----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada: '[email protected]' <[email protected]>; 'Sunny ambon' <[email protected]>Terkirim: Jumat, 27 Oktober 2017 04.50.15 GMT+2Judul: [GELORA45] Menkeu: Persoalan Saat Ini adalah Lapangan Pekerjaan
Ini postingan berulang ulang yang saya sampaikan. Dari sudut pandang saya sebagai orang awam penyelesaian masalah lapangan pekerjaan sangat simple lewat dana desa. Kenapa saya bilang simple, karena dana desa yang diluncurkan 60 Triliun sudah bisa menjawab masalah lapangan pekerjaan lebih dari 65 % . Dimana bisnis online sudah bisa melaksanakan secara berkesinambungan. Pemerintah membuat UMKM dan Koperasi desa lalu mengangkat tenaga kerja yang mampu memasarkan lewat online. Misalnya 1. Suatu desa yang bisa memproduksi bawang merah, kacang, jagung, kedelai, padi dimana para pemarket bisa memasarkan lewat online yang di share dengan transport online 2. Suatu desa yang membudidayakan jamur merang dan mengolahnya menjadi bakso, sate, soto dll lalu para pemarket memasarkan secara online UMKM dan koperasi disamping mensejahtrakan anggota dan karyawannya juga bisa menampung tenaga kerja. Hitung saja di Indonesia ada 20.000 desa dan 1 UMKM manampung 5 orang tenaga kerja 20.000 x 5 orang= 100.000 tenaga Semakin besar dana desa yang dipakai semakin besar tenaga kerja yang diserap. From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, October 27, 2017 7:57 AM Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Menkeu: Persoalan Saat Ini adalah Lapangan Pekerjaan http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/10/26/oyfthn409-menkeu-persoalan-saat-ini-adalah-lapangan-pekerjaan Kamis , 26 October 2017, 22:53 WIB Menkeu: Persoalan Saat Ini adalah Lapangan Pekerjaan Red: Andri Saubani Republika/ Yasin Habibi Menteri Keuangan Sri Mulyani. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, persoalan saat ini yang perlu dicarikan solusi adalah menyangkut lapangan pekerjaan. "Presiden (Joko Widodo) menilai persoalan sekarang adalahemployment. Bagaimana masyarakat bisa bekerja dan bisa mendapatkan pendapatan," ucap Sri Mulyani, Kamis (26/10). Terkait perkembangan arus teknologi, ia mencontohkan bagaimana proses bisnis yang dilakukan PT Go-Jek Indonesia mampu memberikan solusi bagi permasalahan di bidangunderemployment atau kelompok pekerja yang ingin bekerja lebih banyak tetapi tidak bisa. "Go-Jek memanfaatkan lapangan kerja mereka yang underemployed. Ini menunjukkan adanya kesempatan kerja baru yang muncul," ucap Sri Mulyani. Kemudian, lanjut dia, penyelesaian persoalan lapangan pekerjaan dari sisi pemerintah dilakukan melalui, misalnya, pemanfaatan dana desa sebesar Rp 60 triliun. "Dana desa Rp 60 triliun kalau pemanfaatannya untuk membuat lapangan kerja baru maka bisa meningkatkan kesejahteraan. Masalah APBN bukan pada uangnya, namun bagaimana menggunakan uangnya itu," ucap dia. Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kata Sri, juga mempelajari pengaruh perkembangan arus teknologi yang memunculkan ekonomi digital terhadap pengalokasian anggaran belanja dan program-program pemerintah. "Kami akan lihat arahnya ke mana, dan arus teknologi itu bisa tidak membuat alokasi itu berubah atau cara membelanjakannya berubah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mantan direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, pemerintah akan mempelajari pengaruh ekonomi digital terutama dalam rangka belanja kementerian dan lembaga maupun transfer daerah. Sri Mulyani mengakui bahwa kemunculan teknologi mengharuskan pemerintah untuk terbuka pikirannya mengenai desain APBN, program, dan perencanaan.
