Tukang angon biasanya berseruling dihadapan kerbau, dan tukang angon
seharusnya tidak dungu tetapi kemungkinan besar jadi dungu karena
malnutrisi/kurang gizi.
On Monday, November 13, 2017, 12:09:28 AM PST, Chan CT
<[email protected]> wrote:
Aduuuh celaka, ternyata kok dungu beneran, seperti berseruling dihadapan
kerbau, saja! Hehehee, ... Bukankah sudah saya nyatakan: Sebelum mengajukan
pertanyaan: “maksud anda pola makan sehat yg berulang kali anda katakan itu
bukan utk anak kekurangan gizi? tidak cocok?” Pada saya, bukankah mestinya
anda lebih dahulu juga BERTANYA pada diri anda sendiri: “Kenapa orang-tua anak2
yg kurang gizi itu TIDAK MEMBELI susu saja?” Tidak cocok? From: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] Sent: Monday, November 13, 2017 2:23 PMTo:
[email protected] ; Chan CT Subject: Re: [GELORA45] Re: Dr. Hiromi
Shinya ttg pencernaan, tolong kirim ulang
anak2 kurang gizi itu tentu dari keluarga tidak mampu, kenapa kok pake tanya
lagi kenapa orang tuanya tidak beli susu saja?apakah anda juga otak udang
seperti si Nesare? On Sunday, November 12, 2017, 10:11:12 PM PST, Chan CT
<[email protected]> wrote: Anda ini maunya apa, siiih? Apa masalah yang
hendak anda diskusikan? Saya yang terlalu BODOH tidak berhasil menangkap maksud
anda, atau anda yang memang BODOH spt kata bung Nesare? Hehehee, ... Sebelum
mengajukan pertanyaan: “maksud anda pola makan sehat yg berulang kali anda
katakan itu bukan utk anak kekurangan gizi? tidak cocok?” Pada saya, bukankah
mestinya anda lebih dahulu juga BERTANYA pada diri anda sendiri: “Kenapa
orang-tua anak2 yg kurang gizi itu TIDAK MEMBELI susu saja?” Tidak cocok?
From: [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, November 13, 2017 11:51
AMTo: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Re: Dr. Hiromi Shinya
ttg pencernaan, tolong kirim ulang
maksud anda pola makan sehat yg berulang kali anda katakan itu bukan utk anak
kekurangan gizi? tidak cocok?
pola makan Hiromi itu memang akan sukar diterapkan di Indonesia secara umum,
terlihat sekali penekanan yg serba whole food, organik, whole grain. contohnya
saja quinoa itu harganya berapa kali lipat dibanding beras? padahal quinoa-lah
satu2nya whole grain yg mengandung complete protein. Sekali lagi saya katakan,
peduli amat dgn Prabowo dan Tommy Soeharto! Persetan! Anda mau ikan utk program
kurang gizi itu? boleh saja asal jangan jadinya ikan asin yg dikasih. Dgn
asumsi pemerintah menyediakan susu, saya bisa kasih contoh makanan murah
terjangkau orang miskin dan masih memenuhi kebutuhan gizi: makan pagi:-
telo/ketela rebus - segelas susu makan siang/malam:- lalapan genjer-genjer
dan/atau daun singkong- jagung rebus/kukus- segelas susu (malam)
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Apanya paradoks! Anda bicara pola makan sehat yang harus dilakukan atau
bagaimana mengentaskan 1/3 anak Indonesia yang kurang gizi itu? Jangan dicampur
adukkan, dong! Saya bilang untuk di Indonesia, ikuti saja makanan jenis
sayur-buah, biji2an, umbi2an yang ada dan banyak tumbuh di Indonesia saja,
tidak perlu mengikuti secara mati yg dinyatakan Hiromi itu! Apalagi harus serba
organik yg jelas harganya bisa 3-4X lipat itu, ... sekalipun usaha tidak lagi
gunakan pupuk kimia, sebetulnya tidak sulit amat, kok! Dikembangkan saja pupuk
tai-hewan, peternakan, kompos, ... yang mestinya tidak sulit dilakukan dan
tidak harus mahal jatuhnya! Masalahnya, orang sudah mau ambil lebih gampangnya
dan disodok terus oleh pengusaha pupuk kimia yang bisa bangkrut kalau tidak
digunakan lagi. Kalau anda hendak bicara memecahkan masalah 1/3 jumlah
