Polisi2 yang suka ngeroyok ini lebih baik disuruh bertinju satu per satu
dengan petinju professional saja.
ebelumny diarak keliling kota.
Biar bisa ngrasai kalau digebugi orang. Masa tidak kapok ?
Yang pernah digebugi mereka boleh nonton. Rakyat banyak boleh nonton
gratis, atau ditarik tiket murah saja.

2017-11-12 15:55 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> http://www.mediaindonesia.com/news/read/131670/sekolompok-
> polisi-mimika-aniaya-wartawan/2017-11-12
>
>
>
> Sekolompok Polisi Mimika Aniaya Wartawan
>
> Ahad, 12 November 2017 10:50 WIB Penulis: *Antara *
>
>
> <http://www.mediaindonesia.com/news/read/131670/sekolompok-polisi-mimika-aniaya-wartawan/2017-11-12>
>
> KAPOLRES Mimika AKBP Victor D Mackbon mengakui sekelompok anggotanya
> mengeroyok Saldi, wartawan Okezone, hingga babak belur, di Timika pada
> Sabtu (11/11) sekitar pukul 22/50 WIT.
>
> "Tindakan ini menunjukan tidak profesionalnya tugas kepolisian dan
> menciderai silahturahmi kami dengan rekan-rekan," kata Victor ketika
> dihubungi dari Timika, Minggu.
>
> Sebelumnya, sekelompok anggota polisi Polres Mimika melakukan pengeroyokan
> terhadap seorang Sadil hingga wajah Saldi tampak pecah di bagian kiri.
>
> Bagian lain wajahnya tampak bengkak dan lebam, dan Saldi mengaku juga
> mengalami sakit pada bagian rusuk kanannya.
>
> "Saya dikeroyok sekitar enam sampai delapan orang di Pos Terpadu. Sampai
> di Polres, saya kembali dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan,"
> cerita Saldi kepada wartawan di SPKT Polres Mimika.
>
> Kasus tersebut diduga bermula dari kegiatan pasar malam di Lapangan Indah.
>
> Saat itu sempat terjadi kericuhan. Saldi yang saat itu bersama anaknya di
> lapangan mengkritik aparat melalui status facebooknya.
>
> Diduga kuat, kritik tersebut dianggap oleh aparat kepolisian dalam hal ini
> Satuan Sabhara Polres Mimika sebagai pelecehan.
>
> Aparat Sabhara Polres Mimika lalu menciduk Saldi yang sedang nongkrong di
> depan Satlantas Polres Mimika untuk dibawa ke Pos Terpadu di Jalan Budi
> Utomo.
>
> Pemimpin redaksi salah satu media di Timika, Fidel kepada wartawan
> mengutuk tindak pengroyokan tersebut.
>
> Menurut dia, tindakan oknum sekelompok polisi tersebut tidak mencerminkan
> tugas sebagai aparat penegakan hukum.
>
> "Yang lakukan penembakan di Tembagapura saja tidak dibikin begitu, malah
> diajak negosiasi. Apa yang dialami Saldi tidak manusiawi, teman-teman bisa
> menyaksikan sendiri. Harusnya mengedepankan penegakan hukum, bukan
> penganiayaan," kata Fidel.
>
> Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Vox Dei Paron Helan SIK mengakui peristiwa
> pengeroyokan tersebut.
>
> Personel polisi yang terlibat, menurutnya segera diperiksa oleh provost.
>
> "Yang jelas dari kepolisian, Polres Mimika memohon maaf terkait adanya
> kejadian ini," katanya.
>
> Atas kejadian itu Kapolres Mimika menyatakan bahwa pihaknya salah.
>
> Victor juga mengungkapka permohonan maaf kepada Saldi dan awak media di
> wilayah itu. Ia juga berdoa agar Saldi cepat sembuh.
>
> "Saya berharap hal ini menjadi koreksi internal buat saya selalu pimpinan
> Polres kepada anggota kami," katanya. (OL-7)
>
> 
>

Kirim email ke