Karena dalam susunan Kristen nggak kebagian jabatan apa-apa dan jadi
tidak berarti, maka mending lari ke Islam supaya bisa tenar....... dan
juga supaya jadi contoh China mualaf.....! Begitu kan? Bukan agamanya
yang punya hati, tapi manusianya yang punya hati dan otak untuk
berpolitik.....!.
------ Original Message ------
From: "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>
To:
Sent: Sunday, 12 Nov, 2017 At 9:30 AM
Subject: [GELORA45] Felix Siauw : Islam Buat Saya Jatuh Hati
https://www.eramuslim.com/oase-iman/felix-siauw-islam-buat-saya-jatuh-hati.htm#.Wgd2m4hrx2E
<https://www.eramuslim.com/oase-iman/felix-siauw-islam-buat-saya-jatuh-hati.htm#.Wgd2m4hrx2E>
Home <https://www.eramuslim.com/> » Oase Iman
<https://www.eramuslim.com/oase-iman> Felix Siauw : Islam Buat Saya
Jatuh Hati…
16
<https://www.eramuslim.com/oase-iman/felix-siauw-islam-buat-saya-jatuh-hati.htm#>
Redaksi – Kamis, 20 Safar 1439 H / 9 November 2017 12:50 WIB
Oleh : Ustadz Felix Siauw
Saya dilahirkan bukan di jalan dakwah, jangankan itu, mengenal Islam
saja tidak. Lebih lagi, saya membenci Muslim dan juga segala penampakan
dan semua identitasnya
Saya tak suka dengan Muslimah berkerudung, bagi saya fanatik, sok suci,
belum tentu juga hatinya baik. Saya tak nyaman saat Muslim taat pada
agamanya, ekstrim bagi saya
Dulu bagi saya harusnya seorang Muslim tidak usah bawa-bawa agamanya,
toh saya juga tidak bawa-bawa agama saya dalam kehidupan, jangan mau
menang sendiri
Apalagi saat mendengar ada Muslim yang ingin menerapkan aturan agama
mereka dalam jadi hukum negeri. Wah, langsung saya tunjuk mereka itulah
calon teroris
Tapi itu dulu, sebelum saya mengetahui keindahan Islam, juga segala
kehebatan yang tersimpan di dalamnya. Saya jatuh hati, setelah Islam
menundukkan rasio saya
Kini istri saya berhijab syar’i, anak-anak perempuan saya juga sama,
kita mengajarkan pada mereka, bahwa ketaatan pada Allah adalah hal
utama, jangan pedulikan manusia
Sekarang syariat dan ketentuan Allah selalu saya rujuk tiap kali
memiliki masalah hidup, sebab saya sudah membuktikan bahwa taat pastilah
bahagia, maksiat pastilah sengsara
Saat ini tiap bangun pagi saya selalu berpikir, bagaimana cara lebih
mudah dan lebih cepat untuk menyadarkan ummat, agar mau menerapkan
Kitabullah dan Sunnah dalam hidup
Memang yang membenci itu karena miskin ilmu, begitu pula yang menentang
Islam itu karena tak tahu. Bila tidak keduanya, maka pastilah karena
mereka dzalim
Bagaimana bisa kebaikan itu ditolak, bagaimana mungkin Islam itu
dicurigai sebagai inspirasi radikalisme? Bagaimana bisa di negeri yang
mayoritas Muslim, Islam dinista?
Dulu saya benci Islam, kini saya mencintai Islam. Dulu tidak ada pikiran
saya di jalan dakwah, sekarang saya ingin berada diatas jalan ini,
ketika hidup dan saat mati.
Tak mudah saya dapatkan Islam, hingga tak mungkin saya tinggalkan jalan
dakwah, Sebab saya berharap dengan dakwah itulah saya bisa meminta surga
pada Alloh.