----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Mohammad Kasim 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 6 November 2017 
17.38.19 GMT+1Judul: Pertemuan Xi dan Trump tentukan hubungan masa depan 
China-AS
 TOP NEWS | TERKINI | RILIS PERS | RSSKetentuan PenggunaanTentang KamiTWITTER | 
FACEBOOK | REGISTER | SIGN INSenin, 6 November 2017   
   - HOME
   - NASIONAL
   - INTERNASIONALASIAOSEANIAAMERIKAEROPATIMUR TENGAHAFRIKA
   - EKONOMI
   - OLAHRAGA
   - HIBURAN
   - TEKNOLOGI
   - WARTA BUMI
   - ARTIKEL
   - OTOMOTIF
   - FOTO
   - ANTARA TV
   - ENGLISH

Pertemuan Xi dan Trump tentukan hubungan masa depan China-AS
 Senin, 6 November 2017 21:06 WIB  | 974 ViewsPewarta: M. Irfan IlmiePresiden 
China Xi Jinping. (REUTERS/Lintao Zhang)Beijing (ANTARA News) - Pertemuan 
Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Beijing pada Rabu (8/11) 
hingga Jumat (10/11) akan menentukan masa depan hubungan China dan Amerika 
Serikat.

Trump merupakan kepala negara pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan 
setelah Kongres ke-19 Partai Komunis China yang kembali menetapkan Xi sebagai 
Sekretaris Jenderal partai tersebut.

"Kami punya banyak persyaratan dalam kunjungan kenegaraan itu," kata Duta Besar 
China untuk AS Cui Tinkai sebagaimana dikutip Kantor Berita Xinhua, Senin.

Selain seremonial karpet merah, pembicaraan formal, dan jamuan makan, Presiden 
Xi dan mitranya itu memiliki beberapa agenda informal, demikian Wakil Menteri 
Luar Negeri China Zheng Zeguang.

Menurut Cui, sejumlah agenda informal tersebut bukan untuk konsumsi publik 
karena merupakan hal istimewa bagi Trump dan keluarganya untuk belajar lebih 
banyak tentang sejarah, budaya, dan rakyat China.

"Kedua kepala negara tersebut memiliki agenda pembicaraan penting terkait 
peningkatan hubungan bilateral," kata Cui.

Pada bulan April lalu, keduanya telah menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam 
dalam dialog di real estate milik Trump, Mar-a-Lago, di negara bagian Florida, 
AS.

"Pertemuan informal nanti akan menghasilkan suasana yang kondusif dalam jalinan 
kemitraan dan persahabatan antarkedua kepala negara," kata Direktur Studi 
Amerika di China Institute of Contemporary International Relations, Da Wei.

Kerja sama perdagangan dan isu Semenanjung Korea merupakan topik utama 
pertemuan kedua kepala negara di Beijing itu.

Nilai perdagangan kedua negara naik dari 2,5 miliar dolar AS pada 1979 menjadi 
520 miliar dolar AS pada 2016 sebagaimana data Kementerian Perdagangan China.

Zheng mengatakan bahwa upaya untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan 
antara China dan AS adalah dengan memperbanyak ekspor AS ke China dan 
meningkatkan investasi kedua belah pihak.

Upaya tersebut jauh lebih baik daripada membatasi impor barang dari China, 
demikian tambah Zheng.

"Kemitraan ekonomi kedua negara maju di bidang perekonomian di dunia itu harus 
terus menguntungkan kedua belah pihak," kata Cui.

Menurut Zheng, pihaknya akan selalu mendukung denuklirisasi di Semenanjung 
Korea dan masalah tersebut akan dibahas di meja perundingan nanti.

Setelah kesepakatan pasar China kembali terbuka bagi sapi AS pada bulan Juli 
yang merupakan bagian dari rencana aksi 100 hari peningkatan kerja sama 
ekonomi, daging-daging sapi dari AS kembali tersajikan di meja-meja makan China.

Sejak pertemuan di Mar-a-Lago pada bulan April, rencana aksi 100 hari telah 
menghasilkan beberapa kemajuan.

Kerja sama bilateral juga akan dilakukan melalui mekanisme dialog yang mengarah 
pada diplomasi dan keamanan, ekonomi, penegakan hukum, keamanan siber, sosial, 
dan pertukaran antarmasyarakat kedua negara.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross diperkirakan mengajak seorang delegasi 
bisnis ke Beijing dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan Trump yang dilakukan beberapa hari setelah Kongres ke-19 PKC itu 
merupakan bentuk penegasan kembali terbukanya strategi "win-win". 

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017
1Berita Lainnya
Dengan Korea Utara dalam benaknya, Trump terbang menuju Jepang

Trump mendadak lupa soal pertemuan Rusia

Terbongkar sudah, tim sukses Donald Trump temui pejabat Rusia

Trump segera mulai lawatan terlama presiden AS ke Asia

China sepakat dengan Vietnam terkait pengelolaan Laut China Selatan

Presiden China kirim pesan ke pemimpin Korea Utara

Bos Apple dan Facebook temui Xi Jinping

Pemimpin Korut sampaikan ucapan selamat ke Presiden China
Komentar Pembaca500 Karakter TersisaTopik Pilihan# 
Pernikahan Kahiyang Ayu
# 
Gudang Petasan Meledak
# 
Perppu Ormas jadi UU
# 
Gubernur Baru DKI Jakarta
# 
Krisis Rohingya
# 
Sindikat Saracen Penyebar isu SARA
# 
Kasus Novel Baswedan
# 
Kasus Korupsi e-KTP
Saudi Berantas KorupsiTerpopuler   
   - Arab Saudi tunjuk menteri ekonomi dan keamanan nasional 3.163 views
   - Empat menteri Arab Saudi ditahan 2.962 views
   - 20 orang tewas, 17 hilang akibat topan di Vietnam 2.545 views
   - Malaysia kerahkan militer untuk ungsikan ribuan korban banjir di Penang 
2.169 views
   - Turki berupaya dorong cinta membaca di kalangan remaja 2.126 views
Top NewsPertemuan Xi dan Trump tentukan hubungan masa depan China-ASArab Saudi 
tunjuk menteri ekonomi dan keamanan nasionalJelang Trump ke Asia, Korea Utara 
tampik negosiasi nuklirMantan PM Pakistan hadiri sidang pengadilan kasus 
keuangan, Panama PapersChina harap Amerika Serikat dapat "bantu, bukan 
timbulkan masalah" di Laut China Selatanwww.antaranews.com
Copyright © 2017Top NewsFokus 
BeritaNasionalInternasionalEkonomiOlahragaHiburanTeknologiWarta 
BumiArtikelFotoTVOtomotifBolaForum PembacaRilis PersGoogle+Ketentuan 
PenggunaanTentang KamiJaringanPedomanTwitterFacebookRSS   
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 
    
   - 


-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke