https://www.merdeka.com/politik/politisi-pks-duga-jokowi-manfaatkan-jenderal-gatot-raup-suara-umat-islam-di-2019.html


*Politisi PKS duga Jokowi minta Jenderal Gatot dekati umat Islam demi 2019*

Sabtu, 7 Oktober 2017 17:03 Reporter : Supriatin
<https://www.merdeka.com/reporter/supriatin/>


Pelantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. ©2015 merdeka.com/arie basuki

*Merdeka.com - *Anggota Komisi III DPR *Nasir Djamil
<http://profil.merdeka.com/indonesia/m/muhammad-nasir-djamil/berita/>*
menduga Presiden *Joko Widodo
<http://profil.merdeka.com/indonesia/j/joko-widodo/berita/>* sengaja
membiarkan Panglima TNI Jenderal *Gatot Nurmantyo
<http://profil.merdeka.com/indonesia/g/gatot-nurmantyo/berita/>* memainkan
manuver politik. Ini untuk mempersiapkan strategi jelang Pilpres 2019.

"Enggk mungkin dia (Gatot Nurmantyo) selonong begitu saja," kata Nasir di
Warung Daun, Cikini, *Jakarta* <http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>,
Sabtu (7/10).

Nasir juga menduga, Jokowi meminta Gatot Nurmantyo untuk mendekati umat
Islam. Sehingga dukungan umat Islam di Pilpres 2019 mengalir ke Gatot.
"Bisa saja Gatot Nurmantyo disuruh dekati umat Islam," ucap Politikus PKS
ini.

Setelah mendapat dukungan suara dari umat Islam, Jokowi menggandeng Gatot
untuk menjadi calon wakilnya di Pilpres 2019. "Karena terus terang saja,
Presiden Jokowi dikenal atau ada persepsi tidak dekat dengan umat Islam.
Sehingga barangkali dia perlu cari figur, bisa saja perlu melihat kedalaman
Gatot Nurmantyo," ujar Nasir.

Terpisah, pengamat komunikasi politik Hendri Satrio juga menduga Jokowi
merestui manuver politik Gatot Nurmantyo. Apalagi Jusuf Kalla sudah
menyatakan tidak akan maju di Pilpres 2019. Dari situ, Jokowi disebut-sebut
harus mencari figur baru.

"Kalau memang dilarang itu pasti Presiden akan melarang. Tapi ini seperti
mengizinkan panglima melakukan manuver itu. Jangan-jangan ini untuk Wapres.
Jangan-jangan tanpa sepengetahuan kita Presiden panggil (Panglima TNI),"
imbuhnya.

Hendri melihat, manuver Panglima TNI Jenderal Gatot dan Kapolri Jenderal
(Pol) Tito Karnavian hampir serupa. Keduanya sama-sama mencari dukungan
umat Islam. Tentu itu sebagai persiapan memasuki tahapan Pilpres 2019.

"Coba kita liat, Gatot narik Islam, Tito narik Islam, Sri Mulyani narik
pajak gede banget. Saya rasa konstelasi semua ini ada sutradaranya,"
ucapnya. *[noe]*

Kirim email ke