Ngomong2 tentang makan ikan banyak2 seperti yang diajarkan Ibu Nila dan Susi 
itu, FDA dan EPA menganjurkan calon ibu, ibu hamil, ibu yang menyusui, dan 
anak2 kecil, utk membatasi makan ikan bahkan beberapa jenis ikan tertentu 
sebaiknya tidak dimakan sama sekali karena kandungan merkuri didalamnya. Itu 
menurut WebMD lho, bukan menurut saya. Cuman herannya depkes kok tidak paham.
kutipan:
Nearly all fish and shellfish contain traces of mercury. But some contain high 
levels. Eating large amounts of these fish and shellfish can result in high 
levels of mercury in the human body. In a fetus or young child, this can damage 
the brain and nerves (nervous system).

Because of the mercury found in fish, the U.S. Food and Drug Administration 
(FDA) and U.S. Environmental Protection Agency (EPA) advise the following 
people to avoid eating fish high in mercury and to eat limited amounts of fish 
and shellfish that are lower in mercury:
   
   - Women who may become pregnant
   - Pregnant women
   - Nursing mothers
   - Young children
Avoiding Mercury in Fish-Topic Overview


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Avoiding Mercury in Fish-Topic Overview

What is mercury?Mercury is a metal found naturally in the environment. Human 
activities, such as farming, burnin...
 |

 |

 |




---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Itulah yang menggelikan dari jaman Jokowi, terlalu tinggi semangat 
anti-perbedaannya sehingga bibit perpecahan tumbuh subur. 
Inilah rezim yang paling senang menyalahkan para pemimpin terdahulu, 
seolah Indonesia baru ada di jaman Jokowi. Seolah komunitas Jokowian 
begitu tercucuk sikap Megawati yang lapar kekuasaan: 
"Setelah puasa 10 tahun..."; "Tak ada bagi-bagi..." 
Perjuangan anti-keberagaman, ternyata.

Nah, soal nutrisi untuk Rakyat, kalau Susi & Nila punya program yang 
mereka yakini bagus, kenapa tidak dijalankan sejak awal? Kenapa baru 
dicuap-cuap sekarang? Apa iya ketiga perempuan berkuasa itu tidak tahu 
gunanya ASI?
.. karena nila setitik, rusak susi sebelahnya 



--- jonathangoeij@... wrote:
Selama ini dari opini yang masuk penolakan susu untuk penambahan nutrisi hanya 
berdasarkan paranoid belaka dan lebih berdasarkan politik belaka. Heran juga, 
masukan2 yang bagus sebenarnya bisa dengan gampang diadopsi pemerintah, dalam 
kasus susu ini bisa saja diberi nama lain selain "revolusi putih" baik dgn nama 
yg sekarang sudah ada PMT (Pemberian Makanan Tambahan) ataupun nama apalah yg 
mengesankan yang mengedepankan tujuan baiknya.
Sebagai contoh Obamacare itu awalnya program Heritage Foundation (think 
tank-nya GOP) dan sudah diimplementasikan di Massachusetts oleh Gubernur Mitt 
Romney (dari GOP) yg kemudian diadopsi President Obama dikasih nama ACA 
(Affordable Care Act) dengan modifikasi tentunya.
--- ajegilelu@... wrote :
Kelihatannya semua setuju anak Indonesia perlu dapat asupan nutrisi 
yang bergizi. Bicara meningkatkan gizi anak berarti bicara tentang 
kesehatan bangsa di masa depan. 

