Menakar Target Muluk Pertumbuhan Ekonomi 2018 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171018105346-78-249168/menakar-target-muluk-pertumbuhan-ekonomi-2018/
 Galih Gumelar , CNN Indonesia | Rabu, 18/10/2017 12:15 WIB
 Bagikan :    
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171018105346-78-249168/menakar-target-muluk-pertumbuhan-ekonomi-2018/#
  
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171018105346-78-249168/menakar-target-muluk-pertumbuhan-ekonomi-2018/#
  
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171018105346-78-249168/menakar-target-muluk-pertumbuhan-ekonomi-2018/#
 
                                                                                
                         1.  Menakar Target Muluk Pertumbuhan Ekonomi 2018      
                                                                                
                                            2.  Target Muluk                    
                                                                                
                              3.  Komponen Lemah                                
                                        
 
 Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah kembali menunjukkan optimisme ekonomi 
untuk tahun depan. Pertumbuhan ekonomi dipatok sebesar 5,4 persen dalam Rencana 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 mendatang. 

Angka itu cukup optimistis, mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi sepanjang 
tahun 2017 cenderung stagnan dan terpaut tipis dibanding target APBNP 2017.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di kuartal I 
2017 tercatat di angka 5,01 persen. Kondisi serupa juga terjadi di kuartal 
berikutnya. 

Padahal, pemerintah sudah mematok target pertumbuhan ekonomi di dalam APBNP 
sebesar 5,2 persen.


 Lihat juga:Pajak Seret, Jokowi Diminta Waspadai Proyek Infrastruktur 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171017082158-78-248915/pajak-seret-jokowi-diminta-waspadai-proyek-infrastruktur/
 
Apalagi, di tahun depan, postur anggaran tahun depan terbilang tidak ekspansif 
seperti tahun ini. Hal tersebut, bisa dilihat dari defisit anggaran yang 
dirancang 2,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Defisit ini tentu lebih kecil dibanding defisit anggaran tahun ini yang disusun 
2,92 persen. Besaran belanja pemerintah pastinya mempengaruhi pertumbuhan 
ekonomi, mengingat pengeluaran pemerintah merupakan satu dari komponen PDB 
apabila ditelisik dari pendekatan pengeluaran (expenditure approach).

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap optimistis 
pertumbuhan ekonomi bisa melejit ke angka 5,4 persen tanpa perlu menyusun 
anggaran yang ekspansif. 

Sebab, alih-alih ekspansi fiskal, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini 
mengatakan target pertumbuhan tahun depan perlu disokong dari investasi.


 Lihat juga:Sisa Tiga Bulan, Setoran Cukai Baru 52,8 Persen 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171016102418-78-248632/sisa-tiga-bulan-setoran-cukai-baru-528-persen/
 
Ia melanjutkan, peran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) seharusnya bisa 
bertumbuh 6,3 persen di dalam PDB tahun depan. Selain itu, porsi Penanaman 
Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) seharusnya bisa 
tumbuh dari posisi 14,5 persen di tahun ini ke angka 17 hingga 19 persen. 
Dengan demikian, angka pertumbuhan 5,4 persen bisa diraih dalam genggaman.

"Kunci utama tetap investasi. Semua negara yang ekonominya bisa tumbuh di atas 
5 persen adalah investasi. Kalau dilihat, China dan India yang tumbuh di atas 6 
hingga 7 persen growth-nya investasinya di atas double digit," kata Sri Mulyani.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tak hanya bergantung dari PMTB dan ekspansi 
anggaran. Konsumsi rumah tangga dan ekspor netto harus diperhitungkan. Apalagi, 
sesuai data BPS semester kemarin, sebanyak 75,65 persen dari PDB berasal dari 
dua variabel tersebut.


 Lihat juga:Politisi Gerindra Sebut Jokowi Masih Punya 'PR' Ekonomi 
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171012201026-78-248061/politisi-gerindra-sebut-jokowi-masih-punya-pr-ekonomi/
 

Kirim email ke