anak-anak Indonesia yang hidup dalam kemiskinan, itu soal lain lagi! Tapi, saya
katakan untuk mendapatkan protein yang PASTI juga TIDAK mutlak harus dengan
susu-sapi! Bisa saja dengan cara pemerintah memberi kemudahan kredit pada
petani desa untuk meningkatkan usaha penangkapan ikan-laut, pemeliharaan ternak
ayam, bebek, kambing, ... didesa-desa terbelakang itu, agar anak2 itu cepat
bisa mendapatkan ketambahan makan ikan, ayam, .... Hasilnya akan jauh lebih
baik, lebih murah dan lebih cepat dan itu akan terus berkelanjutan dengan
keberhasilan mendidik masyarakat untuk mandiri, ketimbang pemerintah harus
menunjang konsumsi susu bagi 1/3 anak2 Indonesia yang kekurangan gizi. Sampai
kapan? Itu namanya menuntut pemerintah hanya memberikan susu, bukan pancing
pada rakyat. Sedang yang makin gendut lebih cepat jadi dibalik pengusaha
susuitu, Prabowo dan Tommy Suharto! Salam,ChanCT From: jonathangoeij@...
[GELORA45] Sent: Monday, November 13, 2017 12:20 AMTo: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Re: Dr. Hiromi Shinya ttg pencernaan, tolong kirim
ulang
Apa yg anda ceritakan kelihatannya merupakan paradoks karena 1/3 anak Indonesia
mengalami stunting yg artinya kekurangan gizi parah.
Kalau anda perhatikan artikel Hiromi dgn teliti padi2an yg disarankan "Beras
Coklat + millet, quinoa, amaranth, whole oats (gandum utuh), buckwheat, dan
sejenisnya" yg artinya adalah whole grain yg mengandung complex carbohydrate
dan kalau ditambahin dgn biji2an dan kacang2an akan menghasilkan complete
protein. Karenanya dgn porsi yg diberikan sebesar 50% beliau berani mengurangin
protein hewani jadi sekitar 10-15% saja.
Tetapi apakah orang Indonesia makan whole grain? Sebagian besar dgn persentase
yg sangat tinggi adalah tidak, dgn pola makan nasi putih yg refine grain dan
hanya mengandung simple carbohydrate hasil yg didapat hanyalah gula yg disimpan
didalam tubuh berupa lemak, sedangkan bagi kelompok miskin yg diandalkan adalah
raskin bahkan presiden Jokowi mengatakan kalau koordinasi pembagian raskin dgn
survey BPS tepat angka kemiskinan akan berkurang dus suatu hal yg menunjukkan
makanan utama adalah raskin.
Ditambah lagi serba organik dalam artikel Hiromi itu yg artinya mahal mahal dan
mahal.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Iyaaa, ... sebetulnya saja saya malas melayani Jonathan ini. Lha, banyak kok
makanan sehat nan MURAH di Indonesia, sekalipun tidak terhindar lidah orang
Ind. masih suka dan banyak gorengan! Tetap masih banyak pilihan, apalagi di
JABAR, boleh ketambahan itu lalap, karedok orang Sunda, ... sayur-asem, lodeh,
opr-ayam, ketoprak, gado-gado, pecel, pindang ikan, pepes ikan, soto, rawon,
gulai kambing, sop buntut, ... waduuuuh sampai ngiler. Hehehee, ... Setelah
saya bandingkan dengan kehidupan DESA di Tiongkok, ... mestinya untuk hidup di
Indonesia tidak akan mati kelaparan. Lha, tanah begitu subur, ditancap saja itu
tangkai singkong bisa numbuh dimana-mana dan tidak lebih 3 bulan sudah bisa
dicabut makan singkong! Begitu juga dengan jagung, berbagai jenis sayuran
seperti bayem, kangkung lebih gampang dan lebih cepat lagi, ... buah-buahan
papaya, pisang, mangga, nanas, kan gampang banget numbuhnya. Lalu, piara ayam,
kambing, berbagai jenis ikan, ... dalam beberapa bulan saja sudah bisa makan
ayam, ikan, kemudian kambing dan kalau tidak terhalang Agama dan mau lebih
cepat lagi pelihara babi, pasti bisa hidup jauh lebih SEHAT, deh! Jadi, memang
TIDAK USAH repot dan bingung dengan pelihara sapi perah untuk bisa minum susu
setiap hari, hanya karena kuatir kurang gizi! Berapa tahun pelihara sapi-perah
itu untuk bisa dapatkan susu??? Apalagi kalau mau dapatkan sapi unggulan, ...
