http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/106709/catatan.seorang.penulis.usai.jenguk.ahok
 Catatan Seorang Penulis Usai Jenguk Ahok 
http://www.netralnews.com/news/megapolitan/read/106709/catatan.seorang.penulis.usai.jenguk.ahok
 
 Minggu, 08 Oktober 2017 | 06:50 WIB

 

 Ahok ketika masih di LP Cipinang diajak foto bersama sipir penjara

 

 JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang wanita bernama Meicky Shoreamanis 
Panggabean, mendapat kesempatan tak terduga menjenguk mantan Gubernur DKI 
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atauAhok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok, yang kini mendekam di rumah tahanan 
Mako Brimob http://www.netralnews.com/news/tag/mako%20brimob, Kelapa Dua, 
Depok, Jawa Barat, untuk menjalani hukuman dua tahun penjara, atas kasus 
penistaan agama.
 Meicky Shoreamanis Panggabean adalah salah satu penulis yang dekat dengan Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok. Bahkan, pada tahun 2014 lalu, Meicky 
Shoreamanis Panggabean menuliskan pengalaman politik Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok dalam sebuah buku. Ketika itu, Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok ingin membagi pengalaman berpolitik itu 
kepada pembaca anak-anak. Meicky Shoreamanis Panggabean lah yang mempersiapkan 
buku tersebut.
 "Saya yang meminta untuk menulis buku tersebut. Awalnya beliau tidak mau 
dibuatkan buku, karena hanya menganggap itu pencitraan," ucap Meicky kepada 
Netralnews.com.
 Meicky Shoreamanis Panggabean menjenguk Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok pada Kamis (5/10/2017). Pengalaman 
menjenguk Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok ini, dia tuangkan  dalam 
sebuah catatan tersendiri yang diposting di Facebooknya, Sabtu (7/10/2017).
 Berikut catatan Meicky:
 Gue jenguk Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok diajak Mbak Kristin 
Samah lewat Mbak Ezki Suyanto. Ini dadakan. Sekedar info buat yang belum 
jenguk, tanggal jenguk itu bisa diubah-ubah, lho. Gue udah 2x terdaftar, ikut 
rombongan orang lain tapi batal melulu. Beberapa teman protes, kok mereka gak 
gue ajak. Lha...Ini nama gue dimasukkin ke rombongan tanpa sepengetahuan gue.
 Uang adalah rejeki yang paling murah. Nama gue dimasukkin 'dengan semena-mena' 
ke daftar penjenguk, jelas adalah rejeki yang lebih mahal dari uang. Apalagi 
kejadiannya bukan tanggal tua :-)
 Pas liat muka gue, Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok ngomong 
gini,"Lo udah normal,'kan? Eh, lo udah normal 'kan?" Hahahaaa...
 Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok kelihatan hepi berat ('suka 
cita', istilah yang selalu dipake Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok), dan berisik banget, ngocehhhhh 
melulu. Beliau masih ganteng (ya iyalah...), otaknya tambah keren('kan di sel 
banyak baca) dan sangat fit .
 Sebagian orang yang sering gue temui NGGAK PERNAH menunjukkan kebahagiaan yang 
kadarnya 50% kebahagiaannya Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok. 
Kelihatan banget kalo Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok tuh hanya 
tubuhnya aja yang terpenjara. Hati dan pikirannya bebas merdeka.
 Omongannya lucu, beberapa becandaannya nyeleneh dan cerita-ceritanya persis 
kayak duit Setnov: Nggak abis-abis. Topik standup comedynya luas: Dari mulai 
sashimi sampe pernikahan, dari tentang koki sampe komentar Bu Vero soal 
penyebab Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok betah tinggal di Mako 
Brimob http://www.netralnews.com/news/tag/mako%20brimob.
 Rentang ketawa gue dari mulai cengengesan sampe ngakak kenceng banget. 
Sayangnya, Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok bilang supaya yang 
diomongin jangan ditulis. Bilangnya sampe 2x, lho.
 ***
Kamis siang, seorang teman bilang,"Jangan benci sama Anies 
http://www.netralnews.com/news/tag/anies. Dia itu perpanjangan tangan Tuhan 
untuk menolong Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok."; Gue udah lama 
punya pendapat kayak gini tapi hanya di kepala. Kalimat itu nggak pernah bisa 
masuk ke hati gue.
 Kata Ravi Zacharias, doktor yang namanya jadi nama salah satu pusat studi di 
Oxford, jarak terjauh di bumi adalah jarak antara hati dan pikiran.
