A*pakah sampai sekarang tgl 7 Oktober 2017 sudah ada yang pulang?*
http://poskotanews.com/2016/12/18/45-profesor-dari-berbagai-negara-bakal-pulang-ke-tanah-air/ 45 Profesor Dari Berbagai Negara Bakal Pulang ke Tanah Air Minggu, 18 Desember 2016 — 15:18 WIB [image: Para profesor diaspora yang siap mengajar menjadi dosen tamu di sejumlah PTN di Indonesia. (ist)] Para profesor diaspora yang siap mengajar menjadi dosen tamu di sejumlah PTN di Indonesia. (ist) JAKARTA (Pos Kota)- Untuk memberikan energi baru bagi dosen dan mahasiswa di Indonesia, sebanyak 45 orang profesor yang tergabung dalam Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional siap pulang kampung. Mereka yang datang dari berbagai negara tersebut akan menjadi dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa diaspora yang dipastikan ambil bagian dalam kegiatan visting world class professors ini antara lain Taruna Ikrar (ahli neurosains yang diusulkan menerima nobel), Sumarsam (profesor bidang etnomusikologi), Justinus Satrio (profesor bidang biomassa), Tjandra Yoga (profesor bidang kesehatan) dan lainnya. “Kami ingin berbagi ilmu berbagi pengalaman dan tentu saja support untuk mahasiswa di Indonesia,” jelas Deden Rukmana. Menurutnya para diaspora memiliki potensi besar untuk ikut memperbaiki dan meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Potensi tersebut tentunya dalam bidang akademik seperti riset, penulisan jurnal ilmiah dan pertukaran pelajar. Hal-hal terkait dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki para diaspora ini harus memberikan manfaat bagi Tanah Air. “Kami memang belajar, bekerja dan kini hidup di negeri orang. Tetapi darah yang mengalir pada tubuh kami, jiwa yang bersemayam di dada kami tetap Indonesia,” tambah Deden. Itu sebabnya para diaspora siap menunjukkan baktinya jika memang negara memanggilnya. Salah satu kegiatannya adalah memberikan kuliah umum ke sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dalam sepekan ke depan. Ke-40 diaspora setingkat profesor dari berbagai displin ilmu akan berbagi ilmu dengan para mahasiswa di Indonesia. *(faisal/sir)* xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx http://poskotanews.com/2017/02/05/profesor-malas-berkarya-tunjangan-kehormatan-akan-distop/ Profesor Malas Berkarya Tunjangan Kehormatan Akan Distop Minggu, 5 Februari 2017 — 10:33 WIB JAKARTA (Pos Kota)-Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan melakukan evaluasi kinerja dan produktivitas guru besar atau profesor di berbagai perguruan tinggi. Dari hasil evaluasi tersebut nantinya pemerintah akan mencabut tunjangan kehormatan bagi profesor yang tidak produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiah. “Evaluasi akan dilaksanakan hingga akhir 2017 mendatang. Jika sampai waktu tersebut masih ada profesor yang tidak produktif, maka tunjangan kehormatannya akan kami cabut,” kata Dirjen SDID, Ali Ghufron Mukti. Menurut Ghufron, jika seorang profesor sampai akhir 2017 tidak memperlihatkan produktifitasnya maka tunjangan kehormatannya akan dihentikan. Produktivitas salah satunya diukur melalui publikasi yang dihasilkan, terutama publikasi internasional. Untuk evaluasi kinerja dan produktivitas profesor/guru dilakukan dengan memperhitungkan karya ilmiah sejak tahun 2015 lalu. Para profesor atau guru besar sendiri sebenarnya cukup membuat publikasi di jurnal internasional sekali dalam setahun. Langkah tersebut bertujuan untuk menghasilkan SDM atau dosen yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Biasanya profesor selain mendapat gaji pokok juga mendapat tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok dan tunjangan kehormatan sebesar dua kali gaji pokok. Bagi profesor yang tidak produktif nantinya yang akan diberhentikan hanya tunjangan kehormatannya, sedangkan gelar maupun tunjangan lainnya tetap. Karena itulah Ghufron mengingatkan, kalau sampai seorang profesor tidak produktif maka nanti tunjangan kehormatannya akan dihentikan. Saat ini ketentuan masih dalam proses sosialisasi walaupun surat edarannya sudah disampaikan ke setiap perguruan tinggi.
