---------- Forwarded message ----------
From: "kh djie [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
Date: 3 Nov 2017 12:48 p.m.
Subject: Re: [GELORA45] “Orang Hakka”
To: "Gelora45" <[email protected]>
Cc:


>
> Dulu itu orang Hokkian ada yang tidak suka pada orang Hakka. Mungkinkah
> karena kalah bersaing dalam perdagangan.
> Orang Hakka dulu lebih dikenal sebagai orang Khek, atau Kheklang.
> Yang tidak suka bikin poyokan terhadap Kheklang, Bar nyekek ngilang, Habis
> makan menghilang.
> Waktu saya ajak teman sekuliah nginap 2 bulan di orang tua saya untuk
> kerja praktek di pabrik gula, ibu saya bertanya,
> lha temanmu itu orang Khek ?
> Saya bilang, ya, orang khek, teman dekat. Rupanya ibu masih terpengaruh
> pendapat kalau orang hokkian itu ramah,
> jujur, terpelajar, jauh di atas suku2 di Tiongkok lainnya.
> Orang Hakka datang dari Tiongkok utara. Tiap kali pasukan asing dari utara
> Tiongkok makin menduduki Tiongkok, tiap kali
> orang Hakka berpindah tempa ke Selatan. Tetapi mereka termasuk pendatang
> baru. Pendatang lama sudah menduduki
> tempat2 yang subur. Jadi orang Hakka kebagian tempat tidak subur dan di
> gunung2. Sampai2 dikatakan di tiap gunung
> pasti ada orang Hakkanya.
> Yang menyebabkan banyak orang Hakka keluar dari Tiongkok dalah kekalahan
> Pembrontakan Taiping lawan dinasti Manchu
> yang kepala pembrontak Taiping orang Hakka dan waktu terjadi pewrang Suku
> Punti, penduduk lama Guangdong lawan Hakka.
> Dulu2nya emigrasi orang Tiongkok ke luar negeri dilarang. Tetapi waktu
> Tiongkok kalah perang di Perang Candu, keizer dinasti
> Manchu dipaksa di Traktat Peking, harus mengijinkan warganya dengan
> keluarganya beremigrasi keluar Tiongkok.
> Ini terjadi karena perbudakan sudah dihapus, sedangkan tenaga kerja
> diperlukan  banyak setelah revolusi industri banyak
> mendatangkan untung. Kapital tersedia banyak sekali, berlimpah-limpah,
> tetapi tidak cukup tenaga kerja.Nah, dengan traktat
> Peking itu dapat diperoleh tenaga kerja berlimpah limpah dan murah.
> Di Tiongkok, keadaan ekonomi memburuk, pemerintahnya harus keluar banyak
> uang bayar kerugian perang, dengan antara
> lain menaikkan pajak bagi rakyat.Rakyat makin miskin karena kalau dulu
> petani2 punya penghasilan samping dari bertenun sehabis
> kerja di sawah, sekarang tenunannya tidak laku, kalah bersaing dengan
> tekstil import dari Inggris.
> Juga penghasilan dari teh menurun drastis, karena bibit teh dan teknologi
> pengolahan daun teh dicuri orang Inggris Robert Fortune
> yang dibayar British East Indian Company untuk ditanam di India.
> Perang2, kelaparan, ekonomi yang memburuk menyebabkan banyak emigrasi
> terutama dari golongan hakka yang dikejar kejar dinasti
> Manchu. Jadi banyak yang ke tambang emas di Amerika, Borneo, ke tambang
> timah Bangka Bilitung, di tembakau Deli.
> Waktu daerah Purworejo, keumn, Kutoarjo dibeli Belanda dari bupati
> setempat untuk bangun perkebunan, petani daerah itu kehilangan
> tanah garapan. Petani  yang tadinya tidak mau pindah kerja di Deli,
> terpaksa mau kerja di Deli atau ditransmigrasikan ke Suriname.
> Buat Belanda murahan pakai kuli kontrak dari jawa dari pada
> mendatangkannya dari Tiongkok, yang ongkos kapalnya mahal.
