----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Awind [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
[email protected] <[email protected]>; GELORA_In 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; PERSAUDARAAN 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Jumat, 3 November 2017 08.49.11 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Hakim Tanya Novanto: Anda Jawab Selalu Lupa, Kenapa?
     
 


 
 
https://news.detik.com/berita/d-3712167/hakim-tanya-novanto-anda-jawab-selalu-lupa-kenapa
 
     Jumat 03 November 2017, 14:05 WIB 
Hakim Tanya Novanto: Anda Jawab Selalu Lupa, Kenapa?
 Faiq Hidayat - detikNews     Share 0    Tweet     Share 0    9 komentar     
Setya Novanto (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)       Jakarta - Tidak benar, 
lupa, atau tidak tahu menjadi jawaban Setya Novanto ketika ditanya berbagai 
pertanyaan oleh majelis hakim. Jawaban itu membuat hakim yang mengadili kasus 
korupsi e-KTP pun heran.
 
 "Anda saya cermati jawab selalu lupa, kenapa banyak lupa?" tanya hakim kepada 
Novanto dalam lanjutan sidang dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi 
Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur 
Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
 
 Novanto mengaku memang tidak tahu karena peristiwa yang ditanyakan sudah lama 
terjadi. Dia pun merasa wajar jika lupa.
 
  "Tidak tahu karena begitu lama, sudah lama masalah berkaitan dengan itu tentu 
tidak mengetahui," kata Novanto.
 
 Salah satu pertanyaan yang dijawab tidak tahu oleh Novanto yaitu terkait 
aliran uang dalam proyek e-KTP. Dia mengaku sama sekali tidak tahu.
 
 Kemudian, terkait pertemuan di Hotel Gran Melia dengan terdakwa e-KTP, Novanto 
tidak membenarkannya. Padahal, para saksi yang dihadirkan sebelumnya, seperti 
eks Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, mengamini adanya pertemuan itu.
 
 "Pertemuan di Gran Melia pagi hari Anda ketemu beberapa pihak selain Diah, ada 
Irman, Sugiharto dan Andi?" tanya hakim.
 
 "Tidak benar. Seperti BAP dan dalam sidang yang lalu," jawab Novanto. 
 
 Namun, ada pula pertanyaan hakim yang dijawab Novanto dengan rinci. Salah 
satunya tentang pertemuan dengan Andi.
 
 Menurutnya, dia sudah 2 kali bertemu dengan Andi. Pertemuan itu terjadi di Tee 
Box Cafe pada 2009. Novanto menyebut Andi menawarkan pembuatan kaos terkait 
Pilpres 2009. 
 
 "Di pertengaham 2009 Andi datang di Tee Box Cafe punya saya. Dikenalkan diri 
dia supplier (pemasok) kaos dan pembuatan alat lain terkait Pilpres karena 
suasana pilpres. Saya bilang ya sudah nanti ditawarkan berapa harganya, tapi 
harganya masih nggak cocok," kata Novanto.
 
 Setelahnya, menurut Novanto, Andi datang lagi dan menawarkan barang yang sama. 
Namun kesepakatan tak tercapai.
 
 "Pada bulan berikutnya sampaikan ada kaos yang murah dari China. Saya tanya 
prosedurnya bagaimana, setelah saya lihat kelihatannya akan mengalami kesulitan 
pengiriman dan lain-lain. Akhirnya kita tidak terjadi transaksi dalam bentuk 
persiapan Pilpres," ucap Novanto. 
 
 
 (fai/dhn)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke