----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
<[email protected]>Kepada: [email protected]
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 15 November 2017 10.43.33 GMT+1Judul:
[GELORA45] Muntahan Ikan Paus Ditawar Rp3,3 M, Sukadi: Saya Tidak Bisa Tidur [1
Attachment]
Ambergris,Muntahan Paus: Begini Cara Mengenalinya
| | |
Ambergris, Muntahan Paus: Begini Cara M...
|
-
Rabu, 15 November 2017, 08:43:00 WIB
Muntahan IkanPaus Ditawar Rp3,3 M, Sukadi: Saya Tidak Bisa Tidur
RMOL. Muntahan ikan paus dihargai hingga miliaran rupiahmembuat Sukadi, pemilik
ratusan kilogram muntahan ikan paus, mengaku tidak bisatidur nyenyak. Bahkan
informasi tersebut sudah menyebar ke luar Bengkulu hinggake luar negeri.
Maklum jika nelayan warga Desa Pasar Lama, Kecamatan Kaur Selatan,
KabupatenKaur, Bengkulu, jadi susah tidur nyenyak. Pasalnya, muntahan ikan paus
ituditemukan terapung di laut sekitar Pulau Enggano, Bengkulu Utara, 2
Novemberlalu, harganya cukup mahal.
Sampai 9 November, muntahan paus seberat 150 kg telah ada yang menawarnya Rp3,3
miliar atau per kilonya Rp 22 juta. Sukadi cerita, sudah banyak calon
yangmenginginkan muntahan ikan paus tersebut. Ada yang siap bayar setelah
barangdikirim. Bahkan Sukadi mengaku membatalkan penjualan karena pembeli hanya
mampubayar setengah harga dari yang dijanjikan.
Hingga kini muntahan ikan paus kelas tiga yang dimiliki Sukadi masih
tersimpandi rumahnya. Kini hampir setiap menit ponselnya bordering, dihubungi
orang yangmenawarkan jasa membantu menjual hingga yang mau membeli.
“Yang nawar Rp 22 juta per kilo awalnya sudah siap saya kirim, namun
uangnyakurang jadi kita batalkan. Saya mau ada uang, barang angkut sesuai
timbangan.Saya tidak bisa tidur, karena banyak yang datang dan menelpon mau
muntahan ikanpaus ini,” cerita Sukadi yang mengaku tidak ingin terburu-buru
menjual muntahanikan paus tersebut sebagaimana diberitakan JPNN, Rabu (15/11).
Sukadi mengatakan sudah beberapa kali dihubungi calon pembeli dari Jakarta,yang
selanjutnya akan dijual lagi ke Swiss dan Prancis. Dia akan segera
membawasampel muntahan ikan paus tersebut ke Jakarta untuk dites.
“Lihat saja nanti, kalau cocok harganya ya dilepas. Kalau belum cocok
kitasimpan saja. Karena saya yakin makin lama, muntahan ikan paus ini akan
semakinmahal,” tukas Sukadi yang siap memberi fee pada siapa saja yang
berhasilmengantarkannya ke pembeli serius.[rik]