ha ha ha ha ha

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

 Bung ini terlalu baek.
 Sama orang jahat, kalau kita kebaekan, kita dimakan.
 Ini persoalannya orang jahat. Ini bukan persoalan jahat dan baek.
 Kalau orang baek mau baek terus meladeni orang jahat, niscaya dia akan kalah 
terus.
 Jadi jangan takut jadi jahat utk meladeni orang jahat. Kenapa?
 Karena dasarnya semua orang itu berdosa.
  
 Banyak orang mau berpikir jadi baek. Makanya diam.
 Menjadi diam itu, membiarkan orang jahat berpesta pora. 
 Jadi menjadi diam = menjadi baek itu belum tentu baek.
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 3, 2017 2:26 PM
To: Gelora45 <[email protected]>; nesare1@...
Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo


  
  
 Bung Nesare,

 Ya, saya coba menjelaskan dari segi pencemaran lingkungan.

 Kalau dibuangnya ke laut, dan dianggap mencemarkan lingkungan,

 kan harus didukung oleh suatu pengalaman bahwa buang susu

 ke laut merusak lingkungan hidup, dan juga data2 kerugiannya.

 kalau mau mendenda, kan harus ditunjukkan apa dan siapa yang

 dirugikan dan besarnya berapa. Kalau besarnya nol, ya tidak bisa

 didenda.

 Salam,

 KH


  
 2017-11-03 18:53 GMT+01:00 nesare1@... mailto:nesare1@... [GELORA45] 
<[email protected] mailto:[email protected]>:
  
 Aduh bung ini koq baek bener mau ngeladenin orang edan satu ini?!
  
 Orang ini sudah gak waras. Moso’ milk farmers yg sudah kesusahan mau buang 
susunya sembarangan Sedangkan di USA itu peraturan dan hukum sangat ketat.
  
 Yg gak bisa mikir itu kan si otak udang bukan milk farmernya.
  
 Dia lagi ngeyel mau ngiles krn sudah salah. Sudah saya katakan semakin nulis 
semakin salah dia krn sifatnya yg sok pinter itu.
  
 Nesare
  
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:[email protected] mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 3, 2017 1:43 PM
To: Gelora45 <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo


  
  
 Apa sampai sekarang sudah dianggap mencemari lingkungan, atau dianggap masih 
baik untuk pakan ikan ?

 Kalau dibuangnya di selokan yang tidak mengalir, ya mengganggu lingkungan. COD 
dan BOD akan naik.

 Kalau dianggap mencemari lingkungan, mestinya dilarang dan kena denda besar 
dan harus membersihkan

 lingkungan.

 Kalau dikenai denda besar, baru mereka mikir cara lain.

  


  
 2017-11-03 18:23 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]>:
  
 Yg dibicarakan adalah kelebihan produksi, bagaimana cara "membuang," dalam 
membuang susu-pun dibutuhkan biaya yg harus dikeluarkan tidak bisa begitu saja 
dibuang kelaut yg akan diprotes para pencinta lingkungan. Berapa lebih besar 
antara biaya packaging dan biaya limbah.

  

 Apakah hal seperti ini akan sampai ke Trump (atau Jokowi)? tetapi kalau sampai 
politik memang akan sukar bilangnya yg satu policy anti Islam sedang yg satunya 
policy nasionalis. Dus yg jadi korban 1/3 anak Indonesia yang kekurangan gizi 
yg artinya 1/3 generasi yad terancam kontet dan bodoh.

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@... 
mailto:djiekh@...> wrote :
 Bung Goei,

 Milk farmer yang membuang susunya itu "kehilangan keuntungan"yang biasanya 
didapat.

 Kalau mau kirim gratis ke Indonesia misalnya, harus keluar ongkos lagi untuk 
membuatnya

 jadi milk powder, packaging dan transporting, dan segala macam kerepotan yang 
mereka

 tidak biasa urus. Mana mereka mau "sudah kehilangan keuntungan"masih harus 
merugi

 lagi menjadikannya susu bubuk dll.Dan kalau ada niatpun, apa ada kemampuannya 
dari

 segi financieel.

 Yang mungkin bisa itu kalau pemerintah Amerika yang oper suruh pabrik spray 
drying bikin

 susu kering dan bayar segala ongkosnya, lalu untuk bantuan korban perang ? 
Tetapi apa

 mungkin Donald Trump mau melakukannya ?

 Boleh coba diusulan lewat mass media Amerika.

 KH


  
 2017-11-03 17:34 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]>:
 Ini agak lumayan sedikit menyoroti biaya transportasi.

  

 Sampai saat ini sekitar 80% susu yang beredar di Indonesia hasil impor, dan US 
adalah pemasok terbesar bersama dgn pemasok2 lain seperti Australia, Canada, 
Selandia Baru, dan Belgia.

  

 Dari sudut ini saja terlihat biaya pengiriman tidak melebihi harga susu.

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :
 Koq ane plagiat?
 Yg goblok itu kan ente?!
 Ane kasih tahu kan kenapa ente goblok: “susu USA mau dikirim ke RI yg biaya 
kirimnya saja sudah melebihi harga susu di RI”.
  
 Apa argumennya ente bilang ane otak udang?!
 Gak ada kan?!
  
 Hahahehe tapi menunjukkan kegoblokannya!
  
 Lari sana yang kencang!
  
 Nesare
  
 From: [email protected] mailto:[email protected] 
[mailto:GELORA45@yahoogroups. com mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 2, 2017 6:53 PM
To: Yahoogroups <

(Message over 64 KB, truncated) 







































Kirim email ke