Siapa yang menolak susu?! Yang paranoid itu ente goblok!!!!
Kenapa ente paranoid?! Karena ente mau mempolitisasi supaya susu diharuskan diminum oleh rakyat! Idenya ente itu = ide prabowo! Hanya bedanya: prabowo pake’ susu buat jadi presiden tapi ente mau membela kapitalis dan imperialis jualan susu! Ente berdua sama2 memperalat susu! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Thursday, November 16, 2017 10:46 AM To: Yahoogroups <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Dr. Hiromi Shinya ttg pencernaan, tolong kirim ulang Selama ini dari opini yang masuk penolakan susu untuk penambahan nutrisi hanya berdasarkan paranoid belaka dan lebih berdasarkan politik belaka. Heran juga, masukan2 yang bagus sebenarnya bisa dengan gampang diadopsi pemerintah, dalam kasus susu ini bisa saja diberi nama lain selain "revolusi putih" baik dgn nama yg sekarang sudah ada PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ataupun nama apalah yg mengesankan yang mengedepankan tujuan baiknya. Sebagai contoh Obamacare itu awalnya program Heritage Foundation (think tank-nya GOP) dan sudah diimplementasikan di Massachusetts oleh Gubernur Mitt Romney (dari GOP) yg kemudian diadopsi President Obama dikasih nama ACA (Affordable Care Act) dengan modifikasi tentunya. ---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <ajegilelu@... <mailto:ajegilelu@...> > wrote : Kelihatannya semua setuju anak Indonesia perlu dapat asupan nutrisi yang bergizi. Bicara meningkatkan gizi anak berarti bicara tentang kesehatan bangsa di masa depan. Jadi, logisnya pihak berwenang, dalam hal ini menteri kesehatan, tidak usah ikut-ikutan memecahbelah Rakyat untuk pro-kontra susu sapi vs daging ikan seperti sekarang. Logisnya, pemerintah yang benar itu membuka kesadaran dirinya lalu tularkan ke masyarakat bahwa kesehatan bangsa harus dimulai ketika para penerus ini berusia balita, sukur-sukur sejak dalam kandungan. Bangunkan kesadaran bahwa nutrisi terbaik bagi anak adalah air susu ibu (ASI). Lapangkan jalan Rakyat untuk membangun kesehatan bangsa melalui program ASI yang belakangan ini seperti mundur di tempat. Logisnya, pemerintah yang benar itu tidak melupakan hal-hal kecil untuk melakukan hal-hal besar. Jangan bekerja berdasarkan rasa suka dan tidak suka. Kecuali selama ini mereka secara sadar memang membesarkan anak-anaknya sendiri sebagai "anak sapi" maupun "ikan berkaki". Bagaimanapun, kita adalah apa yang kita telan. --- jonathangoeij@... wrote: Ya sudah jelas tidak logis, usulan revolusi putih Prabowo itu disampaikan pd Anies Baswedan yg cuman Gubernur Jakarta tidak lebih, sedang 1/3 anak Indonesia yg kekurangan gizi itu bukan hanya di Jakarta tetapi banyak tempat terutama daerah2 terbelakang. Atau mungkin anda tidak paham kalau Jakarta dan Indonesia itu tidak sama. Kalau disampaikan ke Jokowi atau menteri yg menangani bidang itu ya barulah menjangkau 1/3 anak itu. On Wednesday, November 15, 2017, 7:55:32 PM PST, sadar@... wrote: TIDAK BISA mengerti apa maksud anda??? Dimana saya berpikir tidak logis dengan kalimat yang anda kutip itu??? Lalu anda hendak mengangkap masalah apa lagi dari kalimat itu??? From: jonathangoeij@... itu untuk kasih tahu anda karena sebelumnya anda mengatakan dibawah ini, supaya anda berpikir logis sedikit begituloh. kutipan: Bagi daerah miskin dimana anak-anak kurang gizi dan Pemerintah mampu/sanggup mengkonsumsi susu, tentu boleh-boleh saja. Tapi, sudah seharusnya menentang Revolusi-Putih nya Prabowo, yang mengharuskan pemerintah jalankan program susu untuk 1/3 anak2 Indonesia yang kurang gizi! Itu namanya bertujuan menunjang perusahaan susu nya Prabowo, Tommy Suharto saja! Buat apa harus begitu, apalagi pemerintah RI masih miskin, ....! --- SADAR@... wrote : Weleeeh, ... ternyata anda bukan hanya tidak dapat menangkap tulisan orang lain dengan baik, ... TAPI APA yang ditulis sendiri juga TIDAK MENGERTI apa maksudnya? Sungguh