 
>  Di Jakarta, kegiatan ini akan di pusatkan di lapangan Monas atau
> Lapangan Banteng. Sementara di daerah daerah lainnya dilakukan dengan
> pilihan tempat yang disesuaikan dengan kondisi objektif dan subjektif
> masing masing wilayah. 
> 
>  "Diharapkan kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari
> Sumpah Pemuda ini, dapat menjadi spirit bagi kalangan pemuda
> mahasiswa di perguruan tinggi untuk merevitalisasi kembali
> nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda agar dapat kembali
> diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai
> modal bersama mewujudkan Indonesia yang aman, adil, makmur dan
> sejahtera," paparnya.
> 
> Editor: B Kunto Wibisono
> 
> COPYRIGHT © ANTARA 2017
> 

Kirim email ke