>
>
> 2017-11-03 3:56 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
> [email protected]>:
>
>>
>>
>>
>>
>> 56 Etnis Suku di China: “Orang Hakka”
>> <http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/>
>>
>> By Sophie <http://baltyra.com/author/sophie/> on 11 June, 2010Viewed
>> 41396 times, 3 times today | 26 Comments
>> <http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-orang-hakka/#comments>
>>  |
>>
>>
>> <?subject=BALTYRA%20%3A%2056%20Etnis%20Suku%20di%20China%3A%20%26quot%3BOrang%20Hakka%26quot%3B&body=I%20recommend%20this%20page%3A%2056%20Etnis%20Suku%20di%20China%3A%20%26quot%3BOrang%20Hakka%26quot%3B.%0AYou%20can%20read%20it%20on%3A%20http%3A%2F%2Fbaltyra.com%2F2010%2F06%2F11%2F56-etnis-suku-di-china-orang-hakka%2F>
>>
>> *Sophie*
>>
>>
>> *Sophie’s Note : Orang Hakka bukanlah Etnis suku di China, tetapi
>> merupakan bagian dari Etnis Suku Han. Mengenali orang Hakka yang telah
>> banyak melahirkan pemimpin dunia. Sedikit cerita lain dari sub-sub suku di
>> China.*
>>
>> Selain 56 etnis Suku di China, masih terdapat banyak Sub Suku lainnya di
>> China. Salah satunya yang terkenal adalah Orang Hakka. Hakka mempunyai arti
>> keluarga pendatang dimana hak = tamu/pendatang dan ka = keluarga.
>>
>> Orang-orang *Hakka* dalam bahasa mandarin: 客家人*Kèjiā ren, *adalah Suku
>> Han China yang berbicara dalam bahasa Hakka, tersebar di provinsi
>> GuangZhou, JiangXi, Fujian. Provinsi Fujian merupakan daerah pusat
>> pembentukan orang Hakka, dan mendapat julukan sebagai Tanah Leluhur Orang
>> Hakka.
>>
>> Di Indonesia orang hakka banyak terdapat di Aceh, Bangka-Belitung, Jawa,
>> serta Kalimantan Barat. Orang Hakka juga tersebar merata hampir di seluruh
>> dunia.
>>
>> Orang Hakka mempunyai bahasa sendiri yaitu bahasa Ke. Bahasa Ke ini salah
>> satu dari 7 bahasa daerah utama yang digunakan dalam bahasa suku China. Di
>> Indonesia bahasa Ke ini dikenal sebagai Kejia atau bahasa Khek.
>>
>> Dikenal sebagai orang-orang yang rajin dan ulet bekerja. Julukan ini
>> kilas balik ke jaman dahulu. Orang Hakka hidup berpindah pindah, dari tanah
>> yang satu ke tanah yang lain, oleh sebab itu mereka dinamakan keluarga
>> pendatang, mereka membuka tanah di daerah yang berbukit, menjadikan daerah
>> tersebut subur dan berkembang. Selain itu mereka adalah pedagang
>> yang handal, jika ada pepatah mengatakan orang China adalah orang-orang
>> yang rajin dan ulet, orang-orang Hakka ini dua kali lipat daripada
>> orang-orang China kerajinan dan keuletannya, pantang menyerah. Tidak
>> mengenal perbedaan gender, wanita dan lelaki Hakka sama sama harus bekerja.
>>
>> Dunia mengenal pemimpin China Modern, Dr Sun Yat Sen. Bapak Republik
>> China ini adalah orang Hakka, begitu juga Deng Xiaoping, salah satu
>> pemimpin China yang membawa China membuka diri memasuki era kebebasan,
>> sehingga China menjadi negara maju.
>>
>> Siapa yang tidak mengenal Lee Kuan Yew, juga anaknya Lee Hsien Loong,
>> Perdana Menteri Singapore saat ini, mereka adalah keturunan orang Hakka.
>> Perdana menteri Thaksin Shinawatra adalah orang Hakka dari propinsi Chiang
>> Mai,  Ex Gubernur Jendral Canada Adriane Clarkson adalah keluarga Hakka
>> yang terkenal di Canada, keluarga Poy.
>>
>> Actor Chow Yun Fat adalah orang Hakka, begitu juga Tjong A Fie, pengusaha
>> terkenal dari Medan pada tahun 1900. Corazon Aquino juga keturunan orang
>> Hakka, pengusaha Prayogo Pangestu dan Marie Pangestu.  Gus Dur dan Yusril
>> Ihza Mahendra pernah menjadi penasehat orang-orang Hakka di Indonesia.
>>
>> *Mengapa orang-orang Hakka tersebar di seluruh dunia ?*
>>
>> Pada abad ke 19, terjadi pemberontakan Taiping di China. Pemimpin
>> pemberontakan ini adalah orang Hakka yaitu Hong Xiuquan, pemberontakan ini
>> hampir menjatuhkan Dinasti Qing. Setelah pemberontakan ini ditumpas oleh
>> Pemerintah Qing, terjadi tekanan terhadap orang-orang Hakka. Tidak lama
>> kemudian, terjadi lagi perang etnis yang mengakibatkan kematian berjuta
>> orang dan paling berdarah di China. Pertentangan orang-orang Hakka dengan
>> orang-orang di propinsi menjadikan banyak orang Hakka yang keluar dari
>> daerah dan merantau ke seluruh dunia. Menjadikan populasi orang Hakka
>> tersebar hampir di seluruh dunia.