lebih muuaahal lagi modalnya! Belum lagi ada berita sementara susu-sapi yg
didapatkan dipasar, nyaris terkandung suntikan horman agar sapi bisa diperah
lebih banyak susunya, juga makanan sapi entah dikasih apa untuk mencukupi gizi
sapi yg perlu agar susu bisa diperah lebih banyak, ...! Sulit bisa dibayangkan
sapi dengan DNA yg sama, semula hanya 8 liter/hari, sekarang bisa sampai 30
liter/hari! Lha, bukankah anak sapi biasa juga cuma 1 atau kembar 2, kalau
dalam keadaan NORMAL, sapi itu memang hanya 8 liter/hari sudah cukup
membesarkan anak-sapi itu, ... lalu kenapa dia harus keluarkan susu sampai 30
liter/hari? Saya dahulu dirumah pernah pelihara ayam, biar ayam itu setiap hari
bertelur juga makanan ayam itu harus diberi gizi cukup tinggi, tidak bisa hanya
dikasih makan dedek saja dengan biji-bijian, harus dikasih cacing, sejenis
ulat-belatung putih2 yg sengaja dipelihara utk makan ayam, ... Salam,ChanCT
From: nesare1@... [GELORA45] Sent: Sunday, November 12, 2017 7:37 PMTo:
[email protected] Subject: RE: [GELORA45] Re: Dr. Hiromi Shinya ttg
pencernaan, tolong kirim ulang
Koq saran Dr. Hiromi makan sayur dan kurangi daging bisa sukar dijalankan di
Indonesia?
Lagi ngomong apa ente ini?
Bung Chan sudah jelaskan: “ambil MUDAH nya saja, makan jenis sayur/buah yg
banyak tumbuh dimana dia hidup saja!”
Ngerti ndak kalimat ini artinya apa?
Oh bikin alasan nih yeah dgn mengatakan: “Lho..... saya itu justru punya pola
makan yg mirip2 diutarakan Dr. Hiromi”. Mau lari dari “orang indonesia sukar
makan sayur dan kurangin daging” ke “ pendapat Dr. Hiromi”?
Lebih parah lagi, sekarang lari ke: ”Coba anda berikan sebagai contoh sederhana
1 piring makanan apa saja yg harganya murah/terjangkau kelompok miskin tetapi
masih memenuhi kebutuhan gizi anak.”
Ini kan lari dan mau bilang orang Indonesia tidak punya duit utk makan makanan
bergizi!
Sedangkan orang Indonesia itu hidup ditanah yg subur. Tanam sayur singkong dll
gampang sekali tumbuh. Kalau hanya buat makan gampang sekali. Buat komersial yg
menjadi problem.
Diotak ente itu makanan bergizi itu adalah seperti orang2 amerika yg harus
makan daging cukup dan minum susu. Ini yg diotak ente itu yg dikatakan Chan mau
menang sendiri!
Ngerti ndak goblok?!!
Koq bisa2nya ya dari pendapat Dr. Hiromi lari menyalahkan orang Indonesia sukar
makan sayur dan kurangin daging?!!!
Dimana otak ente?!!
Nesare
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Saturday, November 11, 2017 10:03 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Re: Dr. Hiromi Shinya ttg pencernaan, tolong kirim ulang
Lho..... saya itu justru punya pola makan yg mirip2 diutarakan Dr. Hiromi
bahkan jauh sebelum baca artikel ini walaupun tentu saja berapa persen itu
tidak persis sama, dan saya belum pernah baca artikel beliau sebelum ini.
Karena ini saya tahu makanan sehat beliau sukar dijalankan di Indonesia,
apalagi bagi konsumsi masyarakat miskin yg banyak kekurangan gizi itu.
