China Desak Gedung Putih Larang Presiden Taiwan Masuk Wilayah AS | | China Desak Gedung Putih Larang Preside... | |
- Lantas, seperti apa AS menanggapi desakan RRC ini? Biasa. Seperti di semua kebijakannya, sikap bunglon AS dalam menerima atau menolak warga asing masuk ke wilayahnya juga sangat aji mumpung, tergantung kebutuhan sesaat. Ketika butuh serdadu untuk menyerang negara lain misalnya, imigran gelap pun direkrut dijadikan pion garis depan dengan dijanjikan kewarganegaraan. Itu juga kalau si pion bisa balik ke AS dengan nyawa di badan. Sekarang, mumpung ada kebutuhan menyulut perang di Semenanjung Korea,maka AS senang hati mengkhianati politik 'Satu Cina' dengan menerima Presiden Taiwan masuk wilayah AS. Bukan cuma itu, mumpung Taiwan dalam posisi sulit, AS langsung memberi bantuan tidak kurang dari 1 milyar dolar persenjataan.Lumayan. Dagangan laris, selagi pesaing jengkel. Sukur-sukur kejengkelan RRC bisa meluap sampai jauh, sampai di Laut Cina Selatan. Nah, bagaimana dengan Indonesia di tengah pertarungan 'Asia for Asians' vs 'America Great Again' begini? Mari kita tersenyum melihat realita bahwa di luar sana para raksasa masih saja berkutat dalam paham überalles, hanya saja dengan pengertian baru yang diperluas; lintas batas, lintas ras. Alias, berebut "kepribumian" neo-imperialisme masing-masing. Selamat berakhir pekan.