CELAKA!!! Bukankah anda sendiri menyatakan: “Anda baca berita hanya tentang reaksi Menteri Susi itu saja, informasi yg didapat ya hanya secuil. Seharusnya pikir sedikit, si Anies itu cuman gubernur DKI sedang usulan disampaikan ke Anies ya sudah tentu cuman terbatas DKI saja mana mungkin seluruh Indonesia, juga hanya terpancang pada susu saja tidak melihat hal yg lain.” From: jonathangoeij@... memang siapa yg membatasi di Jakarta saja? --- SADAR@... wrote : Ooouuh, ... jadi diskusi masalah susu beralih ke program untuk memecahkan 1/3 anak Indonesia yang masih kekurangan gizi, ya? Saya coba ikuti kemana anda lari, ... kalau saja betul anda hendak memecahkan 1/3 anak Indonesia yang kekurangan GIZI, kenapa hanya membatasi anak di DKI Jakareta saja??? Kedua, bukankah Revolusi PUTIH nya Prabowo itu untuk seluruh Nusantara, bukan hanya sebatas DKI Jakarta??? Ketia, bukankah kenyataan sekarang ini sudah berjalan usaha-usaha sosial dari berbagai ormas, dan pihak pemerintah juga sebatas kemampuan dan kejujuran pejabat yang melaksanakan, ada program tunjangan kesejahteraan anak sekolah. Tentu BELUM menyeluruh dan bagus amat jalannya, bahkan dirasakan sangat kecil dan sedikit, ... tapi juga tidak bisa disangkal ada, kan! Itulah kenyataan yang masih bisa dikerjakan dan dicapai tingkat perjuangan sekarang. Untuk menjangkau lebih dari itu? Boleh anda ajukan dan perjuangkan saja agar pabrik susu di AS, bisa ikut membantu mengatasi 1/3 anak Indonesia yang kekuarangan GIZI itu, daripada mereka kebingungan harus membuang KELEBIHAN PRODUKSI susu nya itu, ...!!! Dan yang PASTI, ... saya TIDAK akan MENENTANG, usaha anda membagikan susu pada 1/3 anak2 yg masih kekurangan GIZI itu! From: jonathangoeij@... Selain bragging "keberhasilan" Tiongkok, tidak ada hal nyata yang anda sampaikan. Tidak ada solusi sama sekali yg diutarakan utk mengatasi kekurangan gizi akut yg terjadi sekarang ini. Kalau menunggu Jokowi berhasil membersihkan pemerintahan ya kapanlah? Itu khan omong kosong belaka. Anda baca berita hanya tentang reaksi Menteri Susi itu saja, informasi yg didapat ya hanya secuil. Seharusnya pikir sedikit, si Anies itu cuman gubernur DKI sedang usulan disampaikan ke Anies ya sudah tentu cuman terbatas DKI saja mana mungkin seluruh Indonesia, juga hanya terpancang pada susu saja tidak melihat hal yg lain. On Wednesday, November 15, 2017, 12:52:00 AM PST, sadar@... wrote: Nampaknya bung ada KELEMAHAN bisa mengerti dengan baik saat membaca tulisan orang, ya? Saya kasih pengalaman bagaimana des-desa terbelakang yang sangat miskin di Tiongkok berubah menjadi desa-desa makmur, ... sudah dikasih TELADAN KEBERHASILAN orang lain, anda bilang itu hanya retorika tanpa tindakan nyata. Untuk masyarakat Indonesia, TENTU SAJA masih SULIT, selama pemerintah belum bisa dikatakan benar-benar pemerintah rakyat. Sekalipun Jokowi masih bisa dikatakan agak baik, tapi pejabat-pejabat disekitarnya masih banyak bajingan siluman, lha, masih saja begitu anti dan TAKUT bangkit kembalinya PKI, ... bagaimana bisa benar-benar membangun dan mendahulukan kepentingan RAKYAT banyak! Sedang pengalaman di Tiongkok dalam 5 tahun terakhir ini berhasil mengentaskan lebih 60 juta rakyat dari kemiskinan, inti pokok nya membenahi organisasi PKT dides-desa itu dahulu! Merka bilang TANPA ada komite PKT yg baik TIDAK akan berhasil usaha mengentaskan kemiskinan! Begitu kesimpulan mereka, ...! Jadi, sekalipun PKT dituduh partai REMO, tapi kenyataan mereka TETAP BEKERJA KERAS untuk memakmurkan rakyatnya! Revolusi putih Prabowo itu arti sosialisasi susu sebagai konsumsi sehari-hari kepada anak-anak, Menteri Susi lebih setuju diganti 'Susinisasi', makan IKAN saja! <http://nasional.kompas.com/read/2017/10/27/12525581/daripada-revolusi-putih-prabowo-susi-pudjiastuti-usulkan-susinisasi> http://nasional.kompas.com/read/2017/10/27/12525581/daripada-revolusi-putih-prabowo-susi-pudjiastuti-usulkan-susinisasi
