belum ada berita ikan2 mati gara2 susu yg dibuang, mungkin prosedur pembuangan 
dilaksanakan dgn baik atau diserahkan kontraktor pembuangan limbah saya kurang 
jelas.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 

 Apa sudah terjadi betul ikan2 mati ? Kalau ini terjadi pasti buang susu ke 
laut dilarang, didenda mahal.
 Dan pencinta ecologi pasti sudah demonstrasi besar2an. Apa ini sudah terjadi ?
 Kalau jumlah susu yang dibuang dalam ppm dibandingkan jumlah air laut kecil 
sekali, effect terhadap
 BOD dan CODnya praktis nihil.
 Kalau jumlah ppm nya besar sekali, baru dari perubahan kwantiteit, bisa 
terjadi perubahan kwaliteit,
 misalnya BOD dan CODnya tinggi sekali, atau tanaman liar dapat tumbuh sehingga 
di tempat tersebut
 kekurangan oksigen untuk ikan dapat hidup.
 Tidak tahu apa Trump berhasil dengan ancaman sangsi2 bisa menundukkan Canada 
harus tetap ambil 
 filtered milk dari Amerika, seperti jaman dulu Amerika bisa paksa Canada 
melarang Bombardier 
 mengembangkan pesawat tempurnya yang lebih canggih dari Amerika.
 Ada yang membuat perhitungan, kalau tiap perusahaan mengurangi satu sapi 
perahnya saja, masalah
 harus buang susu ini teratasi. Tiap perusahaan diharuskan jual sapi perahnya 
ke state lain ?
 Apa bisa diharuskan, atau apa perusahaan2 itu mau kerjasama mengurangi satu 
sapi perahnya?
 

 


 
 2017-11-03 19:52 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [GELORA45] <[email protected] 
mailto:[email protected]>:
   
 Buang susu sembarangan begitu saja tentu menyemarkan lingkungan, ikan2 bisa 
mati gara2 susu. Yg jelas ada biaya utk membuang susu, pada pembicaraan kita 
kasus yg anda utarakan yg tinggal dilihat berapa banyak biaya pembuangan 
dibanding biaya packaging. 
 

 Link ini dari Indiana Government petunjuk utk membuang susu:
 http://www.in.gov/idem/files/ factsheet_cfo_dairy_disposal. pdf 
http://www.in.gov/idem/files/factsheet_cfo_dairy_disposal.pdf

 

 

 

 ---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@...> 
wrote :

 Apa sampai sekarang sudah dianggap mencemari lingkungan, atau dianggap masih 
baik untuk pakan ikan ?
 Kalau dibuangnya di selokan yang tidak mengalir, ya mengganggu lingkungan. COD 
dan BOD akan naik.
 Kalau dianggap mencemari lingkungan, mestinya dilarang dan kena denda besar 
dan harus membersihkan
 lingkungan.
 Kalau dikenai denda besar, baru mereka mikir cara lain.
 


 
 2017-11-03 18:23 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [ GELORA45] <GELORA45@ yahoogroups.com 
mailto:[email protected]>:
 
 Yg dibicarakan adalah kelebihan produksi, bagaimana cara "membuang," dalam 
membuang susu-pun dibutuhkan biaya yg harus dikeluarkan tidak bisa begitu saja 
dibuang kelaut yg akan diprotes para pencinta lingkungan. Berapa lebih besar 
antara biaya packaging dan biaya limbah.
 

 Apakah hal seperti ini akan sampai ke Trump (atau Jokowi)? tetapi kalau sampai 
politik memang akan sukar bilangnya yg satu policy anti Islam sedang yg satunya 
policy nasionalis. Dus yg jadi korban 1/3 anak Indonesia yang kekurangan gizi 
yg artinya 1/3 generasi yad terancam kontet dan bodoh.
 

 

 ---In [email protected] mailto:[email protected] , <djiekh@...> 
wrote :

 Bung Goei,
 Milk farmer yang membuang susunya itu "kehilangan keuntungan"yang biasanya 
didapat.
 Kalau mau kirim gratis ke Indonesia misalnya, harus keluar ongkos lagi untuk 
membuatnya
 jadi milk powder, packaging dan transporting, dan segala macam kerepotan yang 
mereka
 tidak biasa urus. Mana mereka mau "sudah kehilangan keuntungan"masih harus 
merugi
 lagi menjadikannya susu bubuk dll.Dan kalau ada niatpun, apa ada kemampuannya 
dari
 segi financieel.
 Yang mungkin bisa itu kalau pemerintah Amerika yang oper suruh pabrik spray 
drying bikin
 susu kering dan bayar segala ongkosnya, lalu untuk bantuan korban perang ? 
Tetapi apa
 mungkin Donald Trump mau melakukannya ?
 Boleh coba diusulan lewat mass media Amerika.
 KH

 
 2017-11-03 17:34 GMT+01:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@... [ GELORA45] <GELORA45@ yahoogroups.com 
mailto:[email protected]>:
 
 Ini agak lumayan sedikit menyoroti biaya transportasi.
 

 Sampai saat ini sekitar 80% susu yang beredar di Indonesia hasil impor, dan US 
adalah pemasok terbesar bersama dgn pemasok2 lain seperti Australia, Canada, 
Selandia Baru, dan Belgia.
 

 Dari sudut ini saja terlihat biaya pengiriman tidak melebihi harga susu.
 

 

 ---In [email protected] mailto:[email protected]  , 
<nesare1@...> wrote :

 Koq ane plagiat?
 Yg goblok itu kan ente?!
 Ane kasih tahu kan kenapa ente goblok: “susu USA mau dikirim ke RI yg biaya 
kirimnya saja sudah melebihi harga susu di RI”.
  
 Apa argumennya ente bilang ane otak udang?!
 Gak ada kan?!
  
 Hahahehe tapi menunjukkan kegoblokannya!
  
 Lari sana yang kencang!
  
 Nesare
  
 From: [email protected] mailto:[email protected]   
[mailto:GELORA45@ yahoogroups. com mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, November 2, 2017 6:53 PM
To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Menkes Tak Setuju Gagasan Revolusi Putih dari Prabowo


  
  
 Ha ha ha ha, mau name calling-pun juga main jiplak itupun salah tulis.

 Ini namanya plagiat otak udang.

  

  

 Otak udang:

 Mau gaya2 tapi otaknya otaku dang!!!!

  

  

 ---In [email protected] mailto:[email protected]   , 
<nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote :
 Ane ngomong: ente goblok karena suruh petani susu atau USA utk kirim susu ke 
Indonesia!
 Ente kan mau petentang petenteng berlagak sebagai humanis!
  
 Wong ke kanada dan meksiko saja gak feasible, eh mau dikirim ke RI?!!
 Minta ampun gobloknya!
  
 Wong ane pancing pake’ bunuh sapinya supaya tidak ngeluarin susu, eh lagak 
humanisnya langsung bilang: ini solusinya nesare?!!
  
 Gak usah belagak humanis kalo memang goblok. Urus dulu itu gobloknya. Jangan 
oon oon orang lain kalau diri sendiri saja goblok!!!
  
 Sudah gak ngerti masalah susu di negara sendiri, sok humanis ambil kesimpulan: 
kirim susu USA ke RI supaya CSR/corporate social responsibility naik. Sedangkan 
petani susu itu adalah kebanyakan home industry yg tergabung dalam asosiasi.
 Petaninya sudah setengah mati utk mempertahankan harga makanya susunya 
terpaksa dibuang. Eh disuruh susu kasih gratis??!!!!
goblok enggak?!!
  
 Tuh makan CSR!!!!
 Mau gaya2 tapi otaknya otaku dang!!!!
  
 Nesare
  
 





































Kirim email ke