56 Etnis Suku di China: “Orang Hakka” 
http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/ By Sophie 
http://baltyra.com/author/sophie/ on 11 June, 2010Viewed 41396 times, 3 times 
today | 26 Comments 
http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/#comments |

 
     
mailto:?subject=BALTYRA%20%3A%2056%20Etnis%20Suku%20di%20China%3A%20%26quot%3BOrang%20Hakka%26quot%3B&body=I%20recommend%20this%20page%3A%2056%20Etnis%20Suku%20di%20China%3A%20%26quot%3BOrang%20Hakka%26quot%3B.%0AYou%20can%20read%20it%20on%3A%20http%3A%2F%2Fbaltyra.com%2F2010%2F06%2F11%2F56-etnis-suku-di-china-orang-hakka%2F
 
 Sophie
 

 Sophie’s Note : Orang Hakka bukanlah Etnis suku di China, tetapi merupakan 
bagian dari Etnis Suku Han. Mengenali orang Hakka yang telah banyak melahirkan 
pemimpin dunia. Sedikit cerita lain dari sub-sub suku di China.
 Selain 56 etnis Suku di China, masih terdapat banyak Sub Suku lainnya di 
China. Salah satunya yang terkenal adalah Orang Hakka. Hakka mempunyai arti 
keluarga pendatang dimana hak = tamu/pendatang dan ka = keluarga.
 Orang-orang Hakka dalam bahasa mandarin: 客家人Kèjiā ren, adalah Suku Han China 
yang berbicara dalam bahasa Hakka, tersebar di provinsi GuangZhou, JiangXi, 
Fujian. Provinsi Fujian merupakan daerah pusat pembentukan orang Hakka, dan 
mendapat julukan sebagai Tanah Leluhur Orang Hakka.
 Di Indonesia orang hakka banyak terdapat di Aceh, Bangka-Belitung, Jawa, serta 
Kalimantan Barat. Orang Hakka juga tersebar merata hampir di seluruh dunia.
 Orang Hakka mempunyai bahasa sendiri yaitu bahasa Ke. Bahasa Ke ini salah satu 
dari 7 bahasa daerah utama yang digunakan dalam bahasa suku China. Di Indonesia 
bahasa Ke ini dikenal sebagai Kejia atau bahasa Khek.
 Dikenal sebagai orang-orang yang rajin dan ulet bekerja. Julukan ini kilas 
balik ke jaman dahulu. Orang Hakka hidup berpindah pindah, dari tanah yang satu 
ke tanah yang lain, oleh sebab itu mereka dinamakan keluarga pendatang, mereka 
membuka tanah di daerah yang berbukit, menjadikan daerah tersebut subur dan 
berkembang. Selain itu mereka adalah pedagang yang handal, jika ada pepatah 
mengatakan orang China adalah orang-orang yang rajin dan ulet, orang-orang 
Hakka ini dua kali lipat daripada orang-orang China kerajinan dan keuletannya, 
pantang menyerah. Tidak mengenal perbedaan gender, wanita dan lelaki Hakka sama 
sama harus bekerja.
 Dunia mengenal pemimpin China Modern, Dr Sun Yat Sen. Bapak Republik China ini 
adalah orang Hakka, begitu juga Deng Xiaoping, salah satu pemimpin China yang 
membawa China membuka diri memasuki era kebebasan, sehingga China menjadi 
negara maju.
 Siapa yang tidak mengenal Lee Kuan Yew, juga anaknya Lee Hsien Loong, Perdana 
Menteri Singapore saat ini, mereka adalah keturunan orang Hakka. Perdana 
menteri Thaksin Shinawatra adalah orang Hakka dari propinsi Chiang Mai,  Ex 
Gubernur Jendral Canada Adriane Clarkson adalah keluarga Hakka yang terkenal di 
Canada, keluarga Poy.
 Actor Chow Yun Fat adalah orang Hakka, begitu juga Tjong A Fie, pengusaha 
terkenal dari Medan pada tahun 1900. Corazon Aquino juga keturunan orang Hakka, 
pengusaha Prayogo Pangestu dan Marie Pangestu.  Gus Dur dan Yusril Ihza 
Mahendra pernah menjadi penasehat orang-orang Hakka di Indonesia.
 Mengapa orang-orang Hakka tersebar di seluruh dunia ?
 Pada abad ke 19, terjadi pemberontakan Taiping di China. Pemimpin 
pemberontakan ini adalah orang Hakka yaitu Hong Xiuquan, pemberontakan ini 
hampir menjatuhkan Dinasti Qing. Setelah pemberontakan ini ditumpas oleh 
Pemerintah Qing, terjadi tekanan terhadap orang-orang Hakka. Tidak lama 
kemudian, terjadi lagi perang etnis yang mengakibatkan kematian berjuta orang 
dan paling berdarah di China. Pertentangan orang-orang Hakka dengan orang-orang 
di propinsi menjadikan banyak orang Hakka yang keluar dari daerah dan merantau 
ke seluruh dunia. Menjadikan populasi orang Hakka tersebar hampir di seluruh 
dunia.
 Situasi dalam negeri China dengan banyaknya tekanan yang dialami orang-orang 
Hakka, mengakibatkan orang Hakka lebih mudah beradaptasi dengan kepahitan 
