http://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/07/142435426/jokowi-dan-ekonomi-udang-indonesia
Suhana <http://kolom.kompas.com/suhana>
Peneliti
Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim
Jokowi dan Ekonomi Udang Indonesia
Suhana
Kompas.com - 07/11/2017, 14:24 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menyaksikan pelepasan benih udang disela
acara penyerahan izin pemanfaatan lahan tambak Perhutanan Sosial di Desa
Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu
(1/11/2017). Pemerintah melalui program Perhutanan Sosial menyerahkan
izin pemanfaatan dan pengolahan lahan hutan tambak negara seluas 830,55
hektar kepada warga untuk lahan percontohan, yang nantinya akan dikelola
38 Kepala Keluarga.
Presiden Joko Widodo (kiri) menyaksikan pelepasan benih udang disela
acara penyerahan izin pemanfaatan lahan tambak Perhutanan Sosial di Desa
Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu
(1/11/2017). Pemerintah melalui program Perhutanan Sosial menyerahkan
izin pemanfaatan dan pengolahan lahan hutan tambak negara seluas 830,55
hektar kepada warga untuk lahan percontohan, yang nantinya akan dikelola
38 Kepala Keluarga.(ANTARA FOTO/RISKY ANDRIANTO)
*KEHADIRAN* Presiden Jokowi di Tambak udang di Desa Pantai Bakti Muara
Gembong Bekasi pada 1 November 2017 merupakan tonggak baru ekonomi udang
nasional.
Penulis percaya bahwa kehadiran Jokowi tidak hanya menghadiri program
perhutanan sosial dan meresmikan tambak milik Perum Perhutani seluas 830
hektar (ha) untuk budidaya udang vaname
<http://indeks.kompas.com/tag/udang-vaname> dan bandeng.
Namun jauh lebih dari itu, Jokowi melihat peluang besar untuk
"menguasai" ekonomi udang dunia. Terlebih saat ini beberapa negara
produsen udang dunia sedang mengalami masalah serius terkait penurunan
produksi udang.
Langkah Presiden Jokowi ke tengah-tengah tambak udang di Muara Gembong
tersebut mengingatkan penulis atas langkah Presiden India Mahatma Gandhi
pada tahun 1947. Ketika itu, Gandhi terjun langsung ke tambak garam
rakyat di negaranya guna menjadikan India sebagai produsen garam dunia.
Komitmen kuat Presiden Gandhi tersebut kini telah terwujud dengan baik.
India kini menjadi salah satu produsen garam terbesar dunia.
Oleh sebab itu, komitmen kuat Presiden Jokowi yang ditunjukkan dengan
langsung terjun ke tambak udang tersebut diharapkan dapat menjadikan
Indonesia sebagai negara eksportir udang terbesar dunia.
Udang merupakan salah satu produk ekspor perikanan yang berkontribusi
cukup besar bagi ekonomi perikanan nasional. Berdasarkan data
International Trade Center (2017), pertumbuhan ekspor komoditas
perikanan Indonesia pada periode 2012-2016 rata-rata tumbuh 2,37 persen
pertahun.
Total nilai ekspor komoditas perikanan tahun 2012 mencapai USD 3,59
miliar dan tahun 2016 meningkat menjadi 3,86 miliar dollar AS.
Sementara itu, dilihat dari jenis komoditasnya, terlihat bahwa besarnya
nilai ekspor komoditas perikanan didominasi oleh komoditas udang vaname
beku.
Berdasarkan data International Trade Center (2017), terlihat bahwa
kontribusi nilai ekspor udang vaname beku (Whiteleg shrimps) terhadap
total nilai ekspor perikanan tahun 2016 mencapai lebih dari 27 persen.
Berdasarkan hal tersebut, tampak bahwa udang memiliki peranan yang besar
terhadap kinerja ekonomi perikanan Indonesia.
Namun demikian, sampai saat ini nilai ekspor udang Indonesia masih lebih
rendah dibandingkan dengan negara-negara produsen udang dunia lainnya,
seperti India, Vietnam, Ekuador, China, dan Thailand.
Dari data International Trade Center (2017), pada tahun 2016 India
tercatat sebagai negara yang memiliki nilai ekspor udang tertinggi di
dunia, yaitu mencapai 3,70 miliar dollar AS.
Berikutnya Vietnam, Ekuador, China, Thailand, dan Indonesia yang
masing-masing memiliki nilai ekspor dalam dollar AS sebanyak 2,71
miliar; 2,60 miliar; 2,16 miliar; 1,98 miliar; dan 1,67 miliar.
*Peluang produksi udang vaname*
Beberapa negara produsen udang dunia sampai saat ini masih dihantui oleh
ancaman wabah EMS (early mortality syndrome). Bahkan beberapa negara
ASEAN sudah terserang wabah EMS, seperti Vietnam, Thailand, dan
Malaysia. Adapun Indonesia sampai saat ini masih dinyatakan bebas dari
wabah EMS yang mengancam produksi udang tersebut.