http://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/08/170017826/bi-anggap-wajar-cadangan-devisa-turun


BI Anggap Wajar Cadangan Devisa Turun

Sakina Rakhma Diah Setiawan

Kompas.com - 08/11/2017, 17:00 WIB

[image: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City Surabaya, Rabu
(8/11/2017).]Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City Surabaya, Rabu
(8/11/2017).(KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN)



*SURABAYA, KOMPAS.com* -Laporan Bank Indonesia ( BI
<http://indeks.kompas.com/tag/BI>) per akhir Oktober 2017 menyatakan
cadangan devisa <http://indeks.kompas.com/tag/devisa> Indonesia tercatat
sebesar 126,5 miliar dollar AS.

Cadangan devisa Indonesia per akhir Oktober 2017 tersebut turun
dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 129,4 miliar dollar
AS.

Bank sentral menyatakan, penurunan cadangan devisa pada akhir Oktober 2017
terjadi lantaran adanya kewajiban pembayaran utang luar negeri. Selain itu,
berkurangnya cadangan devisa juga disebabkan upaya stabilisasi nilai tukar
rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan,
cadangan devisa merupakan salah satu bantalan yang dikumpulkan pada saat
arus modal masuk (*capital inflow*) cenderung tinggi. Adapun kemudian
cadangan devisa digunakan ketika ada arus modal asing keluar (*capital
outflow*).

(Baca: Buat Bayar Utang dan Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa Oktober
Turun
<http://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/07/171541526/buat-bayar-utang-dan-stabilisasi-rupiah-cadangan-devisa-oktober-turun>
)

"Pada saat kemarin ini gonjang-ganjing global, khususnya dari AS yang ada
pembalikan modal ya wajar karena kita harus melakukan stabilisasi nilai
tukar, kemudian cadangan devisa turun," jelas Perry dalam konferensi pers
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Rabu
(8/11/2017).

Meskipun mengalami penurunan, namun cadangan devisa tersebut masih lebih
dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Selain itu, cadangan devisa tersebut juga lebih dari cukup untuk
mengantisipasi apabila ada pembalikan semacam itu.

Sebelumnya, pernyataan resmi BI menyatakan penurunan cadangan devisa pada
Oktober 2017 terutama dipengaruhi penggunaan devisa untuk pembayaran utang
luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan
fundamentalnya.

Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya
penempatan valas perbankan di BI. Ini sejalan dengan kebutuhan pembayaran
kewajiban valuta asing (valas) penduduk.

"Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung
terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal tersebut
didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja
ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif,"
kata BI.

Kirim email ke