Coba anda berikan sebagai contoh sederhana 1 piring makanan apa saja yg
harganya murah/terjangkau kelompok miskin tetapi masih memenuhi kebutuhan gizi
anak.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Metode berpikir anda tenggelam dalam pemikiran sendiri yang dirasakan PALING
BENAR, ... jadi sulit atau TIDAK BERHASIL menangkap prinsip/hakekat pemikiran
yang diajukan orang lain!
Penangkapan saya apa yang diajukan Hiromi dibawah ini: “Kesehatan Ditentukan
oleh Apa yang Dimakan”, ... prinsipnya adalah lebih banyak makan sayur/buah dan
kurangi porsi daging, susu hewan. Dia beri contoh dirinya hanya b eberapa kali
makan daging setiap tahunnya, karena hasil dari penelitiannya, lemak hewan yg
temperaturnya lebih tinggi dari manusia itu akan membeku dalam tubuh kita yg
berakibat mengganggu kesehatan.
Tentu pola makan sehat hanya salahsatu faktor, bukan satu2nya faktor penyebab
seseorang sakit atau sehat. Masih ada faktor-faktor lain, dari pikiran stress,
sedih dlb., kurang gerak, kurang istirahat baik, ...
Saya yakin, jenis sayur/buah, biji2an spt jenis beras, kedelai, kacang2an, ...
TIDAK MESTI sepenuhnya ikuti apa yg disebutkan Hiromi, ambil MUDAH nya saja,
makan jenis sayur/buah yg banyak tumbuh dimana dia hidup saja!
Tapi, ... sampai sekarang saya belum pernah mengikuti minum air kangen yang
dianjurkan itu. TIDAK mampu harus beli alat nya. Apa rasanya air-kangen yang
anti oksidasi dan dibilang bersifat alkalin yang dapat menjaga tubuh anda pada
level pH yang optimum, ya? TIDAK mengerti.
Salam,
ChanCT
From: jonathangoeij@... [GELORA45]
Sent: Sunday, November 12, 2017 1:17 AM
To: [email protected]
Subject: [GELORA45] Re: Dr. Hiromi Shinya ttg pencernaan, tolong kirim ulang
Makanan yang sehat tetapi sukar dijalankan di Indonesia.
Hiromi:
1) Makan 85-95% tumbuh-tumbuhan yang ditanam dan sayur-sayuran dari laut
(seperti rumput laut, wakame, dll).
a. 50% biji gandum utuh, mentah, padi-padian organik, sereal dan
kacang-kacangan. Makanan pokoknya terdiri atas gabungan dari 5 jenis
padi-padian organik : Beras Coklat + millet, quinoa, amaranth, whole oats
(gandum utuh), buckwheat, dan sejenisnya.
b. 30% sayuran yang ditanam secara organik. Semakin mentah sayuran tersebut
semakin baik dikarenakan kandungan enzimnya yang masih tinggi.
c. 10-15% buah-buahan, biji-bi jian dan kacang-kacangan.
2) Hanya makan sekitar 10-15% saja daging atau protein yang berasal dari hewan
dan tak lebih dari 80-100 gram perharinya. Disarankan yang dimakan adalah
daging ikan. Dr. Hiromi Shinya mengatakan bahwa ia sendiri hanya makan daging
cuma beberapa kali saja dalam setahun. Daging yang berasal dari hewan yang
memiliki temperatur tubuh yang lebih tinggi dibandingkan manusia seharusnya
tidak dikonsumsi dikarenakan lemak hewan tersebut akan membeku di dalam tubuh
kita sehingga mengakibatkan masalah-masalah kesehatan.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/48214
http://enagickangenwaterindonesia.com/blog-kangen-water/205-cara-menjalani-pola-hidup-sehat-ala-dr-hiromi-shinya
Dr. Hiromi Shinya "Kesehatan Anda Ditentukan Oleh Apa Yang Anda Makan!"
Simak nasehat-nasehat berharga dari Dr. Hiromi Shinya tentang cara menjalani
pola makan yang sehat disertai minum Kangen Water setiap hari.
Siapa itu Dr. Hiromi Shinya?