>>
>> Situasi dalam negeri China dengan banyaknya tekanan yang dialami
>> orang-orang Hakka, mengakibatkan orang Hakka lebih mudah beradaptasi dengan
>> kepahitan hidup. Mereka menjadi lebih progresif dan mempunyai pikiran yang
>> lebih bebas, dan keinginan maju, menuntut perubahan dalam kehidupan.
>> Pemikiran orang-orang Hakka yang tidak mempertahankan adat dan tradisi yang
>> lama, banyak pelopor2 ide baru adalah orang-orang Hakka.
>>
>> Di Indonesia, komunitas orang Hakka terbesar adalah Kalimantan Barat.
>> Mereka mendarat di Kalimantan pada abad ke 19. Orang Hakka dari Propinsi
>> GuangZhou mendirikan Republik LanFang yang berdiri selama 107 tahun, dan
>> mempunyai 10 Presiden, hingga diambil alih oleh Belanda pada tahun 1884.
>>
>> Populasi orang Hakka terbesar kedua adalah di pulau Bangka Belitung.
>> Mereka mendarat pertama kali pada tahun 1700 dari Propinsi GuangZhou. Orang
>> Hakka berbaur dengan penduduk melayu setempat, ada yang bekerja di
>> pertambangan timah, dan ada juga yang membuka toko kelontong.
>>
>> *Tu Lou*
>>
>> Di China salah satu peninggalan orang Hakka yang sampai saat ini masih
>> ada dan menjadi salah satu warisan utama dunia UNESCO adalah rumah orang
>> Hakka.
>>
>> Tu Lou mempunyai arti rumah tanah. Dibangun sejak abad ke 12, Tu Lou
>> terletak di bagian barat daya Propinsi Fu Jian di selatan China. Mempunyai
>> bentuk bulat, persegi panjang atau empat segi. Hanya mempunyai satu pintu
>> masuk dan di lantai pertama tidak terdapat jendela, untuk menghindari
>> masuknya perampok.
>>
>> Untuk melindungi diri terhadap perampok dan binatang liar, mereka
>> mengunakan tanah liat dan kayu, membangun tempat yang tinggi, bangunan
>> bertingkat melingkar di mana seluruh keluarga atau klan bisa hidup bersama.
>> Inilah rumah tanah yang kita lihat sekarang ini. Bangunan ini dianggap
>> sebagai keajaiban oleh ribuan ahli, sarjana dan pengunjung yang telah
>> terpesona oleh keindahan bangunan ini.
>>
>> Rumah tanah ini adalah benteng untuk melindungi diri orang Hakka melawan
>> musuh. Selain lorong-lorong aneh, rumah tanah ini memiliki fungsi
>> pencegahan kebakaran, menjaga terhadap binatang liar dan memiliki ventilasi
>> dan pencahayaan yang baik, selain itu tahan terhadap gempa bumi. Tu Lou ini
>> mempunyai keistimewaan, hangat sewaktu musim dingin, dan dingin sewaktu
>> musim panas.
>>
>> Tu Lou terdiri dari bangunan yang dikelilingi oleh lorong2 yang besar
>> yang menampung ratusan kamar.  Dengan semua ruang, gudang, sumur dan kamar
>> tidur di dalam, fungsi bangunan besar seperti hampir seperti kota benteng
>> kecil.
>>
>> Ukuran bangunan ini ada yang kecil, menengah dan besar. Yang kecil dengan
>> ketinggian tembok 1 – 2 M, hanya memiliki satu lorong dan diisi dengan
>> 21-28 kamar. Ukuran menengah dengan tinggi 3 – 4 M dengan ruang terbuka
>> yang besar , ada yang memiliki satu lorong atau 2 lorong, berisi 30-40
>> kamar. Bangunan-bangunan bulat yang lebih besar biasanya memiliki
>> ketinggian 4- 5 M yang terdiri dari sebanyak tiga putaran memiliki sekitar
>> 42-58 kamar.  Ada lagi bangunan bulat sangat kecil memiliki sekitar 12-18
>> kamar.
>>
>> Luas Tu Lou ini sekitar 10.200 m2 dan yang terbesar mencapai 40.000 m2 dengan
>> ketinggian 3-4 lantai dan ketebalan dinding mencapai 1,8 m, dan ditinggali
>> sebanyak 800 orang.
>>
>> Ingatkah pembaca dengan film KungFu Hustle ? Tempat tinggal para penjahat
>> menyerupai Tu Lou.
