Mudah2an saja kali ini KPK berhasil memenangkan TUNTUTAN atasd diri Novanto, tidak lagi bisa dikalahkan Setnov dihadapan HUKUM Indonesia yang masih terasa “ANEH” ini!
Banyak anggota dan tokoh GOLKAR merasa dipermalukan oleh tingkah KETUM mereka yang TIDAK berani mempertanggungjawabkan tindak-tanduknya dihadapan HUKUM, bahkan setelah menjadi TERSANGKA kembali tetap saja berdalih dan berusaha “MENGHILANG” dari pengambilan paksa KPK dan, ... kemarin malam bikin ulah “KECELAKAAN” yang terdapat KEJANGGALAN, ... lebih2 mempermalukan dan merusak nama baik GOLKAR, lagi! Melihat kerusakan mobil setelah nabrak tiang listrik itu, bagaimana mungkin Novanto yg duduk dibelakang bisa menderita luka begitu parah! Sedang sopir yang duduk didepan dan kader Golkar lainnya, ada saksi mata yang bilang tidak apa2, hanya luka baret saja kena pecahan kaca. Coba saja diusut sebaik-baiknya, ... kalau bisa dibuktikan, ganjar saja HUKUMAN seberat-beratnya Setnov ini. Sudah berkorupsi-ria menghabiskan duit RAKYAT sebegitu besarnya, masih saja membuat aparat HUKUM harus bekerja lebih keras dan banyak membuang energi-waktu untuk mengungkap kebusukkan yang dilakukan selama ini. Dan, ... saya yakin RAKYAT Indonesia pada umumnya juga merasa terhina kalau ternyata Ketua DPR, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang seharusnya menjunjung tinggi kepentingan dan kehormatan rakyat, justru menginjak-injak kepentingan rakyat dan tidak menghormati rakyatnya, ...! Kejadian kecelakaan Novanto kemarin ini, baik sebagai PELAJARAN NEGATIF, ... bagaimana rakyat jangan lagi sampai SALAH PILIH anggota legislatif, yang bisa menjadi anggota DPR, DPRD, ... bahkan bisa menentukan KETUA DPR orang macam Novanto ini! Salam, ChanCT From: Awind [email protected] [GELORA45] Sent: Friday, November 17, 2017 9:48 PM http://nasional.kompas.com/read/2017/11/17/18404971/ini-4-kejanggalan-kecelakaan-novanto-menurut-generasi-muda-golkar Ini 4 Kejanggalan Kecelakaan Novanto Menurut Generasi Muda Golkar Nabilla Tashandra Kompas.com - 17/11/2017, 18:40 WIB Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia dalam diskusi di Jakarta, Minggu (10/9/2017).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA) JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mencatat setidaknya ada empat kejanggalan dari kecelakaan yang menimpa Ketua DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. "Banyak sekali kejanggalan yang bisa kita saksikan dengan peristiwa kecelakaan SN tadi malam itu," ujar Doli melalui keterangan tertulis, Jumat (17/11/2017). Pertama, jenis mobil yang ditumpangi Novanto menurutnya bukan level Novanto. Saat kecelakaan terjadi, Novanto berada di dalam mobil Toyota Fortuner hitam. "Selama ini SN itu hidup dengan kemewahan dan harta melimpah. Saya tidak pernah melihat dia memiliki atau mau berkendaraan mobil sekelas Fortuner," kata dia. (Baca juga: Keberadaan Novanto Diketahui setelah Mobil Tabrak Tiang, Siapa Pemenang Sayembara Rp 10 Juta?) Kedua, lanjut Doli, Novanto selalu didampingi banyak ajudan serta dikawal patroli dan pengawalan polisi lalu lintas jika bepergian kemana-mana. Sementara saat itu mobil yang ditumpangi Novanto tak mendapat pengawalan. Ketiga, pihak Novanto beralasan terburu-buru mau pergi ke KPK. Padahal, satu hari sebelum kejadian, Novanto justru tak ditemukan keberadaannya karena menghindari penjemputan paksa. Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Setya Novanto dibawa ke RSCM untuk tindakan medis lebih lanjut.(ANTARA FOTO/WIBOWO ARMANDO) Keempat, jika dilihat dari kerusakan mobil yang ditumpangi Novanto, Doli menilai, hal itu tergolong kecelakaan ringan. Dari kerusakannya, bahkan seperti disengaja ditabrakkan. Ia pun menilai aneh Novanto bisa terluka parah dengan kategori kecelakaan ringan seperti itu. "Sulit untuk tidak bisa kita simpulkan bahwa semua itu adalah rekayasa untuk SN kembali menghambat proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya. Lebih lanjut, ia menduga Novanto akan menampilkan skenario baru agar dia terbebas dari proses hukum. (Baca juga: Fahri Hamzah Batal Jenguk Setya Novanto) "Saya menduga skenario berikutnya setelah kecelakaan ini adalah SN akan menyatakan dirinya gegar otak, amnesia, lupa ingatan, dan berharap kasusnya tidak dapat diteruskan," kata Doli. Ia menambahkan, bukan tidak mungkin setelah itu Novanto berupaya meminta izin berobat ke luar negeri sebagai bagian dari upaya melarikan diri. Namun, Doli meyakini masyarakat sudah cerdas dan mampu menganalisis berbagai informasi yang ada. "Memang tidak perlu terlalu cerdas juga untuk menganalisis akal bulus SN itu," tuturnya. (Baca juga: Golkar Yakin Kerja DPR Tak Terganggu Meski Novanto Ditahan) Diberitakan, Novanto mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11/2017) malam. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hijau, Jakarta Selatan. "Perlu MRI, luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao," ujar kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi. Kecelakaan itu sekaligus mengungkap keberadaan Novanto. Sebab, ketika penyidik KPK mendatangi rumahnya, Rabu (15/11/2017), untuk melakukan penjemputan paksa, Novanto tidak diketahui keberadaannya. Pada Jumat pagi, Novanto dipindahkan ke Rumah sakit Cipto Mangunkusumo. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto dibawa ke RSCM untuk kebutuhan tindakan medis lebih lanjut. "Setelah dilakukan pengecekan sejumlah kondisi kesehatan tersangka SN, siang ini untuk kebutuhan tindakan lebih lanjut seperti CT scan, yang bersangkutan dibawa ke RSCM," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat. Menurut Febri, langkah ini dilakukan untuk menentukan tindakan hukum selanjutnya terhadap Novanto. Setelah itu, KPK akan memutuskan apakah Novanto akan dipindahkan perawatannya ke RSCM. ==================== http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/17/19173671/polisi-tak-temukan-bercak-darah-di-mobil-yang-ditumpangi-setya-novanto Polisi Tak Temukan Bercak Darah di Mobil yang Ditumpangi Setya Novanto Akhdi Martin Pratama Kompas.com - 17/11/2017, 19:17 WIB Tim dari Toyota mulai lakukan investigasi Fortuner yang bawa Setnov(Stanly) JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi tak menemukan bercak darah di dalam mobil yang ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto saat terjadi kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) malam. Mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO itu menabrak tiang karena diduga pengemudinya kurang konsentrasi. "Tadi malam dan tadi pagi diperiksa enggak ada, belum ada (bercak darah)," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra saat dihubungi, Jumat (17/11/2017). Dalam kecelakaan ini, hanya Novanto yang mengalami luka. Adapun pengemudinya, wartawan Metro TV Hilman dan ajudan Novanto, Reza, yang duduk di kursi depan tak mengalami luka-luka. Baca juga: Polisi Tak Temukan Jejak Rem di Lokasi Kecelakaan Setya Novanto Halim mengaku belum mengetahui, apakah saat terjadinya kecelakaan tersebut Hilman dan Reza menggunakan safety belt atau tidak. "Saya belum tahu. Ini mau tanya lagi, anggota apakah sudah nanya apa belum," kata Halim. Sejumlah Polisi Lalu lintas Polda Metro Jaya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan mobil yang ditumpangi Ketua DPR Setia Novanto, di Kawasan Jalan Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik pada Kamis (16/11/2017).(ANTARA FOTO/RENO ESNIR) Sejumlah Polisi Lalu lintas Polda Metro Jaya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan mobil yang ditumpangi Ketua DPR Setia Novanto, di Kawasan Jalan Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Mobil yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang listrik pada Kamis (16/11/2017).(ANTARA FOTO/RENO ESNIR) Setya Novanto terlibat dalam kecelakaan pada Kamis (16/11/2017) malam di Jalan Permata Hijau. Toyota Fortuner yang ditumpanginnya menabrak tiang yang berdiri di trotoar. Berdasarkan keterangan polisi, kap dan bemper mobil rusak, ban depan kanan pecah, dan kaca bagian tengah kiri pecah. Baca juga: Sebelum Tabrak Tiang, Mobil Setya Novanto Hantam Trotoar dan Pohon Hilman ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan ini. Novanto kini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah sebelumnya dilarikan ke RS Medika Permata Hijau. Hilman Mattauch adalah jurnalis yang mengemudikan mobil yang ditumpangi Setnov.(Kompas TV)
