https://www.antaranews.com/berita/664256/korsel-china-sepakat-tangani-korut-secara-damai
Korsel & China sepakat tangani Korut secara damai
Pewarta: Administrator Minggu, 12 November 2017 05:13 WIB 1.429 Views
Kolase foto Presiden Korea Selatan Yoon Young-chan (kanan) dan Presiden
China Xi Jinping. (Yonhap)
Seoul (ANTARA News) - Para pemimpin Korea Selatan (Korsel) dan China
pada Sabtu (11/11) sepakat bahwa situasi keamanan di Semenanjung Korea
yang melibatkan Korea Utara (Korut) perlu dikelola melalui cara yang
stabil dan damai, demikian keterangan Kantor Kepresidenan Korsel.
Kedua pemimpin juga setuju untuk menangani ketegangan yang terkait
dengan Korea Utara secara damai.
Kesamaan pandangan itu muncul dalam pertemuan antara Presiden Korea
Selatan Moon Jae-in dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela
pelaksanaan pertemuan puncak negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi
Asia Pasifik (APEC) di Danang, Vietnam.
Untuk itu, China dan Korsel akan memperkuat pembicaraan strategis di
semua tingkat, kata juru bicara kepresidenan Korsel Yoon Young-chan
kepada para wartawan di Danang.
Xi mengatakan kepada Moon bahwa ia mendorong Korsel untuk melanjutkan
dialog dengan Korea Utara dan bersatu untuk mencapai rekonsiliasi serta
denuklirisasi, menurut laporan kantor berita negara China, Xinhua.
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat bulan lalu ketika pemimpin
Korut Kim Jon Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbalas
ancaman bernada perang serta saling mencaci terkait nuklir dan program
pengembangan peluru kendali Korea Utara.
China telah didesak, baik oleh Korsel maupun AS, untuk menjalankan
peranan lebih aktif dalam upaya mengekang nuklir dan ambisi rudal Korut.
Beijing mengatakan pihaknya mematuhi sanksi-sanksi Dewan Keamanan
Perserikatan Bangsa-bangsa dan sedang melakukan segala upaya untuk
mengendalikan tindakan-tindakan provokatif Korea Utara.
Selama pertemuan puncak APEC pada Sabtu, Moon dan Xi juga setuju untuk
segera menjalankan kembali pertukaran bilateral di semua bidang, tambah
Yoon.
Yoon mengulang isi kesepakatan yang diumumkan bulan lalu ketika kedua
negara setuju untuk mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung selama
satu tahun terkait penempatan sistem antirudal buatan AS, THAAD.
Kedua pemimpin menyepakati agar Moon mengunjungi Xi di China pada
Desember untuk melakukan putaran pembicaraan tingkat tinggi berikutnya.
Sementara itu, Moon juga mengundang Xi ke Korsel saat pelaksanaan
Olimpiade Musim Dingi Pyeongchang, yang akan berlangsung pada Februari
tahun depan, kata juru bicara Presiden China, layaknya dikutip Reuters.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2017