http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/07/15471071/apa-maksud-sandi-dengan-pejalan-kaki-bikin-macet-tanah-abang
Apa Maksud Sandi dengan Pejalan Kaki Bikin Macet Tanah Abang?
Nursita Sari
Kompas.com - 07/11/2017, 15:47 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan
Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/11/2017).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan
Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/11/2017).(KOMPAS.com/NURSITA SARI)
*JAKARTA, KOMPAS.com —* Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kembali
menjelaskan maksud pernyataannya soal pejalan kaki
<http://indeks.kompas.com/tag/pejalan-kaki> menjadi salah satu biang
kemacetan di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pernyataan itu berdasarkan
gambaran kondisi kawasan Tanah Abang yang diambil dengan kamera /drone/
yang terintegrasi aplikasi Qlue dan Waze.
Ia mengatakan, penyebab utama kemacetan di Tanah Abang adalah pembangunan.
"Kedua adalah /ngetem/ angkot. Ketiga adalah penataan 300.000 pejalan
kaki yang tumpah dari Stasiun Tanah Abang," kata Sandi di Balai Kota DKI
Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (7/11/2017).
Sandi mengatakan tak menuding pejalan kaki sebagai penyebab kemacetan.
Pejalan kaki <http://indeks.kompas.com/tag/pejalan-kaki> justru harus
dimuliakan dengan memberi mereka ruang khusus.
"Bukan menuding pejalan kaki penyebab kesemrawutan, ya enggaklah.
Pejalan kaki harus dimuliakan, tapi kita harus siapkan penataannya,
jalannya seperti apa," katanya.
Sandi menjelaskan, selama ini trotoar yang seharusnya khusus untuk
pejalan kaki diokupasi pedagang kaki lima (PKL). Akibatnya, pejalan kaki
berjalan di badan jalan.
"Begitu keluar (stasiun), kalau mereka enggak disiapkan trotoar yang
benar, dia akan turun ke jalan. Sebab, trotoar diokupasi PKL, ada tukang
ojek pangkalan," ucap Sandi.
Sandi menyebutkan, PKL dan ojek pangkalan yang mengokupasi trotoar
hingga badan jalan harus ditertibkan.
Senin kemarin, Sandi mengatakan, pejalan kaki lebih membuat kawasan
Tanah Abang, Jakarta Pusat, semrawut dibandingkan PKL. Dia menyebut PKL
memang memiliki dampak pada kesemrawutan kawasan Tanah Abang, tetapi
tidak signifikan.
"Temuannya ternyata ya (penyebab) kesemrawutan (Tanah Abang) itu adalah,
satu pembangunan jalan, nomor dua tumpahnya pejalan kaki yang keluar
dari Stasiun Tanah Abang, dan ketiga banyak angkot yang parkir liar atau
/ngetem/," ujar Sandi.
*Baca juga:* Bukan PKL, Sandiaga Sebut Pejalan Kaki Salah Satu Biang
Macet Tanah Abang
<http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/06/17303051/bukan-pkl-sandiaga-sebut-pejalan-kaki-salah-satu-biang-macet-tanah-abang>