https://bisnis.tempo.co/read/1033796/imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bisa-65-persen
IMF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa 6,5 Persen
Reporter:
M Rosseno Aji
Editor:
Ali Akhmad Noor Hidayat
Rabu, 15 November 2017 05:05 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1033796/imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bisa-65-persen#comments>
00000
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://bisnis.tempo.co/read/1033796/imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bisa-65-persen#font-decrease>
+
<https://bisnis.tempo.co/read/1033796/imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bisa-65-persen#font-increase>
#
#
Kini Anda dapat mengganti jenis dan ukuran font sesuai preferensi Anda.
Saya mengerti
<https://bisnis.tempo.co/read/1033796/imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bisa-65-persen#>
IMF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa 6,5 Persen
<https://bisnis.tempo.co/read/1033796/imf-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-bisa-65-persen>
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, berbicara dengan Presiden Bank
Dunia Jim Yong Kim, dan Direktur IMF Christine Lagarde selama Pansus
rapat pelno musim semi World Bank/IMF Spring di markas IMF, Washington,
22 April 2017. AP/Jose Luis Magana
*TEMPO.CO, JAKARTA –* Dana Moneter Internasional (IMF
<https://www.tempo.co/tag/international-monetary-fund-imf>) menyatakan
Indonesia mampu mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi hingga hingga di
atas 5 persen. IMF bahkan menyatakan Indonesia mampu mencapai
pertumbuhan ekonomi hingga 6,5 persen dalam beberapa tahun ke depan.
“Adalah mungkin Indonesia bisa mencapai di atas 5 persen sampai 6,5
persen dalam beberapa tahun,” kata Kepala Divisi IMF Departemen Asia dan
Pasifik Luis Enrique Breuer saat bertemu awak media di Jakarta, Selasa,
14 November 2017.
*Simak: *IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan RI
<https://bisnis.tempo.co/read/1023761/imf-naikkan-proyeksi-pertumbuhan-ri-menjadi-52-persen>
Luis menuturkan potensi pertumbuhan hingga 6,5 persen ada karena
Indonesia memiliki banyak populasi muda. Populasi muda ini, kata Luis,
akan memasuki pasar tenaga kerja setiap tahunnya. Hal tersebut, menurut
dia, pada akhirnya akan menciptakan potensi pertumbuhan ekonomi. Dan
yang perlu dilakukan pemerintah, kata Luis, adalah menciptakan lapangan
pekerjaan. “Dengan begitu negara bisa mendapatkan keuntungan dari
dividen demografis,” kata dia.
Selain membuka lapangan kerja yang lebih luas, pemerintah menurut Luis
juga perlu melakukan beberapa pekerjaan lainnya. Luis mengatakan
pemerintah perlu menjaga disiplin finansial, tingkat inflasi dan
stabilitas makro ekonomi.
Kedua, Luis mengatakan pemerintah juga perlu meningkatkan kemampuan
bereaksi terhadap faktor eksternal. Pemerintah, kata dia, harus waspada
terhadap beberapa faktor, seperti pertumbuhan ekonomi global,
pertumbuhan Cina dan suku bunga Amerika Serikat.
“Bagi saya, Indonesia punya penyangga untuk merespon sesuatu yang salah
terjadi dari luar. Baik bagi Indonesia jika harga minyak naik. Tapi
buruk, jika terjadi perlambatan ekonomi Cina atau kenaikan cepat tingkat
suku bunga AS,” ujarnya.
Luis juga meminta pemerintah memodernisasi peraturan di Indonesia.
Sebab, menurut Luis penerapan desentralisasi membutuhkan penyelarasan
antara aturan pemerintah pusat dan daerah.
Keempat, Luis mengatakan pemerintah harus meningkatkan pendidikan untuk
populasi muda. Dan kelima, Luis menyarankan agar pemerintah dapat
membenahi sektor keuangan yang tidak terlalu efisien. “OJK (Otoritas
Jasa Keuangan) terlalu banyak peraturan.”
Luis menuturkan Indonesia juga masih memiliki beberapa kendala untuk
mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Kendala tersebut di antaranya,
ketergantungan yang berlebihan pada komoditas. “Jika harga komoditas
turun, pendapatan negara juga akan turun,” tutur dia.
Kendala lainnya adalah investasi pemerintah pada proyek infrastruktur
yang butuh waktu lama untuk mempengaruhi ekonomi. Menurut dia ada
sejumlah resiko fiskal jika proyek tersebut mangkrak. Namun, IMF
<https://www.tempo.co/tag/international-monetary-fund-imf> menganggap
proyek infrastruktur juga penting, sebab Indonesia tertinggal jauh dalam
hal ini dibanding negara lain. “Dalam jangka pendek, proyek
infrastruktur telah berdampak pada ekonomi melalui belanja pemerintah,”
kata dia.
*ROSSENO AJI NUGROHO | YANDHRIE ARVIAN*
------------------------------------------------------------------------
# International Monetary Fund | IMF
<https://www.tempo.co/tag/international-monetary-fund-imf>