Bagi anda yang telah membaca buku Best Seller dunia di bidang kesehatan yang
berjudul "The Miracle of Enzyme", maka nama Dr. Hiromi Shinya tentunya tidak
asing lagi di telinga anda. Dr. Hiromi Shinya adalah Pimpinan dari Surgical
Endoscopy di Beth Israel Medical center serta seorang Profesor Klinikal dari
Albert Einstein College of Medicine. Beliau adalah seorang penemu teknik
Kolonoskopi Modern serta disebut sebagi pemimpin dalam bidang
Gastro-Enterologist dunia.
Dokter Hiromi Shinya adalah seorang dokter senior yang sangat dihormati di
kalangan dokter-dokter. Sumbagsihnya dalam bidang kesehatan sangatlah besar
karena membukakan wawasan kita semua mengenai pentingya menjalani pola hidup
dan pola makan yang sehat serta membuka mitos-mitos yang salah yang berkenaan
dengan makanan.
Semua pemikiran dan tulisan Dr. Hiromi Shinya didapatkannya berdasarkan
pemeriksaan terhadap lebih dari 370.000 usus pasien melalui prosedur
kolonoskopi selama puluhan tahun dan ia melihat ada hubungan yang sangat erat
antara makanan, penyakit dan kondisi usus. Berikut ini merupakan rangkuman dari
tulisan Dr. Hiromi Shinya dari beberapa buku yang ditulisnya diantaranya "The
Miracle of Enzyme" dan "Keajaiban Enzim Awet Muda" (telah tersedia di toko buku
Gramedia).
Rangkuman Isi Buku Maupun Kuliah Umum Yang Diberikan Oleh Dr. Hiromi Shinya di
Sepanjang Karirnya
1. Meski Dr. Hiromi Shinya, M.D. memiliki gelar sebagai seorang dokter medis,
namun ia berbeda dengan dokter medis tradisional. Beliau tidak suka dan tidak
meyarankan obat-obatan farmasi. Beliau menyarankan hanya menggunakan
obat-obatan farmasi ketika benar-benar teramat sangat dibutuhkan saja. Sebagai
faktanya Dr. Hiromi Shinya selalu mengetes sendiri obatan-obatan tersebut
sebelum diberikan kepada pasien-pasiennya. Ia berhenti melakukan hal ini
setelah mencoba mengetes obat umum yang ditujukan untuk pengobatan disfungsi
ereksi dan ia merasa hampir saja mati karenanya.
2. Dr. Hiromi Shinya melihat bahwa 90% dari segala penyakit diakibatkan oleh
hal-hal yang berhubungan dengan gaya hidup. Beliau berdedikasi untuk
mengajarkan mengenai perubahan gaya hidup dan pola makan sehingga dapat
menghentikan akar dari segala jenis penyakit. Hal inilah yang merupakan fokus
dan terapi yang beliau berikan pada para pasiennya.
Selama lebih dari 40 tahun karir beliau, Dr. Hiromi Shinya telah melihat banyak
sekali perubahan dari segi kesehatan di negara kelahirannya yaitu Jepang. Pada
tahun 1960, hanya terdapat 400 kasus kanker payudara dan kanker prostat yang
dilaporkan terjadi di seluruh negara Jepang. Meski Jepang disebut sebagai
negara yang penduduknya paling sehat di seluruh dunia, namun hal ini berubah
dengan drastis setelah masuknya susu ke sekolah-sekolah. Orang Jepang memiliki
resiko terkena kanker lambung 10 hingga 15 kali lebih besar dibandingkan orang
Amerika dimana ia yakin hal ini dikarenakan konsumsi yang banyak atas teh dan
asam tanat (tannic acid), sedangkan orang Amerika memiliki resiko terkena
kanker usus 10 hingga 15 kali lebih besar dibandingkan orang Jepang semata-mata
diakibatkan oleh pola diet atau pola makan mereka.
Jika seseorang makan makanan yang tinggi protein seperti daging-dagingan,
produk olahan susu, keju, yogurt, nasi putih dan serelia yang digiling (refined
grains), maka hal tersebut mengakibatkan lapisan otot usus akan menjadi tebal,
membuatnya kram dan pada akhirnya akan membuat usus menjadi lebih pendek. Dr.
Hiromi Shinya berkata bahwa diet sehat yang tinggi serat akan dapat membuat
usus anda menjadi sangat panjang bahkan hingga mencapai 0,5 meter. Beliau juga
mengatakan bahwa kondisi usus seseorang juga merupakan indikator yang baik
terhadap apa yang terjadi pada arteri (pembuluh darah). Jika kondisi usus anda
baik dan sehat demikian juga dengan kondisi arteri anda, demikian juga
sebaliknya.