Jadi, logisnya pihak berwenang, dalam hal ini menteri kesehatan, 
tidak usah ikut-ikutan memecahbelah Rakyat untuk pro-kontra 
susu sapi vs daging ikan seperti sekarang. Logisnya, pemerintah 
yang benar itu membuka kesadaran dirinya lalu tularkan ke masyarakat 
bahwa kesehatan bangsa harus dimulai ketika para penerus ini 
berusia balita, sukur-sukur sejak dalam kandungan. Bangunkan kesadaran 
bahwa nutrisi terbaik bagi anak adalah air susu ibu (ASI). Lapangkan 
jalan Rakyat untuk membangun kesehatan bangsa melalui program ASI 
yang belakangan ini seperti mundur di tempat.
Logisnya, pemerintah yang benar itu tidak melupakan hal-hal kecil 
untuk melakukan hal-hal besar. Jangan bekerja berdasarkan rasa suka 
dan tidak suka. Kecuali selama ini mereka secara sadar memang 
membesarkan anak-anaknya sendiri sebagai "anak sapi" maupun "ikan 
berkaki". 

Bagaimanapun, kita adalah apa yang kita telan.

--- jonathangoeij@... wrote:

Ya sudah jelas tidak logis, usulan revolusi putih Prabowo itu disampaikan pd 
Anies Baswedan yg cuman Gubernur Jakarta tidak lebih, sedang 1/3 anak Indonesia 
yg kekurangan gizi itu bukan hanya di Jakarta tetapi banyak tempat terutama 
daerah2 terbelakang. Atau mungkin anda tidak paham kalau Jakarta dan Indonesia 
itu tidak sama. Kalau disampaikan ke Jokowi atau menteri yg menangani bidang 
itu ya barulah menjangkau 1/3 anak itu. 
On Wednesday, November 15, 2017, 7:55:32 PM PST, sadar@... wrote:
TIDAK BISA mengerti apa maksud anda??? Dimana saya berpikir tidak logis dengan 
kalimat yang anda kutip itu??? Lalu anda hendak mengangkap masalah apa lagi 
dari kalimat itu???
From: jonathangoeij@... 

itu untuk kasih tahu anda karena sebelumnya anda mengatakan dibawah ini, supaya 
anda berpikir logis sedikit begituloh. kutipan:Bagi daerah miskin dimana 
anak-anak kurang gizi dan Pemerintah mampu/sanggup mengkonsumsi susu, tentu 
boleh-boleh saja. Tapi, sudah seharusnya menentang Revolusi-Putih nya Prabowo, 
yang mengharuskan pemerintah jalankan program susu untuk 1/3 anak2 Indonesia 
yang kurang gizi! Itu namanya bertujuan menunjang perusahaan susu nya Prabowo, 
Tommy Suharto saja! Buat apa harus begitu, apalagi pemerintah RI masih miskin, 
...!

--- SADAR@... wrote :

