Pada Sabtu, 4 November 2017 06.00.12 GMT+1, Chalik Hamid 
<[email protected]> menulis:  
 
  

   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; kh djie <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 4 November 
2017 00.20.03 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Pajak Alexis Rp 30 M Per Tahun, Anies 
Bilang "Kami Ingin Uang Halal"
     

Lho, ... kenapa TIDAK gunakan jalur HUKUM buktikan Hotel Alexis itu jalankan 
prostitusi yang dikatakan tidak halal, ya? Apalagi gunakan 104 tenaga asing 
sebegitu banyaknya, ... keyakinan Anies! Setelah terbukti melanggar HUKUM, baru 
ditutup bahkan penanggungjawab Hotel Alexis harus diganjar HUKUMAN sesuai hukum 
yang berlaku!  Kalau hanya ditutup, kan dia bisa buka lagi ditempat lain, ... 
lalu kucing-kucingan dengan Anies-Sandi atau diam-diam ikut ambil bagian? 
Hehehee, ...   From: kh djie [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, 
November 4, 2017 3:38 AMTo: Gelora45 Subject: Re: [GELORA45] Pajak Alexis Rp 30 
M Per Tahun, Anies Bilang "Kami Ingin Uang Halal"   

Asal tidak jadi Jacarta BermaSALAH........... 2017-11-03 20:23 GMT+01:00 
Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:

      
 
 Menuju Jakarta Bersyariah! --- "Kami ingin uang halal. Kami ingin dari kerja 
halal. Enggak berkah kalau masalah-masalah seperti ini," ujar Anies di Balai 
Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (31/10/2017) malam.
 ...  
Pajak Alexis Rp 30 M Per Tahun, Anies Bilang "Kami Ingin Uang Halal"

    NURSITA SARI Kompas.com - 01/11/2017, 06:33 WIB     

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga 
Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin 
(30/10/2017).(KOMPAS.com/ NURSITA SARI)
  
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedantidak mempersoalkan 
besarnya pemasukan pajak daerah yang hilang setelah izin usaha Hotel dan Griya 
Pijat Alexis tidak diperpanjang. Anies hanya ingin pendapatan Pemerintah 
Provinsi DKI Jakarta berasal dari sumber-sumber yang halal.
 
"Kami ingin uang halal. Kami ingin dari kerja halal. Enggak berkah kalau 
masalah-masalah seperti ini," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan 
Merdeka Selatan, Selasa (31/10/2017) malam.
 
Anies menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki kewajiban 
menegakkan peraturan daerah (perda). Pemasukan dari sumber yang melanggar 
perda, kata Anies, tidak akan berarti bagi Ibu Kota.
 
"Bagi daerah seperti Jakarta, pemasukan dari sana enggak ada artinya 
dibandingkan dengan tegaknya prinsip-prinsip aturan yang kita miliki, yaitu 
perda, dan perdanya ada, kami tidak mau meninggalkan itu," kata Anies.
 
Baca juga: Anies Bilang Ada 104 Tenaga Asing dari China, Thailand, hingga 
Uzbekistan di Hotel Alexis
 
Sebagai gubernur, Anies ingin menggunakan otoritasnya untuk membebaskan Jakarta 
dari praktik-praktik amoral.
 
Dia menyebut harus mempertanggungjawabkan mandatnya dalam menjalankan peraturan 
perundang-undangan di hadapan masyarakat, undang-undang, dan Tuhan.
 
Manajemen Hotel Alexis sebelumnya menyatakan selalu taat membayar pajak. Besar 
pajak yang mereka bayarkan per tahun mencapai Rp 30 miliar.
 
Angka itu merupakan akumulasi dari semua unit usaha yang ada di Hotel Alexis, 
mulai dari restoran, griya pijat, hingga spa.
 
"Kami taat pajak, per tahun kami bayar sampai Rp 30 miliar. Sudah include 
semua. Kalau pajaknya sebesar itu, bisa dibayangkan berapa omzetnya," kata 
Legal Corporate Hotel Alexis Lina Novita.
 
Baca juga: Temaramnya Lantai 7 Hotel Alexis...

 
       

Kirim email ke