hidup. Mereka menjadi lebih progresif dan mempunyai pikiran yang lebih bebas, 
dan keinginan maju, menuntut perubahan dalam kehidupan. Pemikiran orang-orang 
Hakka yang tidak mempertahankan adat dan tradisi yang lama, banyak pelopor2 ide 
baru adalah orang-orang Hakka.
 Di Indonesia, komunitas orang Hakka terbesar adalah Kalimantan Barat. Mereka 
mendarat di Kalimantan pada abad ke 19. Orang Hakka dari Propinsi GuangZhou 
mendirikan Republik LanFang yang berdiri selama 107 tahun, dan mempunyai 10 
Presiden, hingga diambil alih oleh Belanda pada tahun 1884.
 Populasi orang Hakka terbesar kedua adalah di pulau Bangka Belitung. Mereka 
mendarat pertama kali pada tahun 1700 dari Propinsi GuangZhou. Orang Hakka 
berbaur dengan penduduk melayu setempat, ada yang bekerja di pertambangan 
timah, dan ada juga yang membuka toko kelontong.
 Tu Lou
 Di China salah satu peninggalan orang Hakka yang sampai saat ini masih ada dan 
menjadi salah satu warisan utama dunia UNESCO adalah rumah orang Hakka.
 Tu Lou mempunyai arti rumah tanah. Dibangun sejak abad ke 12, Tu Lou terletak 
di bagian barat daya Propinsi Fu Jian di selatan China. Mempunyai bentuk bulat, 
persegi panjang atau empat segi. Hanya mempunyai satu pintu masuk dan di lantai 
pertama tidak terdapat jendela, untuk menghindari masuknya perampok.
 Untuk melindungi diri terhadap perampok dan binatang liar, mereka mengunakan 
tanah liat dan kayu, membangun tempat yang tinggi, bangunan bertingkat 
melingkar di mana seluruh keluarga atau klan bisa hidup bersama. Inilah rumah 
tanah yang kita lihat sekarang ini. Bangunan ini dianggap sebagai keajaiban 
oleh ribuan ahli, sarjana dan pengunjung yang telah terpesona oleh keindahan 
bangunan ini.
 Rumah tanah ini adalah benteng untuk melindungi diri orang Hakka melawan 
musuh. Selain lorong-lorong aneh, rumah tanah ini memiliki fungsi pencegahan 
kebakaran, menjaga terhadap binatang liar dan memiliki ventilasi dan 
pencahayaan yang baik, selain itu tahan terhadap gempa bumi. Tu Lou ini 
mempunyai keistimewaan, hangat sewaktu musim dingin, dan dingin sewaktu musim 
panas.
 Tu Lou terdiri dari bangunan yang dikelilingi oleh lorong2 yang besar yang 
menampung ratusan kamar.  Dengan semua ruang, gudang, sumur dan kamar tidur di 
dalam, fungsi bangunan besar seperti hampir seperti kota benteng kecil.
 Ukuran bangunan ini ada yang kecil, menengah dan besar. Yang kecil dengan 
ketinggian tembok 1 – 2 M, hanya memiliki satu lorong dan diisi dengan 21-28 
kamar. Ukuran menengah dengan tinggi 3 – 4 M dengan ruang terbuka yang besar , 
ada yang memiliki satu lorong atau 2 lorong, berisi 30-40 kamar. 
Bangunan-bangunan bulat yang lebih besar biasanya memiliki ketinggian 4- 5 M 
yang terdiri dari sebanyak tiga putaran memiliki sekitar 42-58 kamar.  Ada lagi 
bangunan bulat sangat kecil memiliki sekitar 12-18 kamar.
 Luas Tu Lou ini sekitar 10.200 m2 dan yang terbesar mencapai 40.000 m2 dengan 
ketinggian 3-4 lantai dan ketebalan dinding mencapai 1,8 m, dan ditinggali 
sebanyak 800 orang.
 Ingatkah pembaca dengan film KungFu Hustle ? Tempat tinggal para penjahat 
menyerupai Tu Lou.
 Salah satu Tu Lou yang terkenal adalah Tsap Hing , dibangun pada tahun 1419 
mengunakan bambu dan tanah liat, dengan diameter 66 M, ketebalan tembok 1, 6 M, 
terdiri dari 4 tingkat, mempunyai 247 kamar. Tsap Hing Tu Lou terletak di desa 
ChuXi, Yong Ding.
 Tu Lou yang tertua adalah Fu Xing Lou terdapat di kota Le Hu dibangun lebih 
dari 1200 tahun lalu, menjadi fosil hidup saksi karya arsitektur orang Hakka.
 Lebih dari dua puluh ribu dari rumah-rumah ini masih berdiri hari ini, sepuluh 
di antaranya berusia lebih dari 600 tahun. Sebagian Tu Lou masih dijadikan 
tempat tinggal oleh orang Hakka, banyak juga kaum muda yang tidak menyukai 
tinggal di Tu Lou, dan pindah ke apartment modern.
 Hakka Tulou terbagi menjadi :
 Hongkeng Tulou Cluster dikenal sebagai Desa Budaya Yongding Hakka, terletak di 
kota Hukeng. Tu Lou terlengkap dan masih terawat dengan baik. Ada hampir 100 Tu 
Lou didesa ini, berdiri di sepanjang tepian sungai.
 Chengqilou Tu Lou terbesar di Yongding County, dijuluki “the King of Tulou” 
berumur hampir 300 tahun, mempunyai 400 kamar, dan pernah dipergunakan oleh 80 
keluarga hidup bersama.
 Tianluokeng Tulou Cluster, terletak di Shangban Village, Shuyang Town, 
mempunyai 4 Tu Lou bulat dan 1 Tu Lou tanah persegi panjang. Tu Lou ini salah 
satu yang terkenal, Tu Lou ini mempunyai istilah Si Cai Yi Tang, 4 sayur dan 1 
sup.
 Yuchang Lou, terletak di Desa Xiaban, Fuyulou dibangun pada 1308 dan merupakan 
salah satu Tu Lou tertua. Terkenal dengan bangunan lima pilar.
 Changjiao Ancient Village, desa kuno yang indah ini diberi nama dari Jembatan 
Changjiao yang menghubungkan Heguilou dan Huaiyuanlou. Sepanjang tepi sungai 
adalah pohon beringin kuno, bangunan kuno dan petak-petak lahan pertanian. 
Berjalan melalui desa ini akan membawa anda kembali ke masa silam.
 Eryilou, dibangun pada tahun 1770, disebut Raja dari 1.000 Tulou. Dengan 
diameter bidang 73,4 meter, rumah Eryilou terdapat 192 kamar terdiri dari 4 
lantai, dan mempunyai halaman dengan luas 600 meter persegi. Eryilou ini 
selamat dari pengepungan musuh selama 3 bulan, mortil yang ditembakkan hanya 
meruntuhkan sebagian dinding luar.
 Adakah pembaca dan penulis Baltyra yang keturunan orang Hakka ? Jika ada, 
Yup..kalian adalah keturunan orang-orang hebat yang telah menorehkan nama dalam 
sejarah di China dan Dunia.
 https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/12.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/12.jpg 
https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/14.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/14.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/18.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/18.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/19.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/19.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/20.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/20.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tsap-Hing.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tsap-Hing.jpg 
https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-1.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-1.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-2.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-2.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-3.jpg  
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-4.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-4.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-5.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-5.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-6.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-6.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-7.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-7.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-8.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-8.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-11.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-11.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-12.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-12.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-15.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-15.jpg 
https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-16.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-16.jpg 
https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-17.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-17.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-3.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-3.jpg 
https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-4.jpg
 http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-4.jpg 
https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-5.jpg
 https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Village-2.jpg
 

 Referensi:
 Unesco
 TonyWP
 FujianTulou
 OrangHakka
 Picture by Jack, Susan, Richard.

 

Read more: 
http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/#ixzz4xKju5sqz 
http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/#ixzz4xKju5sqz

 

Kirim email ke