Weleeeh, ... ternyata anda bukan hanya tidak dapat menangkap tulisan orang lain 
dengan baik, ... TAPI APA yang ditulis sendiri juga TIDAK MENGERTI apa 
maksudnya? Sungguh CELAKA!!! Bukankah anda sendiri menyatakan: “Anda baca 
berita hanya tentang reaksi Menteri Susi itu saja, informasi yg didapat ya 
hanya secuil. Seharusnya pikir sedikit, si Anies itu cuman gubernur DKI sedang 
usulan disampaikan ke Anies ya sudah tentu cuman terbatas DKI saja mana mungkin 
seluruh Indonesia, juga hanya terpancang pada susu saja tidak melihat hal yg 
lain.”
From: jonathangoeij@...
memang siapa yg membatasi di Jakarta saja?
--- SADAR@... wrote :
Ooouuh, ... jadi diskusi masalah susu beralih ke program untuk memecahkan 1/3 
anak Indonesia yang masih kekurangan gizi, ya? Saya coba ikuti kemana anda 
lari, ... kalau saja betul anda hendak memecahkan 1/3 anak Indonesia yang 
kekurangan GIZI, kenapa hanya membatasi anak di DKI Jakareta saja??? Kedua, 
bukankah Revolusi PUTIH nya Prabowo itu untuk seluruh Nusantara, bukan hanya 
sebatas DKI Jakarta??? Ketia, bukankah kenyataan sekarang ini sudah berjalan 
usaha-usaha sosial dari berbagai ormas, dan pihak pemerintah juga sebatas 
kemampuan dan kejujuran pejabat yang melaksanakan, ada program tunjangan 
kesejahteraan anak sekolah. Tentu BELUM menyeluruh dan bagus amat jalannya, 
bahkan dirasakan sangat kecil dan sedikit, ... tapi juga tidak bisa disangkal 
ada, kan! Itulah kenyataan yang masih bisa dikerjakan dan dicapai tingkat 
perjuangan sekarang. Untuk menjangkau lebih dari itu? Boleh anda ajukan dan 
perjuangkan saja agar pabrik susu di AS, bisa ikut membantu mengatasi 1/3 anak 
Indonesia yang kekuarangan GIZI itu, daripada mereka kebingungan harus membuang 
KELEBIHAN PRODUKSI susu nya itu, ...!!! Dan yang PASTI, ... saya TIDAK akan 
MENENTANG, usaha anda membagikan susu pada 1/3 anak2 yg masih kekurangan GIZI 
itu!
From: jonathangoeij@... Selain bragging "keberhasilan" Tiongkok, tidak ada hal 
nyata yang anda sampaikan. Tidak ada solusi sama sekali yg diutarakan utk 
mengatasi kekurangan gizi akut yg terjadi sekarang ini. Kalau menunggu Jokowi 
berhasil membersihkan pemerintahan ya kapanlah? Itu khan omong kosong belaka.
Anda baca berita hanya tentang reaksi Menteri Susi itu saja, informasi yg 
didapat ya hanya secuil. Seharusnya pikir sedikit, si Anies itu cuman gubernur 
DKI sedang usulan disampaikan ke Anies ya sudah tentu cuman terbatas DKI saja 
mana mungkin seluruh Indonesia, juga hanya terpancang pada susu saja tidak 
melihat hal yg lain. On Wednesday, November 15, 2017, 12:52:00 AM PST, 
sadar@... wrote: Nampaknya bung ada KELEMAHAN bisa mengerti dengan baik saat 
membaca tulisan orang, ya? Saya kasih pengalaman bagaimana des-desa terbelakang 
yang sangat miskin di Tiongkok berubah menjadi desa-desa makmur, ... sudah 
dikasih TELADAN KEBERHASILAN orang lain, anda bilang itu hanya retorika tanpa 
tindakan nyata. Untuk masyarakat Indonesia, TENTU SAJA masih SULIT, selama 
pemerintah belum bisa dikatakan benar-benar pemerintah rakyat. Sekalipun Jokowi 
masih bisa dikatakan agak baik, tapi pejabat-pejabat disekitarnya masih banyak 
bajingan siluman, lha, masih saja begitu anti dan TAKUT bangkit kembalinya PKI, 
... bagaimana bisa benar-benar membangun dan mendahulukan kepentingan RAKYAT 
banyak! Sedang pengalaman di Tiongkok dalam 5 tahun terakhir ini berhasil 
mengentaskan lebih 60 juta rakyat dari kemiskinan, inti pokok nya membenahi 
organisasi PKT dides-desa itu dahulu! Merka bilang TANPA ada komite PKT yg baik 
TIDAK akan berhasil usaha mengentaskan kemiskinan! Begitu kesimpulan mereka, 
...! Jadi, sekalipun PKT dituduh partai REMO, tapi kenyataan mereka TETAP 
BEKERJA KERAS untuk memakmurkan rakyatnya! Revolusi putih Prabowo itu arti 
sosialisasi susu sebagai konsumsi sehari-hari kepada anak-anak, Menteri Susi 
lebih setuju diganti 'Susinisasi', makan IKAN 
saja!http://nasional.kompas.com/read/2017/10/27/12525581/daripada-revolusi-putih-prabowo-susi-pudjiastuti-usulkan-susinisasi

Kirim email ke