Sekalipun miskin harta tapi tetap kaya keturunan. Anak  tetap banyak. 

    Den fredag, 6 oktober 2017 22:24 skrev "kh djie [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]>:
 

     Di pulau Jawa, kalau orang tidak punya tanah di desa dan pekerjaan, kalau 
miskin, miskin sekali.

2017-10-06 20:05 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>:

     Bagaimana bisa terjadi kemiskinan dipulau Jawa? Bukankah selama ini yang 
disebut pembangunanterkonsentrasi di pulau Jawa dan oleh karena itu 
disebutJawasentris. Kalau kemiskinan di luar pulau Jawa dapat dipahamikarena 
selama ini tidak ada kesiriusan investasi obyek-obyekpembangunan yang dapat 
menampung tenaga kerja yang bertambah tiaptahun dengan demikiandari tahun 
bertambah pengangguran yang samaartinya makin bertambah orang miskin. Itulah 
sekadar gambaransederhannya.
http://bisnis.liputan6.com/ read/3025410/orang-miskin- 
paling-banyak-tinggal-di- provinsi-ini 
Orang Miskin Paling Banyak Tinggal di Provinsi Ini
   Fiki Ariyanti 17 Jul 2017, 14:45 WIB  Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat 
Statistik (BPS) menyebut, jumlah penduduk orang miskin di Indonesia mencapai 
27,77 juta orang pada Maret 2017. Paling banyak berada di pedesaan sebanyak 
17,10 juta orang miskin, dan tersebar di Pulau Jawa, salah satu yang tertinggi 
di Jawa Timur sebanyak 4,62 juta orang. Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab 
disapa Kecuk mengungkapkan, jumlah penduduk miskin pada Maret ini sebanyak 
27,77 juta orang dengan persentase atau tingkat kemiskinan 10,64 persen. 
Realisasi tersebut bertambah 10 ribu orang dibanding September 2016 yang 
sebanyak 27,76 juta orang. Sedangkan dibanding Maret 2016 yang sebanyak 28,01 
juta orang, jumlah penduduk miskin di bulan ketiga 2017 ini mengalami penurunan 
240 ribu orang. Baca Juga    
   - Obama: Masyarakat Dunia Harus Tutup Jurang Si Kaya dan Miskin  
   - ‎BPS: Rata-rata Gaji Buruh Wanita Lebih Rendah Dibanding Pria  
 "Prosentase penduduk miskin antara desa dan kota sangat timpang, yakni di kota 
7,72 persen, tapi di desa hampir dua kali lipatnya sebesar 13,83 persen. Jadi 
ini menunjukkan persoalan kemiskinan ada di desa," ujar Kecuk saat Konferensi 
Pers di kantornya, Jakarta, Senin (17/7/2017). Dirinci lebih dalam, jumlah 
penduduk miskin yang ada di kota pada Maret 2017 mencapai 10,67 juta orang. 
Sedangkan jumlah orang miskin di desa jauh lebih besar sebanyak 17,10 juta 
orang. "Daerah pedesaan merupakan pusatnya orang miskin. Karena 51 persen orang 
miskin bekerja di sektor pertanian," ujar dia. Kecuk menyarankan, pemerintah 
perlu memberikan perhatian dan berupaya menurunkan angka kemiskinan di 
pedesaan. Salah satu kuncinya menyejahterakan para petani dan mendorong 
kenaikan upah buruh petani di desa. "Kunci menurunkan angka kemiskinan memang 
mengentaskan kemiskinan yang ada di desa. Tapi tetap harus memperhatikan 
kemiskinan di kota, karena karakteristik kemiskinan di kota dan desa berbeda, 
jadi sentuhannya harus beda," ia menerangkan. Dari data BPS, jumlah penduduk 
miskin di kota pada Maret ini mengalami kenaikan menjadi 10,67 juta orang 
dibanding September lalu yang sebanyak 10,49 juta orang dan 10,34 juta orang 
pada Maret 2016. "Memang terjadi urbanisasi dari desa ke kota, sehingga 
kelihatannya orang miskin di kota menjadi lebih banyak. Tapi pada kenyataannya, 
buruh di desa masih banyak termasuk di sektor pertanian," kata Deputi Bidang 
Statistik Sosial, M. Sairi Hasbullah.Kondisi pemukiman di kawasan Tanah Abang, 
Jakarta, Kamis (5/1).Jumlah penduduk miskin hingga September tahun lalu turun 
menjadi27,76 juta orang apabila dibandingkan dengan Maret 2016 sebanyak28,01 
