https://travel.detik.com/international-destination/d-3719425/gunung-yang-memakan-manusia-di-bolivia?_ga=2.262534860.1158246228.1510174573-597726662.1510174570
Rabu, 08 Nov 2017 22:59 WIB
INTERNATIONAL DESTINATIONS
'Gunung yang Memakan Manusia' di Bolivia
<https://travel.detik.com/kurniay>
Kurnia Yustiana <https://travel.detik.com/kurniay>
Redaksi Travel
Share *0*
<https://travel.detik.com/international-destination/d-3719425/gunung-yang-memakan-manusia-di-bolivia?_ga=2.262534860.1158246228.1510174573-597726662.1510174570#>
Tweet *0*
<https://travel.detik.com/international-destination/d-3719425/gunung-yang-memakan-manusia-di-bolivia?_ga=2.262534860.1158246228.1510174573-597726662.1510174570#>
Share *0*
<https://travel.detik.com/international-destination/d-3719425/gunung-yang-memakan-manusia-di-bolivia?_ga=2.262534860.1158246228.1510174573-597726662.1510174570#>
0 Komentar
<https://travel.detik.com/international-destination/d-3719425/gunung-yang-memakan-manusia-di-bolivia?_ga=2.262534860.1158246228.1510174573-597726662.1510174570#komentar>
Cerro Rico di Bolivia (Thinkstock)
*PotosÃ* - Sekilas, Cerro Rico di Bolivia tampak seperti gunung pada
umumnya. Namun sebenarnya gunung ini punya sejarah kelam hingga dijuluki
Gunung yang Memakan Manusia.
Pegunungan Cerro Rico berdiri gagah di dekat Kota Potosi, Bolivia. Cerro
Rico sendiri artinya adalah pegunungan yang kaya. Nama ini disematkan
bukan tanpa alasan, Cerro Rico menyimpan perak yang melimpah.
Dilansir detikTravel dari BBC, Selasa (7/11/2017), pada masa penjajahan
Spanyol sekitar 5 abad lalu, begitu banyak perak yang telah ditambang
dari gunung. Dalam periode tersebut, diperkirakan 8 juta orang meninggal
karena aktivitas pertambangan.
Baik itu karena kecelakaan tambang, maupun mengidap silikosis, penyakit
pernapasan. Hal itulah yang membuat Cerro Rico dijuluki Mountain That
Eats Men alias Gunung yang Memakan Manusia.
'Gunung yang Memakan Manusia' di BoliviaSuasana tambang perak (Catharina
Moh/BBC)
Hingga beberapa tahun belakangan, sudah lebih dari 15 ribu penambang
yang bekerja di Cerro Rico. Walau sudah tidak lagi dijajah Spanyol,
penambangan tetap berlangsung. Para pekerja ini tak hanya orang dewasa.
Ada remaja bahkan anak-anak berusia 8 tahun yang pernah menambang perak
di Cerri Rico demi sesuap nasi.
Salah satunya anak remaja bernama Marco. Sejak usia belasan tahun ia
bekerja menambang perak di lorong-lorong yang dibuat di dalam gunung.
Marco sebenarnya ingin serius sekolah saja, tapi keadaan ekonomi
keluarga mengharuskannya untuk bekerja ditambang di luar jam sekolah.
'Gunung yang Memakan Manusia' di BoliviaSalah satu patung El Tio
(Catharina Moh/BBC)
Nah dengan tingginya angka kematian di dunia pertambangan perak Cerro
Rico, tak ayal gunung ini berselimut takhyul. Para penambang di sini pun
kabarnya memberikan persembahan daun koka, alkohol dan rokok kepada El
Tio, dewa iblis di tambang.
Ada 38 perusahaan yang beroperasi di pertambangan ini dan masing-masing
memajang patung El Tio di lorong-lorong tambang. Persembahan untuk El
Tio diberikan sebagai rasa syukur atas hasil tambang yang ada dan untuk
melindungi para pekerja dari kecelakaan.
Setelah berabad-abad digali, hasil tambang di Cerro Rico memang tak lagi
sebanyak dulu. Cerro Rico dari luar masih tampak sama, tapi di sisi
dalamnya sudah cukup rapuh dengan banyaknya lorong-lorong bekas galian.
Traveler yang berkunjung ke Potosi bisa melihat langsung seperti apa
Cerro Rico sekarang. Namun sebaiknya tetap berhati-hati jika ingin
mendekat ke area pertambangan. *(krn/fay)*
bolivia <https://detik.com/tag/bolivia/>