----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: @ <undefined>Terkirim: Selasa, 7 
November 2017 12.35.01 GMT+1Judul: [GELORA45] KENALI GEJALA STROKE
     


http://www.sinarharapan.co/news/read/1710268812/kenali-gejala-stroke







http://www.sinarharapan.co/news/read/1710268812/kenali-gejala-stroke










KENALI GEJALA STROKE

STROKE MERUPAKAN 21,1% PENYEBABKEMATIAN

26 Oktober 201709:46 BCKeluargadibaca: 2939 




inShare 



Kemenkes / 

JAKARTA--Data WorldHealth Organization (WHO) 2012 menunjukkan 6,7 juta jiwa di 
seluruhdunia meninggal akibat stroke. Adapun Sample Registration System(SRS) 
Indonesia 2014 mengungkapkan stroke merupakan penyebab kematianutama, yaitu 
sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian disemuakelompok umur. 

Stroke sangat berbahaya dan perlu dicegah sejakdini. Oleh karena itu, dalam 
rangka memperingati Hari Stroke Sedunia2017 yang mengusung tema ‘What is Your 
Reason for PreventingStroke?’, Kementerian Kesehatan RI mengadakan diskusi 
tentangpenyakit stroke di Gedung Direktorat Jenderal Pencegahan danPengendalian 
Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu(25/10). 

"Stroke dapat mengakibatkan kematian ataukecacatan yang akan menurunkan status 
kesehatan dan kualitas hiduppenderita stroke, di samping itu akan menambah 
beban biaya kesehatanyang ditanggung keluarga dan negara," kata dr. Lily 
S.Sulistyowati, MM – Direktur Pencegahan dan PengendalianPenyakit Tidak 
Menular (P2PTM), dalam diskusi tersebut. 

Sementara itu terungkap bahwa usia orang yangterkena serangan stroke saat ini 
semakin muda. Ini disebabkan olehperubahan pola hidup masyarakat. "Akibat 
perubahan pola hidup,stres, pola makan tidak teratur, banyak makan makanan siap 
saji, dansebagainya, kurang aktivitas fisik," kata Ketua Umum PengurusPusat 
Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi),Profesor Dr dr Mohamad 
Hasan Machfoed Sp S (K) MS dalam kesempatanyang sama. 

Lily pun menjabarkan berbagai penyebab stroke dansalah satu cara mengatasinya. 
"Stroke dapat dicegah denganpengendalian perilaku yang berisiko seperti 
penggunaan tembakau, dietyang tidak sehat dan obesitas, kurang aktivitas fisik 
sertapenggunaan alkhohol," kata dr Lily. 

Salah satu tips mudah mengenali gejala terserangstroke diraNgkum dalam "SeGera 
Ke RS". Tips Mudah KenaliGejala Terserang Stroke 

Se-Senyum tidak simetris, tersedak, sulitmenelan air minum secara tiba-tiba 

Ge-Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba

Ra-bicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara

Ke-Kebas atau kesemutan separuh tubuh 

R-Rabun, pandangan satu mata kabur tiba-tiba

S-Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba,gangguan keseimbangan, gerak sulit 
dikoordinasi 

Peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2017 diharapkanmenggugah kesadaran 
masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadapstroke dengan melibatkan semua 
pihak dalam upaya pencegahan danpengendalian faktor risiko dengan perilaku 
hidup sehat, mampumendeteksi gejala awal stroke, mendapatkan akses pelayanan 
kesehatanyang baik, tepat  dan terjangkau saat terjadi serangan. 

 

"Kementerian Kesehatan berharap semoga kitasemua dapat menjadi agen perubahan 
dalam perilaku hidup sehat,khususnya  dalam pencegahan dan pengendalian faktor 
risikostroke, sehingga masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitasdapat 
diwujudkan," kata dr Lily lagi. 

STROKE MERUPAKAN 21,1% PENYEBABKEMATIAN

26 Oktober 201709:46 BCKeluargadibaca: 2939 




inShare 



Kemenkes / 

JAKARTA--Data WorldHealth Organization (WHO) 2012 menunjukkan 6,7 juta jiwa di 
seluruhdunia meninggal akibat stroke. Adapun Sample Registration System(SRS) 
Indonesia 2014 mengungkapkan stroke merupakan penyebab kematianutama, yaitu 
sebesar 21,1% dari seluruh penyebab kematian disemuakelompok umur. 

Stroke sangat berbahaya dan perlu dicegah sejakdini. Oleh karena itu, dalam 
rangka memperingati Hari Stroke Sedunia2017 yang mengusung tema ‘What is Your 
Reason for PreventingStroke?’, Kementerian Kesehatan RI mengadakan diskusi 
tentangpenyakit stroke di Gedung Direktorat Jenderal Pencegahan danPengendalian 
Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu(25/10). 

"Stroke dapat mengakibatkan kematian ataukecacatan yang akan menurunkan status 
kesehatan dan kualitas hiduppenderita stroke, di samping itu akan menambah 
beban biaya kesehatanyang ditanggung keluarga dan negara," kata dr. Lily 
S.Sulistyowati, MM – Direktur Pencegahan dan PengendalianPenyakit Tidak 
Menular (P2PTM), dalam diskusi tersebut. 

Sementara itu terungkap bahwa usia orang yangterkena serangan stroke saat ini 
semakin muda. Ini disebabkan olehperubahan pola hidup masyarakat. "Akibat 
perubahan pola hidup,stres, pola makan tidak teratur, banyak makan makanan siap 
saji, dansebagainya, kurang aktivitas fisik," kata Ketua Umum PengurusPusat 
Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi),Profesor Dr dr Mohamad 
Hasan Machfoed Sp S (K) MS dalam kesempatanyang sama. 

Lily pun menjabarkan berbagai penyebab stroke dansalah satu cara mengatasinya. 
"Stroke dapat dicegah denganpengendalian perilaku yang berisiko seperti 
penggunaan tembakau, dietyang tidak sehat dan obesitas, kurang aktivitas fisik 
sertapenggunaan alkhohol," kata dr Lily. 

Salah satu tips mudah mengenali gejala terserangstroke diraNgkum dalam "SeGera 
Ke RS". Tips Mudah KenaliGejala Terserang Stroke 

Se-Senyum tidak simetris, tersedak, sulitmenelan air minum secara tiba-tiba 

Ge-Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba

Ra-bicaRa pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara

Ke-Kebas atau kesemutan separuh tubuh 

R-Rabun, pandangan satu mata kabur tiba-tiba

S-Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba,gangguan keseimbangan, gerak sulit 
dikoordinasi 

Peringatan Hari Stroke Sedunia tahun 2017 diharapkanmenggugah kesadaran 
masyarakat agar lebih peduli dan waspada terhadapstroke dengan melibatkan semua 
pihak dalam upaya pencegahan danpengendalian faktor risiko dengan perilaku 
hidup sehat, mampumendeteksi gejala awal stroke, mendapatkan akses pelayanan 
kesehatanyang baik, tepat  dan terjangkau saat terjadi serangan. 

 

"Kementerian Kesehatan berharap semoga kitasemua dapat menjadi agen perubahan 
dalam perilaku hidup sehat,khususnya  dalam pencegahan dan pengendalian faktor 
risikostroke, sehingga masyarakat Indonesia yang sehat dan berkualitasdapat 
diwujudkan," kata dr Lily lagi. 


|  | Virus-free. www.avast.com  |

    

Kirim email ke