http://www.sinarharapan.co/news/read/1710268812/kenali-gejala-stroke



http://www.sinarharapan.co/news/read/1710268812/kenali-gejala-stroke




KENALI GEJALA STROKE

*STROKE MERUPAKAN 21,1% PENYEBAB KEMATIAN*

26 Oktober 2017 09:46 BC <http://www.sinarharapan.co/news/author/BC>
Keluarga <http://www.sinarharapan.co/news/gayahidup/keluarga> dibaca: 2939


inShare

Kemenkes /

JAKARTA--Data World Health Organization (WHO) 2012 menunjukkan 6,7 juta
jiwa di seluruh dunia meninggal akibat stroke. Adapun Sample Registration
System (SRS) Indonesia 2014 mengungkapkan stroke merupakan penyebab
kematian utama, yaitu sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian disemua
kelompok umur.

Stroke sangat berbahaya dan perlu dicegah sejak dini. Oleh karena itu,
dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia 2017 yang mengusung tema
‘What is Your Reason for Preventing Stroke?’, Kementerian Kesehatan RI
mengadakan diskusi tentang penyakit stroke di Gedung Direktorat Jenderal
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, Jakarta,
Rabu (25/10).

"Stroke dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan yang akan menurunkan
status kesehatan dan kualitas hidup penderita stroke, di samping itu akan
menambah beban biaya kesehatan yang ditanggung keluarga dan negara," kata
dr. Lily S. Sulistyowati, MM – Direktur Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dalam diskusi tersebut.

Sementara itu terungkap bahwa usia orang yang terkena serangan stroke saat
ini semakin muda. Ini disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat.
"Akibat perubahan pola hidup, stres, pola makan tidak teratur, banyak makan
makanan siap saji, dan sebagainya, kurang aktivitas fisik," kata Ketua Umum
Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi),
Profesor Dr dr Mohamad Hasan Machfoed Sp S (K) MS dalam kesempatan yang
sama.

Lily pun menjabarkan berbagai penyebab stroke dan salah satu cara
mengatasinya. "Stroke dapat dicegah dengan pengendalian perilaku yang
berisiko seperti penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat dan obesitas,
kurang aktivitas fisik serta penggunaan alkhohol," kata dr Lily.

Salah satu tips mudah mengenali gejala terserang stroke diraNgkum dalam
"SeGera Ke RS". Tips Mudah Kenali Gejala Terserang Stroke

*Se-Senyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum secara
tiba-tiba*

*Ge-Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba*

*Ra-bicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara *

*Ke-Kebas atau kesemutan separuh tubuh*

*R-Rabun, pandangan satu mata kabur tiba-tiba*

*S-Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, gangguan keseimbangan, gerak
sulit dikoordinasi*

Peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2017 diharapkan menggugah kesadaran
masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadap stroke dengan melibatkan
semua pihak dalam upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dengan
perilaku hidup sehat, mampu mendeteksi gejala awal stroke, mendapatkan
akses pelayanan kesehatan yang baik, tepat  dan terjangkau saat terjadi
serangan.

Â

"Kementerian Kesehatan berharap semoga kita semua dapat menjadi agen
perubahan dalam perilaku hidup sehat, khususnya  dalam pencegahan dan
pengendalian faktor risiko stroke, sehingga masyarakat Indonesia yang sehat
dan berkualitas dapat diwujudkan," kata dr Lily lagi.

*STROKE MERUPAKAN 21,1% PENYEBAB KEMATIAN*

26 Oktober 2017 09:46 BC <http://www.sinarharapan.co/news/author/BC>
Keluarga <http://www.sinarharapan.co/news/gayahidup/keluarga> dibaca: 2939


inShare

Kemenkes /

JAKARTA--Data World Health Organization (WHO) 2012 menunjukkan 6,7 juta
jiwa di seluruh dunia meninggal akibat stroke. Adapun Sample Registration
System (SRS) Indonesia 2014 mengungkapkan stroke merupakan penyebab
kematian utama, yaitu sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian disemua
kelompok umur.

Stroke sangat berbahaya dan perlu dicegah sejak dini. Oleh karena itu,
dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia 2017 yang mengusung tema
‘What is Your Reason for Preventing Stroke?’, Kementerian Kesehatan RI
mengadakan diskusi tentang penyakit stroke di Gedung Direktorat Jenderal
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, Jakarta,
Rabu (25/10).

"Stroke dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan yang akan menurunkan
status kesehatan dan kualitas hidup penderita stroke, di samping itu akan
menambah beban biaya kesehatan yang ditanggung keluarga dan negara," kata
dr. Lily S. Sulistyowati, MM – Direktur Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dalam diskusi tersebut.

Sementara itu terungkap bahwa usia orang yang terkena serangan stroke saat
ini semakin muda. Ini disebabkan oleh perubahan pola hidup masyarakat.
"Akibat perubahan pola hidup, stres, pola makan tidak teratur, banyak makan
makanan siap saji, dan sebagainya, kurang aktivitas fisik," kata Ketua Umum
Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi),
Profesor Dr dr Mohamad Hasan Machfoed Sp S (K) MS dalam kesempatan yang
sama.

Lily pun menjabarkan berbagai penyebab stroke dan salah satu cara
mengatasinya. "Stroke dapat dicegah dengan pengendalian perilaku yang
berisiko seperti penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat dan obesitas,
kurang aktivitas fisik serta penggunaan alkhohol," kata dr Lily.

Salah satu tips mudah mengenali gejala terserang stroke diraNgkum dalam
"SeGera Ke RS". Tips Mudah Kenali Gejala Terserang Stroke

*Se-Senyum tidak simetris, tersedak, sulit menelan air minum secara
tiba-tiba*

*Ge-Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba*

*Ra-bicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara *

*Ke-Kebas atau kesemutan separuh tubuh*

*R-Rabun, pandangan satu mata kabur tiba-tiba*

*S-Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, gangguan keseimbangan, gerak
sulit dikoordinasi*

Peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2017 diharapkan menggugah kesadaran
masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadap stroke dengan melibatkan
semua pihak dalam upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dengan
perilaku hidup sehat, mampu mendeteksi gejala awal stroke, mendapatkan
akses pelayanan kesehatan yang baik, tepat  dan terjangkau saat terjadi
serangan.

Â

"Kementerian Kesehatan berharap semoga kita semua dapat menjadi agen
perubahan dalam perilaku hidup sehat, khususnya  dalam pencegahan dan
pengendalian faktor risiko stroke, sehingga masyarakat Indonesia yang sehat
dan berkualitas dapat diwujudkan," kata dr Lily lagi.

<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virus-free.
www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

Kirim email ke