juta orang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat 
Statistik (BPS)menyebut, jumlah penduduk orang miskin di Indonesia mencapai 
27,77juta orang pada Maret 2017. Paling banyak berada di pedesaan sebanyak17,10 
juta orangmiskin, dan tersebar di Pulau Jawa, salah satu yang tertinggi diJawa 
Timur sebanyak 4,62 juta orang.Kepala BPS,Suhariyanto atau yang akrab disapa 
Kecuk mengungkapkan, jumlahpenduduk miskin pada Maret ini sebanyak 27,77 juta 
orang denganpersentase atau tingkat kemiskinan 10,64 persen. Realisasi 
tersebutbertambah 10 ribu orang dibanding September 2016 yang sebanyak 
27,76juta orang.Sedangkan dibanding Maret 2016 yang sebanyak 28,01 juta 
orang,jumlah penduduk miskin di bulan ketiga 2017 ini mengalami penurunan240 
ribu orang.Baca Juga   
   - Donald Trump: Saya Tak Mau Orang Miskin Pimpin Ekonomi AS  
   - Obama: Masyarakat Dunia Harus Tutup Jurang Si Kaya dan Miskin  
   - ‎BPS: Rata-rata Gaji Buruh Wanita Lebih Rendah Dibanding Pria 
"Prosentasependuduk miskin antara desa dan kota sangat timpang, yakni di 
kota7,72 persen, tapi di desa hampir dua kali lipatnya sebesar 13,83persen. 
Jadi ini menunjukkan persoalan kemiskinan ada di desa,"ujar Kecuk saat 
Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin(17/7/2017).Dirinci lebih dalam, 
jumlah penduduk miskin yang ada di kota padaMaret 2017 mencapai 10,67 juta 
orang. Sedangkan jumlah orang miskindi desa jauh lebih besar sebanyak 17,10 
juta orang."Daerah pedesaan merupakan pusatnya orang miskin. Karena 51persen 
orang miskin bekerja di sektor pertanian," ujar dia.Kecuk menyarankan, 
pemerintah perlu memberikan perhatian danberupaya menurunkan angka kemiskinan 
di pedesaan. Salah satu kuncinyamenyejahterakan para petani dan mendorong 
kenaikan upah buruh petanidi desa."Kunci menurunkan angka kemiskinan memang 
mengentaskankemiskinan yang ada di desa. Tapi tetap harus 
memperhatikankemiskinan di kota, karena karakteristik kemiskinan di kota dan 
desaberbeda, jadi sentuhannya harus beda," ia menerangkan.Dari data BPS, 
jumlahpenduduk miskin di kota pada Maret ini mengalami kenaikan menjadi10,67 
juta orang dibanding September lalu yang sebanyak 10,49 jutaorang dan 10,34 
juta orang pada Maret 2016."Memang terjadi urbanisasi dari desa ke kota, 
sehinggakelihatannya orang miskin di kota menjadi lebih banyak. Tapi 
padakenyataannya, buruh di desa masih banyak termasuk di sektorpertanian," kata 
Deputi Bidang Statistik Sosial, M. SairiHasbullah. Saksikan Video Menarik di 
Bawah Ini:
Jumlah Orang Miskin Capai 27,77 Juta
Orang Miskin Paling Banyak di Provinsi IniSementara dilihat dari pulau, jumlah 
penduduk miskin paling banyakada di Pulau Jawa, yakni sebanyak 14,79 juta orang 
dari total 27,77juta orang miskin di seluruh Indonesia. Rinciannya yang ada di 
kotasebanyak 7,14 juta dan 7,65 juta orang miskin tinggal di desa.Disusul Pulau 
Sumatera sebanyak 6,23 juta orang miskin, Pulau Balidan Nusa Tenggara sebanyak 
2,12 juta orang, Sulawesi dengan basisorang miskin 2,12 juta orang, Pulau 
Maluku dan Papua sebanyak 1,52juta orang, serta Pulau Kalimantan 990 ribu orang 
miskin.Merujuk pada jumlahnya dari 27,77 juta penduduk miskin, ini 10provinsi 
yang mencatatkan basis orang miskin terbanyak di Maret 2017:1. Jawa Timur 
sebanyak 4,62 juta orang miskin
2. Jawa Tengahsebanyak 4,45 juta orang miskin
3. Jawa Barat sebanyak 4,17 jutaorang miskin
4. Sumatera Utara sebanyak 1,45 juta orang miskin
5.Nusa Tenggara Timur sebanyak 1,15 juta orang miskin
6. Lampungsebanyak 1,13 juta orang miskin
7. Sumatera Selatan sebanyak 1,09juta orang miskin
8. Papua sebanyak 897,69 ribu orang miskin
9.Aceh sebanyak 872,61 ribu orang miskin
10. Sulawesi Selatansebanyak 813,07 ribu orang miski
   

  #yiv8443149787 #yiv8443149787 -- #yiv8443149787ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-mkp #yiv8443149787hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mkp #yiv8443149787ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mkp .yiv8443149787ad 
{padding:0 0;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mkp .yiv8443149787ad p 
{margin:0;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mkp .yiv8443149787ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-sponsor 
#yiv8443149787ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-sponsor #yiv8443149787ygrp-lc #yiv8443149787hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-sponsor #yiv8443149787ygrp-lc .yiv8443149787ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv8443149787 #yiv8443149787actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv8443149787
 #yiv8443149787activity span {font-weight:700;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv8443149787 #yiv8443149787activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv8443149787 #yiv8443149787activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv8443149787 #yiv8443149787activity span 
.yiv8443149787underline {text-decoration:underline;}#yiv8443149787 
.yiv8443149787attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv8443149787 .yiv8443149787attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv8443149787 .yiv8443149787attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv8443149787 .yiv8443149787attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv8443149787 .yiv8443149787attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv8443149787 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv8443149787 .yiv8443149787bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv8443149787 
.yiv8443149787bold a {text-decoration:none;}#yiv8443149787 dd.yiv8443149787last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8443149787 dd.yiv8443149787last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv8443149787 
dd.yiv8443149787last p span.yiv8443149787yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv8443149787 div.yiv8443149787attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv8443149787 div.yiv8443149787attach-table 
{width:400px;}#yiv8443149787 div.yiv8443149787file-title a, #yiv8443149787 
div.yiv8443149787file-title a:active, #yiv8443149787 
div.yiv8443149787file-title a:hover, #yiv8443149787 div.yiv8443149787file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv8443149787 div.yiv8443149787photo-title a, 
#yiv8443149787 div.yiv8443149787photo-title a:active, #yiv8443149787 
div.yiv8443149787photo-title a:hover, #yiv8443149787 
div.yiv8443149787photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv8443149787 
div#yiv8443149787ygrp-mlmsg #yiv8443149787ygrp-msg p a 
span.yiv8443149787yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv8443149787 
.yiv8443149787green {color:#628c2a;}#yiv8443149787 .yiv8443149787MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv8443149787 o {font-size:0;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787photos div {float:left;width:72px;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv8443149787
 #yiv8443149787reco-category {font-size:77%;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787reco-desc {font-size:77%;}#yiv8443149787 .yiv8443149787replbq 
{margin:4px;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-mlmsg select, #yiv8443149787 input, #yiv8443149787 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-mlmsg pre, #yiv8443149787 code {font:115% 
monospace;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-mlmsg #yiv8443149787logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-msg 
p#yiv8443149787attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-reco #yiv8443149787reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-sponsor 
#yiv8443149787ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-sponsor #yiv8443149787ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-sponsor #yiv8443149787ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv8443149787 #yiv8443149787ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv8443149787 
#yiv8443149787ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv8443149787 

   

Kirim email ke