From: Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 
Sent: Monday, October 9, 2017 11:27 AM

  





https://www.merdeka.com/politik/politisi-pks-duga-jokowi-manfaatkan-jenderal-gatot-raup-suara-umat-islam-di-2019.html



Politisi PKS duga Jokowi minta Jenderal Gatot dekati umat Islam demi 2019

Sabtu, 7 Oktober 2017 17:03 Reporter : Supriatin 




 Pelantikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. ©2015 merdeka.com/arie basuki 

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menduga Presiden Joko Widodo 
sengaja membiarkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memainkan manuver 
politik. Ini untuk mempersiapkan strategi jelang Pilpres 2019.

"Enggk mungkin dia (Gatot Nurmantyo) selonong begitu saja," kata Nasir di 
Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (7/10).

Nasir juga menduga, Jokowi meminta Gatot Nurmantyo untuk mendekati umat Islam. 
Sehingga dukungan umat Islam di Pilpres 2019 mengalir ke Gatot. "Bisa saja 
Gatot Nurmantyo disuruh dekati umat Islam," ucap Politikus PKS ini.

Setelah mendapat dukungan suara dari umat Islam, Jokowi menggandeng Gatot untuk 
menjadi calon wakilnya di Pilpres 2019. "Karena terus terang saja, Presiden 
Jokowi dikenal atau ada persepsi tidak dekat dengan umat Islam. Sehingga 
barangkali dia perlu cari figur, bisa saja perlu melihat kedalaman Gatot 
Nurmantyo," ujar Nasir.

Terpisah, pengamat komunikasi politik Hendri Satrio juga menduga Jokowi 
merestui manuver politik Gatot Nurmantyo. Apalagi Jusuf Kalla sudah menyatakan 
tidak akan maju di Pilpres 2019. Dari situ, Jokowi disebut-sebut harus mencari 
figur baru.

"Kalau memang dilarang itu pasti Presiden akan melarang. Tapi ini seperti 
mengizinkan panglima melakukan manuver itu. Jangan-jangan ini untuk Wapres. 
Jangan-jangan tanpa sepengetahuan kita Presiden panggil (Panglima TNI)," 
imbuhnya.

Hendri melihat, manuver Panglima TNI Jenderal Gatot dan Kapolri Jenderal (Pol) 
Tito Karnavian hampir serupa. Keduanya sama-sama mencari dukungan umat Islam. 
Tentu itu sebagai persiapan memasuki tahapan Pilpres 2019.

"Coba kita liat, Gatot narik Islam, Tito narik Islam, Sri Mulyani narik pajak 
gede banget. Saya rasa konstelasi semua ini ada sutradaranya," ucapnya. [noe]




Kirim email ke