3. Kita tidak menerima warisan penyakit dari orangtua kita, kita menerima
warisan atas kebiasaan pola makan mereka dan semua permasalahan kesehatan yang
menyertainya. Sebuah kebiasaan yang baik dapat mengatasi permasalahan gen yang
buruk.
Dr. Hiromi Shinya meyakini bahwa terdapat hubungan langsung antara pola diet
atau pola makan harian kita dengan masalah kesehatan yang kita alami saat ini.
Hal ini sebenarnya bukanlah sebuah pemikiran yang baru terutama di kalangan
praktisi dan orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka terhadap kesehatan
alami. Adalah teramat sangat baik ketika mendengar seorang Dokter Medis
seperti Dr. Hiromi Shinya pun turut menyuarakan filosofi yang sama disertai
dengan bukti-bukti selama 40 tahun perjalanan karirnya mengenai hal ini.
Bagaimana Dr. Hiromi Shinya dapat memberikan teorinya mengenai eratnya hubungan
antara pola makan dan kesehatan tubuh? Berdasarkan bukti-bukti langsung yang
dilihat dari kondisi fisik pasiennya!
Sebagai seorang spesialis gastrointestinal (pemeriksaan medis yang berkaitan
dengan usus), Dr. Hiromi Shinya telah menjalani sebanyak lebih dari 370.000
prosedur kolonoskopi di sepanjang karirnya. Dengan kata lain, Dr. Shinya telah
memasukkan kamera ke dalam lebih dari seperempat juta usus manusia dan
memfilmkan hasilnya. Apa hasilnya? Yaitu hasil terhadap apa yang kita konsumsi
setiap hari selama puluhan tahun!
Selama lebih dari 40 tahun Dr. Hiromi Shinya telah menjalankan prosedur
kolonoskopi dan mengumpulkan data-data diet (pola makan harian) dari para
pasiennya. Ia mencocokkan atas apa yang anda makan dan hasil dari pemeriksaan
usus anda. Berdasarkan bukti-bukti fisik ini akhirnya Dr. Hiromi Shinya
memformulasikan idea beliau terhadap pola diet apa yang bagus dilakukan agar
tubuh kita tetap sehat di masa depan. Ia memikirkan mengenai makanan apa yang
sebaiknya dikonsumsi untuk mencegah penyakit jantung, menyembuhkan kanker, dan
menghentikan penyakit diabetes tipe 2. Sangatlah sulit berdebat terhadap
beliau, terutama Dr. Hiromi Shinya sendiri telah memiliki bukti-bukti fisik
akan hal ini di sepanjang karirnya sebagai dokter.
Dalam video hasil dokumentasinya (bisa anda tonton di bagian paling bawah dari
artikel ini), Dr. Hiromi Shinya menunjukkan lapisan interior dari usus pasien,
akumulasi toksin atau racun, penyakit yang diderita oleh pasien tersebut serta
data-data tentang bagaimana pola makan harian dari pasien-pasien tersebut
sehingga pada akhirnya dapat berkembang menjadi penyakit di dalam tubuh mereka.
Pola Diet Terbaik Berdasarkan Pemikiran Dokter Hiromi Shinya
Dr. Hiromi Shinya menganjurkan pola makan terbaik berdasarkan hasil
temuan-temuannya ini. Ia menyarankan pada para pasiennya untuk melakukan 2
perubahan besar yang wajib dilakukan pasiennya jika ingin sembuh atau memiliki
tubuh yang kembali sehat, hal tersebut adalah:
1) Makan makanan yang sebagian besar merupakan diet vegan. Makanan alami dapat
menyembuhkan penyakit apapun dikarenakan tubuh biasanya merespon terhadap alam.
2) minum air alkali yang kaya akan antioksidan yaitu Kangen Water.