>>
>> Salah satu Tu Lou yang terkenal adalah Tsap Hing , dibangun pada tahun
>> 1419 mengunakan bambu dan tanah liat, dengan diameter 66 M, ketebalan
>> tembok 1, 6 M, terdiri dari 4 tingkat, mempunyai 247 kamar. Tsap Hing Tu
>> Lou terletak di desa ChuXi, Yong Ding.
>>
>> Tu Lou yang tertua adalah Fu Xing Lou terdapat di kota Le Hu dibangun
>> lebih dari 1200 tahun lalu, menjadi fosil hidup saksi karya arsitektur
>> orang Hakka.
>>
>> Lebih dari dua puluh ribu dari rumah-rumah ini masih berdiri hari ini,
>> sepuluh di antaranya berusia lebih dari 600 tahun. Sebagian Tu Lou masih
>> dijadikan tempat tinggal oleh orang Hakka, banyak juga kaum muda yang tidak
>> menyukai tinggal di Tu Lou, dan pindah ke apartment modern.
>>
>> Hakka Tulou terbagi menjadi :
>>
>> Hongkeng Tulou Cluster dikenal sebagai Desa Budaya Yongding Hakka,
>> terletak di kota Hukeng. Tu Lou terlengkap dan masih terawat dengan baik.
>> Ada hampir 100 Tu Lou didesa ini, berdiri di sepanjang tepian sungai.
>>
>> Chengqilou Tu Lou terbesar di Yongding County, dijuluki “the King of
>> Tulou” berumur hampir 300 tahun, mempunyai 400 kamar, dan pernah
>> dipergunakan oleh 80 keluarga hidup bersama.
>>
>> Tianluokeng Tulou Cluster, terletak di Shangban Village, Shuyang Town,
>> mempunyai 4 Tu Lou bulat dan 1 Tu Lou tanah persegi panjang. Tu Lou ini
>> salah satu yang terkenal, Tu Lou ini mempunyai istilah Si Cai Yi Tang, 4
>> sayur dan 1 sup.
>>
>> Yuchang Lou, terletak di Desa Xiaban, Fuyulou dibangun pada 1308 dan
>> merupakan salah satu Tu Lou tertua. Terkenal dengan bangunan lima pilar.
>>
>> Changjiao Ancient Village, desa kuno yang indah ini diberi nama dari
>> Jembatan Changjiao yang menghubungkan Heguilou dan Huaiyuanlou. Sepanjang
>> tepi sungai adalah pohon beringin kuno, bangunan kuno dan petak-petak lahan
>> pertanian. Berjalan melalui desa ini akan membawa anda kembali ke masa
>> silam.
>>
>> Eryilou, dibangun pada tahun 1770, disebut Raja dari 1.000 Tulou. Dengan
>> diameter bidang 73,4 meter, rumah Eryilou terdapat 192 kamar terdiri dari 4
>> lantai, dan mempunyai halaman dengan luas 600 meter persegi. Eryilou ini
>> selamat dari pengepungan musuh selama 3 bulan, mortil yang ditembakkan
>> hanya meruntuhkan sebagian dinding luar.
>>
>> Adakah pembaca dan penulis Baltyra yang keturunan orang Hakka ? Jika ada,
>> Yup..kalian adalah keturunan orang-orang hebat yang telah menorehkan nama
>> dalam sejarah di China dan Dunia.
>>
>> <https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/12.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/12.jpg>
>> <https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/14.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/14.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/18.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/18.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/19.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/19.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/20.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/20.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tsap-Hing.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tsap-Hing.jpg>
>> <https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-1.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-1.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-2.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-2.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-3.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-4.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-4.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-5.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-5.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-6.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-6.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-7.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-7.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-8.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-8.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-11.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-11.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-12.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-12.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-15.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/TuLou-15.jpg>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-16.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Tulou-16.jpg>
>> <https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-17.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/tulou-17.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-3.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-3.jpg>
>> <https://i2.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-4.jpg>
>>
>> <http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-4.jpg>
>> <https://i0.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/village-5.jpg>
>>
>> <https://i1.wp.com/baltyra.com/wp-content/uploads/2010/06/Village-2.jpg>
>>
>>
>> *Referensi:*
>>
>> *Unesco*
>>
>> *TonyWP*
>>
>> *FujianTulou*
>>
>> *OrangHakka*
>>
>> *Picture by Jack, Susan, Richard.*
>>
>>
>>
>> Read more: http://baltyra.com/2010/06/11/56-etnis-suku-di-china-o
>> rang-hakka/#ixzz4xKju5sqz
>>
>>
>>
> 
>

Kirim email ke