Dia pikir dia itu macam Harison Ford, kabur seperti dalam film
FUGITIVE.........! Ha.......Ha.........Ketua DPR kok ngacir.......!
Tidakkah Presiden berhak menonaktifkan atau memecatnya?
------ Original Message ------
From: "kh djie [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To: "Gelora45" <[email protected]>; "Yoseph T Taher"
<[email protected]>
Sent: Thursday, 16 Nov, 2017 At 7:21 PM
Subject: Re: Fw: [GELORA45] JK: Novanto Harus Taat Hukum, Kalau Lari
Bagaimana Dia Bisa Dipercaya?
Kalau perlu kaburnya dengan mabur..........,
jadi bisa dinyatakan vogelvrij boleh diburu. Bahasa
Indonesianya masih bagus, buronan. Kalau
Belandanya jadi vogelvrij. Jadi seperti burung boleh
ditembak ? Kalau Inggrisnya Jadi The Outlawed,
wah bandit-bandit........, nasibnya sama ditembak
atau digantung ?
Ya, sudah bukan jaman koboi. Siapa tahu bisa
jadi buronan lama, lolos terus, dengan mengharapkan
prabowo jadi presiden supaya dia dapat amnesti ?
2017-11-16 8:56 GMT+01:00 Yoseph T Taher [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> >:
Ternyata..............Novanto itu sama klasnya dengan
Rizieq.........Karena salah, tidak berani bertanggung jawab lalu
kabur..............!!!
------ Original Message ------
From: "Chalik Hamid [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]" <[email protected]
<mailto:[email protected]> >
To: "Yahoo! Inc." <[email protected]
<mailto:[email protected]> >; "Jaringan Kerja
Indonesia" <[email protected]
<mailto:[email protected]> >; "Gelora 45"
<[email protected] <mailto:[email protected]> >; "Sastra
Pembebasan" <[email protected]
<mailto:[email protected]> >; "Yahoo! Inc."
<[email protected] <mailto:[email protected]> >;
"Yahoo! Inc." <[email protected]
<mailto:[email protected]> >; "DISKUSI FORUM HLD"
<[email protected] <mailto:[email protected]> >
Sent: Thursday, 16 Nov, 2017 At 5:23 PM
Subject: Fw: [GELORA45] JK: Novanto Harus Taat Hukum, Kalau Lari
Bagaimana Dia Bisa Dipercaya? [2 Attachments]
----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: 'Chan CT' [email protected] <mailto:[email protected]>
[GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Kepada: GELORA_In <[email protected]
<mailto:[email protected]> >
Terkirim: Kamis, 16 November 2017 07.16.06 GMT+1
Judul: [GELORA45] JK: Novanto Harus Taat Hukum, Kalau Lari Bagaimana Dia
Bisa Dipercaya?
JK: Novanto Harus Taat Hukum, Kalau Lari Bagaimana Dia Bisa
Dipercaya?
MOH. NADLIR
Kompas.com - 16/11/2017, 11:46 WIB
imageWakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal menghilangnya Ketua
DPR RI Setya Novanto ketika penyidik KPK menyambangi kediamannya pada
Rabu malam (15/11/2017). Hal itu diungkapkan Kalla usai hadir dalam
Rakernas Partai NasDem ke-IV di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat,
Kamus (16/11/2017). (Moh. Nadlir)
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal
"menghilangnya" Ketua DPR RI Setya Novanto ketika penyidik KPK
menyambangi kediamannya pada Rabu (15/11/2017) malam.
Menurut Kalla, tak pantas tindakan seperti itu dilakukan oleh seorang
pimpinan tertinggi dari lembaga wakil rakyat tersebut.
"Jangan seperti ini, ini kan tindakan yang menjadi tanda tanya untuk
semua masyarakat, bagaimana kewibawaan seorang pemimpin begitu," kata
Kalla di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).
(Baca juga : Ketua MPR Minta Novanto Patuhi Proses Hukum di KPK
<http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/11274151/ketua-mpr-minta-novanto-patuhi-proses-hukum-di-kpk>
)
imagePetugas KPK terlihat di rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan
Wijaya XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017). Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto sejak pukul
21.40 WIB. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO (KRISTIANTO PURNOMO)
Seharusnya, kata Kalla, Novanto bertanggungjawab atas apa yang
dilakukannya. Meski statusnya baru tersangka dalam kasus dugaan korupsi
proyek pengadaan e-KTP.
"Tentu harus tetap (taat) kepada jalur hukum bahwa kalau dibutuhkan, ya
harus siap. Kalau apa yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan," kata
Kalla.
Kalla menegaskan, sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Novanto harusnya
taat kepada hukum agar dirinya dan partainya dipercaya oleh masyarakat.
"Kepemimpinan harus taat kepada hukum dan dapat dipercaya oleh
masyarakat. Kalau lari-lari begini bagaimana dia bisa dipercaya kan,"
kata Kalla.
(Baca juga: Novanto Menghilang, Jusuf Kalla Nilai Ketum Golkar Layak
Diganti
<http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/12252791/novanto-menghilang-jusuf-kalla-nilai-ketum-golkar-layak-diganti>
)
KPK kembali menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka kasus dugaan
korupsi proyek e-KTP pada Jumat (10/11/2017).
Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan
sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.
Novanto tak menghadiri tiga kali panggilan KPK sebagai saksi pada kasus
yang sama. Salah satu alasannya adalah KPK harus mengantongi surat
persetujuan dari Presiden RI.
(Baca juga : Kronologi Sebelum Setya Novanto Menghilang hingga Diburu
KPK
<http://nasional.kompas.com/read/2017/11/16/09551111/kronologi-sebelum-setya-novanto-menghilang-hingga-diburu-kpk>
)
Ia juga mangkir panggilan pemeriksaan sebagai tersangka yang sedianya
dilaksanakan pada Rabu kemarin.
KPK akhirnya menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Novanto.
Petugas KPK pada Rabu malam, kemudian mendatangi kediaman Novanto di
Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Namun, petugas KPK tidak menemukan Novanto. Meski demikian, petugas KPK
membawa sejumlah barang dari tempat tersebut.