Berikut ini detail mengenai pola diet yang disarankan oleh Dr. Hiromi Shinya:
1) Makan 85-95% tumbuh-tumbuhan yang ditanam dan sayur-sayuran dari laut
(seperti rumput laut, wakame, dll).
a. 50% biji gandum utuh, mentah, padi-padian organik, sereal dan
kacang-kacangan. Makanan pokoknya terdiri atas gabungan dari 5 jenis
padi-padian organik : Beras Coklat + millet, quinoa, amaranth, whole oats
(gandum utuh), buckwheat, dan sejenisnya.
b. 30% sayuran yang ditanam secara organik. Semakin mentah sayuran tersebut
semakin baik dikarenakan kandungan enzimnya yang masih tinggi.
c. 10-15% buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan.
2) Hanya makan sekitar 10-15% saja daging atau protein yang berasal dari hewan
dan tak lebih dari 80-100 gram perharinya. Disarankan yang dimakan adalah
daging ikan. Dr. Hiromi Shinya mengatakan bahwa ia sendiri hanya makan daging
cuma beberapa kali saja dalam setahun. Daging yang berasal dari hewan yang
memiliki temperatur tubuh yang lebih tinggi dibandingkan manusia seharusnya
tidak dikonsumsi dikarenakan lemak hewan tersebut akan membeku di dalam tubuh
kita sehingga mengakibatkan masalah-masalah kesehatan.
Berikut catatan mengenai ukuran temperatur tubuh manusia dan hewan:
Manusia - 37 derajat Celsius
Sapi - 39 - 40 derajat Celsius
Burung - 40.5 hingga 42 derajat Celsius
Lalu bagaimana Dr. Hiromi Shinya dapat mengambil kesimpulan dan menentukan
mengenai ukuran berapa persen pola makan yang paling sehat dan ideal seperti
keterangannya di atas? Hal ini berdasarkan bentuk gigi manusia. Manusia
memiliki 3 jenis gigi dan rasio dari gigi-gigi ini merupakan alasan penentuan
dari pola diet ini. Berikut keterangan rasio perbandingannya:
Gigi geraham memiliki rasio 5 (dari total keseluruhan gigi geraham yang
berjumlah 20 buah). Fungsi gigi geraham adalah untuk mengunyah makanan yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Gigi seri memiliki rasio 2 (dari total keseluruhan gigi seri yang berjumlah 8
buah). Fungsi gigi seri adalah untuk memotong atau mengiris makanan yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Gigi taring memiliki rasio 1 (dari total keseluruhan gigi taring yang berjumlah
4 buah). Fungsi gigi taring adalah untuk merobek makanan yang berasal dari
daging.
Jadi rasio total keseluruhan gigi manusia adalah 5:2:1 (Geraham : Seri :
Taring) sehingga dari perlengkapan ini bisa diambil kesimpulan bahwa makanan
yang ditujukan untuk konsumsi manusia adalah 85% terdiri atas tumbuh-tumbuhan
dan hanya sekitar 15%-nya daging.
Pola makan dasar pagi dan malam hari yang dilakukan oleh Dr. Hiromi Shinya
adalah sbb:
Satu jam sebelum makan: minum 2-3 gelas air
30 menit sebelum makan: makan buah-buahan segar
Selanjutnya makan makanan berdasarkan rasio di atas.
Dr. Hiromi Shinya mengatakan 2 GAYA HIDUP PALING BURUK yang bisa dilakukan
manusia adalah MEROKOK dan MINUM ALKOHOL. Kebiasaan merokok akan memperpendek
usia anda hingga 20 tahun.
Selanjutnya Dr. Hiromi Shinya juga mengatakan ada 2 POLA MAKAN PALING BURUK:
1) Banyak mengkonsumsi daging
- Konsumsi daging sapi setiap harinya akan memicu permasalahan prostat dan
kanker
- Protein daging, terutama casein (protein dari susu) akan menstimulasi dan
menyuburkan pertumbuhan kanker. Sedangkan hanya protein yang berasal dari
sayuran yang dapat membekukan sel-sel kanker.
2) Mengkonsumsi produk-produk susu
- Casein jauh lebih buruk dibandingkan daging yang akan menstimulasi dan
menyuburkan pertumbuhan kanker
- Susu sapi diinseminasi secara artifisial untuk menstimulasi produksi susu
agar lebih berlimpah. Peningkatan hormon di dalam susu dapat mengakibatkan
kanker payudara, demikian juga dengan kanker prostat dan masalah pada
kesuburan. Satu-satunya "hewan" yang minum susu dari hewan lainnya hanyalah
MANUSIA.