 Setelah lihat dengan mata kepala sendiri betapa hepi dan sehatnyaAhok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok, kalimat di atas jadi sangat mudah 
untuk diamini.
 Kita nggak perlu membenci lawan-lawan Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok. Kehidupan dan semesta udah membenci 
mereka terlebih dahulu. Mulai tanggal 16 kita akan lihat bersama-sama, 
lawan-lawan Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok ramai-ramai menggali 
kuburannya sendiri.
 Udah saatnya pendukung Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok secara 
sadar ngambil langkah kayakAhok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok: 
Memaafkan.
 Jagoan kita tubuhnya terpenjara lha kalo kita pikiran kita yang terpenjara. 
Mau sampe kapan?
 Tentu kita wajib membenci lawan-lawan Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok karena sudah membuat negara 
terpecah-belah dan bikin sesama kita jadi rasis serta kian picik. Kita harus 
membenci keberpihakan mereka pada kekuasaan dan uang, bukan pada rakyat. Mereka 
adalah pengacau dengan kualitas destruksi kelas satu. Negara di tangan mereka 
jadi seperti mainan lilin di tangan anak TK: Suka-suka gue dong mau gue bentuk 
jadi apa.
 Bencilah mereka karena keberingasannya dalam menghancurkan kualitas rakyat 
yang imbasnya pasti kita rasakan sampai ke generasi berikutnya. Gak papa, 
sah-sah aja, ini namanya sacred anger, marah saat melihat hal yang benar 
dijungkirbalikkan...
 Tapi membenci mereka karena udah bikin jagoan kita susah?
 Lahhhh... Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok gak susah. Dia lagi 
retret 2 tahun (atau 1 tahun 8 bulan. Entahlah). Anggap aja sabbatical leave.
 Gue nggak menutup mata terhadap Vero yang kehilangan suami, Daud yang nggak 
bisa curhat ke bapaknya atau Nia dan Sean yang merasa kesepian karena bokapnya 
yang doyan ngomong itu suaranya gak kedengaran lagi di rumah mereka.
 Pendukung Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok kangen ke Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok sampe mewek dan senewen, apalagi 
keluarganya. Untuk yang agak bingung kenapa Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok nanya,"Lo udah normal ya?" Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok nanya begitu karena tau bahwa gue 
sempat hampir 2 bulan nangis melulu dan ngelamun terus sampe ke tahap nggak mau 
(atau nggak bisa??) besuk.
 Nah, yang stres dan ngamuk Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok 
dipenjarakan musuh-musuhnya jelas bukan cuma gue tapi percayalah, lawan-lawan 
Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok adalah perpanjangan tangan Tuhan 
untuk menolong Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok. Satu tangan mereka 
pakai untuk menolong Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok, tangan 
satunya lagi mereka pake untuk menggali kuburannya sendiri.
 Lihat aja, tangan Fadli Zon http://www.netralnews.com/news/tag/fadli%20zon 
yang dia pake untuk ngetweet bahwa dia ngobrol panjang dengan Soeharto waktu 
2007. Tangan Jonru http://www.netralnews.com/news/tag/jonru yang dipake 
mengetik fitnahan dan seruan provokatif. Tangan-tangan yang ngetik WA untuk 
minta jatah preman ke gubernur baru, berdebat tentang cara nilep yang cepat, 
menghubungi konsultan untuk diskusi tentang teknik pencitraan...
 Kebenaran punya caranya sendiri untuk hadir.
Kita lihat mulai 16 Oktober. Catat satu-satu. Ini akan jadi pelajaran menarik: 
Hidup nggak melulu tidak adil, kok.'Hukum karma', begitu kata sebagian orang. 
'Hukum tabur tuai', begitu istilah yang dipake sebagian yang lainnya.
 Gusti ora sare.
 Mereka akan bergelimpangan satu demi satu. Ini udah mulai kok, lo liat sendiri 
'kan??? Dan saat mereka jatuh, Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok 
lagi senang-senang, mengasah kemampuan standup comedynya di depan banyak grup 
saat hari-hari jenguk, membalas surat fansnya yang datang dari berbagai umur, 
menyantap makanan dan melahap buku-buku mahal best seller yang didapatnya 
secara gratisan dari fansnya...
 Ahok http://www.netralnews.com/news/tag/ahok akan keluar dengan tjahaja yang 
semakin terang.
 Dan musuh-musuhnya akan menyesal 7 turunan kenapa mereka memenjarakan Ahok 
http://www.netralnews.com/news/tag/ahok.
 Percayalah."
 
 Meicky Shoreamanis Panggabean
Sabtu, 7 Oktober 2017, 8.29 WIB.
 

Kirim email ke