https://nasional.tempo.co/read/1030218/jusuf-kalla-bingung-dengan-cara-generasi-milenial-berbisnis?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3


 Jusuf Kalla Bingung dengan Cara Generasi Milenial Berbisnis

Reporter:


       Istman Musaharun Pramadiba

Editor:


       Juli Hantoro

Kamis, 2 November 2017 18:36 WIB
0 komentar <https://nasional.tempo.co/read/1030218/jusuf-kalla-bingung-dengan-cara-generasi-milenial-berbisnis?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3#comments>
00000

image: https://cdn.tmpo.co/data/2017/10/29/id_658520/658520_720.jpg

Jusuf Kalla Bingung dengan Cara Generasi Milenial Berbisnis <https://nasional.tempo.co/read/1030218/jusuf-kalla-bingung-dengan-cara-generasi-milenial-berbisnis?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3>

Wapres Jusuf Kalla jadi pembicara dalam ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Jombang, Jawa Timur, Ahad, 29 Oktober 2017. TEMPO/ISHOMUDDIN

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Wakil Presiden Jusuf Kalla <https://nasional.tempo.co/read/1030165/jk-janjikan-bahas-tgpf-kasus-novel-baswedan-dengan-jokowi> sempat menyinggung tren /startup/ di Indonesia saat berbicara dalam acara Prospek Ekonomi Indonesia 2018, di Jakarta, Kamis, 2 November 2017. Kepada peserta acara, dengan nada ringan, ia mengaku tak paham cara anak muda atau milenial berbisnis sekarang.

"Pengusaha yang sudah pensiun seperti saya ini /gak/ tahu /gimana/ cara anak muda berbisnis sekarang lewat /startup/," ujar pria, yang akrab disapa JK itu, sambil direspons tawa pengunjung acara.

JK mengatakan kebingungannya berasal dari pengetahuan bahwa rata-rata /startup/ sebenarnya merugi secara keuangan. Namun, di saat merugi, nilai sahamnya terus melonjak dan terus dicari-cari orang.

Baca juga: Saat JK Sindir Setya Novanto yang Hampir Ditahan KPK <https://nasional.tempo.co/read/1030112/saat-jk-sindir-setya-novanto-yang-hampir-ditahan-kpk#lIIpFpgZHIMCR6eR.99>

Sepengetahuan JK, jika sebuah perusahaan merugi, nilai sahamnya otomatis akan jatuh juga. Tapi, kata ia, hal itu seperti tak berlaku untuk /startup-startup/ sekarang.

"Saya sama Sofjan Wanandi (Ketua Tim Ahli Wapres dan mantan Ketua Apindo) sama-sama bingung. Dulu kita beli barang jual, produksi jual, asal paham /gimana/ cara menggorengnya," ujar JK menambahkan.

Walau masih belum paham dengan cara /startup/ bisa bertahan dan bernilai saham besar, JK mengaku tahu bahwa /startup/ yang berkembang sekarang menerapkan paham /sharing economy/. Berarti, prinsip ekonomi di mana pelaku usaha saling berbagi untuk keuntungan bersama-sama.

Baca juga: JK Tantang Anies Baswedan Cari Solusi Soal Reklamasi Jakarta <https://nasional.tempo.co/read/1030078/jk-tantang-anies-baswedan-cari-solusi-soal-reklamasi-jakarta#SwBHi2klArcKOR2c.99>

JK menyebutkan hal itu terlihat pada model bisnis Go-Jek dan Grab. Go-Jek, kata dia, merupakan perusahaan transportasi yang tak memiliki aset kendaraan bermotor tapi bisa mengendalikan banyak kendaraan bermotor. Sebab, perusahaan itu menerapkan /sharing economy/, mereka memberdayakan para pemilik kendaraan bermotor untuk bekerja sama secara mutual.

"Itu konsepnya seperti koperasi. Semua orang ikut serta dengan modal kecil dan kemudian /sharing/. Meski keliatannya sulit di /cashflow/, ternyata nilainya tinggi. Dulu kaya miliaran butuh puluhan tahun. Sekarang 1-2 tahun /dah/ miliaran," ujar Jusuf <https://bisnis.tempo.co/read/1030145/banyak-bisnis-ritel-tutup-jk-semua-punya-analisisnya-sendiri>Kalla <https://bisnis.tempo.co/read/1030145/banyak-bisnis-ritel-tutup-jk-semua-punya-analisisnya-sendiri>.

------------------------------------------------------------------------
#


Read more at https://nasional.tempo.co/read/1030218/jusuf-kalla-bingung-dengan-cara-generasi-milenial-berbisnis?PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_3#uFUX1568HbZ0KTji.99







Kirim email ke