- Semua orang tidak bertoleransi terhadap laktosa!
Dr. Hiromi Shinya menyarankan hal-hal berikut yang seharusnya dibatasi atau
dihindari:
- Produk-produk susu dan hasil olahannya, teh dan kopi, makanan manis dan gula,
nikotin, alkohol, coklat, garam dapur reguler.
- Lemak dan minyak yang dimurnikan. Semua jenis minyak merupakan lemak yang
100% teroksidasi dan penuh dengan radikal bebas. Anda disarankan hanya memenuhi
kebutuhan lemak yang asalnya dari sumber-sumber makanan alami yang tidak
dimurnikan alias makanan utuh (whole foods).
Rekomendasi Dr. Hiromi Shinya mengenai pola diet lainnya:
- Berhentilah makan 4-5 jam sebelum tidur
- Kunyahlah makanan anda 30-50 kali
- Rajin makan buah
- Minum air 2-3 gelas sekitar 60-90 menit sebelum makan
- Makan buah 30 menit sebelum makan siang atau malam
- Makan-makanan yang difermentasikan
- Minum suplemen enzim
- Disiplin untuk menjalani pola diet yang sehat ini. Kesehatan tubuh anda
tergantung atas apa yang anda makan.
- Minum KANGEN WATER.
Kangen Water merupakan satu-satunya air yang direkomendasikan Dr. Hiromi Shinya
yang ia tuliskan di dalam buku-bukunya. Dr. Shinya telah menyarankan
orang-orang untuk minum air Kangen Water ini selama lebih dari 10 tahun
berdasarkan bukti-bukti yang diperolehnya dari treatment atau terapi terhadap
pasiennya dengan berbagai jenis penyakit menggunakan air ini.
Kenapa Dr. Hiromi Shinya menyarankan untuk minum Kangen Water?
1. Kangen Water memiliki tenaga reduksi yang sangat kuat. Ia mampu meneliminasi
radikal bebas melalui antioksidan.
2. Kangen Water bebas dari substansi berbahaya bagi tubuh manusia karena air
ini mengalami filtrasi atau penyaringan.
3. Kangen Water memiliki ukuran kluster yang kecil sehingga mampu menghidrasi
sel-sel tubuh dengan baik.
4. Kangen Water mengandung keseimbangan mineral-mineral yang tepat seperti
kalsium, magnesium, potassium dan sodium.
5. Kangen Water bersifat alkali yang dapat menjaga tubuh anda pada level pH
yang optimum.
Minumlah air paling minimal 6-10 gelas perhari (semakin banyak semakin bagus).
Minum 1-3 gelas air ketika bangun tidur dan minum 2-3 gelas air 60 menit
sebelum makan.
Penyebab dari segala jenis penyakit dan penuaan: Kurangnya pemenuhan tubuh atas
ENZIM dan AIR.
Jika kita mengkonsumsi air yang cukup maka hal ini akan meningkatkan 5 jenis
aliran di dalam tubuh:
1. Aliran darah dan limpa
2. Aliran gastro-intestinal (saluran pencernaan)
3. Aliran urin
4. Aliran udara dan pernapasan
5. Aliran energi internal
Anda tidak akan mati akibat terlalu banyak minum air. Jika anda minum banyak
sekali air, ambil sejumput garam dan letakkan di lidah anda, kemudian minum
lebih banyak air lagi.
Dr. Hiromi Shinya menyatakan bahwa jika anda mulai menjalani rekomendasi diet
yang disarankannya seperti di atas, maka ketika anda berusia 40 hingga 45 tahun
kondisi kolon (usus) anda dapat kembali sama seperti ketika anda masih bayi.
Jika anda baru menunggu saat usia 65-70 tahun baru mulai menerapkan pola diet
ini maka hal ini hampir bisa dikatakan mustahil untuk terjadi. Jadi kapan anda
memutuskan untuk mulai berubah? Kenapa tidak sekarang?
Dr. Hiromi Shinya juga dengan percaya diri mengatakan bahwa pasien-paseinnya
yang menderita kanker sembuh dan tidak pernah kambuh lagi setelah mereka
berdedikasi menjalankan pola diet yang disarankannya ini.
(Message over 64 KB, truncated)