Dari mana “presiden Jokowi ngeramal”?
Gak ada dalam artikel ini bilang presiden Jokowi ngeramal.
Ente yg memfitnah presiden Jokowi ngeramal!
Seperti ente memfitnah PWC ngeramal!
Sudah dari asalnya ente ini punya problem pribadi!
Kalo gak suka sama orang krn beda pendapat, lalu oon oon, nuduh, fitnah,
vampire2 orang lain!!!
JELAS SEKALI ENTE YANG NGRAMAL BAHWA INDONESIA TIDAK AKAN BISA JADI KEKUATAN
EKONOMI DUNIA!!!!!!
KENAPA? KARENA ENTE SELALU MENGEJEK2 INDONESIA!!!!
Nesare
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, October 17, 2017 6:48 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Membedah prediksi Presiden Jokowi, 2045 ekonomi Indonesia
terbesar ke-4 dunia
Presiden Jokowi ternyata bisa ngeramal juga kayak PWC, ck ck ck.
Kali ini th 2045, mundur lagi 15 th dari ramalan PWC
---
Membedah prediksi Presiden Jokowi, 2045 ekonomi Indonesia terbesar ke-4 dunia
<https://www.merdeka.com/uang/membedah-prediksi-presiden-jokowi-2045-ekonomi-indonesia-terbesar-ke-4-dunia.html>
Membedah prediksi Presiden Jokowi, 2045 ekonomi Indonesia terbesar ke-4 ....
Harwanto Bimo Pratomo
Let's be smart. Presiden Joko Widodo memprediksi, pada 2045, ekonomi Indonesia
akan memasuki era keemasan. Di ma...
Selasa, 10 Oktober 2017 06:00Reporter :
<https://www.merdeka.com/reporter/harwanto-bimo-pratomo/> Harwanto Bimo Pratomo
*
*
*
* 7
SHARES
<https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2017/10/09/895601/670x335/membedah-prediksi-presiden-jokowi-2045-ekonomi-indonesia-terbesar-ke-4-dunia.jpg>
Jokowi jalan kaki ke acara HUT ke-72 TNI. ©REUTERS/Beawiharta
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo memprediksi, pada 2045, ekonomi Indonesia
akan memasuki era keemasan. Di mana, Indonesia akan menempati posisi ke-4
terbesar dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
"Diperkirakan pendapatan akan mencapai USD 29.000 per kapita dan akan menjadi
empat besar ekonomi terkuat di dunia, setelah China, India, Amerika Serikat dan
Indonesia," ujar presiden, kemarin.
Prediksi ini akan menjadi kenyataan jika didukung dengan stabilitas politik,
keamanan, harga komoditas, dan pertumbuhan ekonomi dunia. Prediksi tersebut
berdasarkan kajian Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator
Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Bambang
Brodjonegoro.
Apa modal Indonesia untuk menjadi empat negara ekonomi terbesar? Berdasarkan
prediksi ketiga menteri jagoan ekonomi Presiden
<http://profil.merdeka.com/indonesia/j/joko-widodo/berita/> Jokowi itu, pada
2045 jumlah penduduk Indonesia ada kurang lebih 309 juta. Kedua, pertumbuhan
ekonomi akan berada di 5 persen sampai 6 persen.
Ketiga, Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai USD 9,1 triliun. Keempat, income
per kapita mencapai USD 29.000 di mana saat ini berada USD 3.500-an.
Tantangan
Namun, realisasi prediksi ini bukan tanpa tantangan. Beberapa diantaranya ialah
penguasaan pasar saham oleh investor dalam negeri. Penguasaan saham oleh
investor lokal membuat perekonomian Indonesia aman dari dana keluar (outflow)
akibat gejolak dunia.
Mantan Wakil Kepala Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rahmat
Waluyanto, mengatakan saat ini kepemilikan asing di pasar modal Indonesia masih
mencapai 60 persen.
Tantangan lain ialah kondisi infrastruktur. Hal ini diakui oleh Menteri Bambang
Brodjonegoro. Maka dari itu, pemerintah saat ini tengah mendorong reformasi
struktural.
"Terus terang kita butuh kerja keras untuk menjadi negara maju di masa datang.
Indonesia jelas (butuh) banyak (pembenahan). Infrastruktur kita masih
ketinggalan, kualitas SDM masih harus diperbaiki, anggaran harus dirapihin.
Pokoknya kami perlu transformasi struktural," tuturnya.
Menteri Bambang menambahkan kemiskinan juga menjadi permasalahan untuk
menjadikan ekonomi Indonesia besar. Maka dari itu, Presiden Jokowi
memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga pangan sebagai salah
satu cara menekan angka kemiskinan.
"Pangan menjadi kunci bagi kesejahteraan rakyat, kalau harga pangan naik, akan
ada goncangan sosial karena itu tugas kita bersama untuk menjaga stabilitas
harga pangan," kata Presiden Jokowi.
Solusi
Selain pangan, guna menjadi ekonomi terbesar ke-4, Presiden Jokowi juga telah
menyusun peta jalan untuk tiga dekade ke depan. Di mana, pada 10 tahun pertama,
ialah membangun infrastruktur. Inilah yang sedang dikerjakan oleh Pemerintahan
Jokowi-Jusuf Kalla.
"Ini betul-betul harus fokus dan harus diselesaikan, karena dengan inilah kita
akan bisa memperkuat daya saing (competitiveness) kita. Biaya logistik, biaya
transportasi, akan jatuh lebih murah, sehingga nantinya harga-harga juga bisa
bersaing dengan produk-produk dari luar," terang Presiden Jokowi.
10 Tahun selanjutnya ialah masuk pada industri pengolahan. Presiden Jokowi
meminta Indonesia tidak lagi menjual bahan mentah. "Setop! Harus sudah tidak
ada lagi, semuanya harus barang minimal setengah jadi. Syukur kalau kita bisa
push, agar kita mengekspor itu dalam bentuk barang jadi semuanya. Kelapa sawit,
jangan sampai nanti kita ngirimnya CPO terus. Setop," tegas Presiden Jokowi.
10 Tahun terakhir ialah waktunya Indonesia memaksimalkan industri jasa. Akan
tetapi, Presiden Jokowi mengingatkan agar dalam memasuki industri jasa
masyarakat tidak harus menunggu, dan lakukan saat ini juga. Pariwisata,
lanjutnya, akan menjadi sektor jasa menjanjikan di masa depan.
"Masuklah anak-anak muda ke industri ini, karena industri ini akan menjanjikan.
Yang kedua yang berkaitan dengan life style, ini akan berkembang di negara
kita. Yang berkaitan dengan retail, media, kuliner, online store ini akan
berkembang pesat sekali. Dan ini anak-anak muda yang bisa," tutur Presiden
Jokowi.
Hal ini sejalan dengan kajian Bank Dunia yang optimistis bahwa upaya
berkelanjutan untuk mengembangkan pariwisata dan manufaktur akan menghasilkan
lebih banyak pekerjaan, meningkatkan pendapatan ekspor, dan semakin mendukung
pertumbuhan.
"Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan industri pariwisata kelas
dunia," kata Manager Bank Dunia untuk Makroekonomi dan Manajemen Fiskal di
kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, Ndiame Diop.
[bim]