Iyaa, ... sebenarnya kalau sistem perpajakan di Indonesia sudah baik, ... 
kekayaan Novanto + Keluarga sekarang bisa diusut apakah jauh melebihi 
penghasilan sebagai Ketua DPR! Kalau ternyata jauh melebihi, dimana ada yang 
menyatakan ternyata rumah Novanto yg didiami sekarang ini, terdiri dari 4 
rumah, saling memunggung. Dan entah apakah sudah dilaporkan jumlah kekayaan 
yang dimiliki Novanto ini. Berapa besar kekayaan yang dilaporkan dan berapa 
jumlah kekayaan yang terselidiki KPK sekarang ini dan, ... sesuai TIDAK dengan 
jumlah PEMBAYARAN PAJAK selama ini???

Kalau ternyata jumlah KEKAYAAN yang ada tidak selaras dengan pajak yang 
dibayar, artinya jelas Novanto sebagai Ketua DPR penggelap PAJAK! Dan kalau 
kekayaannya jauh lebih banyak, dia tentunya juga HARUS BUKTIKAN darimana 
kekayaan sebanyak itu???

Tapi, ... kalau pemerintah, dalam hal ini aparat HUKUM tetap saja membela 
pejabat tinggi, yaa tentu tetap saja koruptor kakak begini bisa berkelit dan 
LOLOS dengan aman! Ayooo, ... mari kita saksikan bersama KASUS Novanto, 
keterlibatan korupsi e-KTP bagaimana kesudahannya, untuk melihat sampai dimana 
HUKUM telah ditegakkan dinegeri ini!

Salam,
ChanCT



From: kh djie [email protected] [URECA_SGT] 
Sent: Saturday, November 18, 2017 8:16 AM
  

Al Capone bisa ditangkapnya atas dasar pembayaran pajaknya tidak sesuai dengan 
kekayaannya.
Apa Setya Novanto mengisi secara teratur Laporan Kekayaannya ?
Apa pernah dicheck pertumbuhannya sesuai dengan gajinya ?
Dan pembayaran pajaknya ? Apa juga ngemplang pajak ?

2017-11-18 1:00 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] :

    

  Mudah2an saja kali ini KPK berhasil memenangkan TUNTUTAN atasd diri Novanto, 
tidak lagi bisa dikalahkan Setnov dihadapan HUKUM Indonesia yang masih terasa 
“ANEH” ini! 

  Banyak anggota dan tokoh GOLKAR merasa dipermalukan oleh tingkah KETUM mereka 
yang TIDAK berani mempertanggungjawabkan tindak-tanduknya dihadapan HUKUM, 
bahkan setelah menjadi TERSANGKA kembali tetap saja berdalih dan berusaha 
“MENGHILANG” dari pengambilan paksa KPK dan, ... kemarin malam bikin ulah 
“KECELAKAAN” yang terdapat KEJANGGALAN, ... lebih2 mempermalukan dan merusak 
nama baik GOLKAR, lagi! Melihat kerusakan mobil setelah nabrak tiang listrik 
itu, bagaimana mungkin Novanto yg duduk dibelakang bisa menderita luka begitu 
parah! Sedang sopir yang duduk didepan dan kader Golkar lainnya, ada saksi mata 
yang bilang tidak apa2, hanya luka baret saja kena pecahan kaca. Coba saja 
diusut sebaik-baiknya, ... kalau bisa dibuktikan, ganjar saja HUKUMAN 
seberat-beratnya Setnov ini. Sudah berkorupsi-ria menghabiskan duit RAKYAT 
sebegitu besarnya, masih saja membuat aparat HUKUM harus bekerja lebih keras 
dan banyak membuang energi-waktu untuk mengungkap kebusukkan yang dilakukan 
selama ini.

  Dan, ... saya yakin RAKYAT Indonesia pada umumnya juga merasa terhina kalau 
ternyata Ketua DPR, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, yang seharusnya menjunjung 
tinggi kepentingan dan kehormatan rakyat, justru menginjak-injak kepentingan 
rakyat dan tidak menghormati rakyatnya, ...!

  Kejadian kecelakaan Novanto kemarin ini, baik sebagai PELAJARAN NEGATIF, ... 
bagaimana rakyat jangan lagi sampai SALAH PILIH anggota legislatif, yang bisa 
menjadi anggota DPR, DPRD, ... bahkan bisa menentukan KETUA DPR orang macam 
Novanto ini!

  Salam,
  ChanCT


  From: Awind [email protected] [GELORA45] 
  Sent: Friday, November 17, 2017 9:48 PM
    





  
http://nasional.kompas.com/read/2017/11/17/18404971/ini-4-kejanggalan-kecelakaan-novanto-menurut-generasi-muda-golkar


  Ini 4 Kejanggalan Kecelakaan Novanto Menurut Generasi Muda Golkar
  Nabilla Tashandra
  Kompas.com - 17/11/2017, 18:40 WIB

  Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia dalam diskusi di Jakarta, Minggu 
(10/9/2017).(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

  JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Generasi Muda Partai Golkar  Ahmad Doli Kurnia 
mencatat setidaknya ada empat kejanggalan dari kecelakaan yang menimpa Ketua 
DPR sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

  "Banyak sekali kejanggalan yang bisa kita saksikan dengan peristiwa 
kecelakaan SN tadi malam itu," ujar Doli melalui keterangan tertulis, Jumat 
(17/11/2017).

  Pertama, jenis mobil yang ditumpangi Novanto menurutnya bukan level Novanto. 
Saat kecelakaan terjadi, Novanto berada di dalam mobil Toyota Fortuner hitam.

  "Selama ini SN itu hidup dengan kemewahan dan harta melimpah. Saya tidak 
pernah melihat dia memiliki atau mau berkendaraan mobil sekelas Fortuner," kata 
dia.

  (Baca juga: Keberadaan Novanto Diketahui setelah Mobil Tabrak Tiang, Siapa 
Pemenang Sayembara Rp 10 Juta?)

  Kedua, lanjut Doli, Novanto selalu didampingi banyak ajudan serta dikawal 
patroli dan pengawalan polisi lalu lintas jika bepergian kemana-mana. Sementara 
saat itu mobil yang ditumpangi Novanto tak mendapat pengawalan.

  Ketiga, pihak Novanto beralasan terburu-buru mau pergi ke KPK. Padahal, satu 
hari sebelum kejadian, Novanto justru tak ditemukan keberadaannya karena 
menghindari penjemputan paksa.


  Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, 
Jakarta, Jumat (17/11/2017). Setya Novanto dibawa ke RSCM untuk tindakan medis 
lebih lanjut.(ANTARA FOTO/WIBOWO ARMANDO)
  Keempat, jika dilihat dari kerusakan mobil yang ditumpangi Novanto, Doli 
menilai, hal itu  tergolong kecelakaan ringan. Dari kerusakannya, bahkan 
seperti disengaja ditabrakkan.

  Ia pun menilai aneh Novanto bisa terluka parah dengan kategori kecelakaan 
ringan seperti itu.

  "Sulit untuk tidak bisa kita simpulkan bahwa semua itu adalah rekayasa untuk 
SN kembali menghambat proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

  Lebih lanjut, ia menduga Novanto akan menampilkan skenario baru agar dia 
terbebas dari proses hukum.

  (Baca juga: Fahri Hamzah Batal Jenguk Setya Novanto)

  "Saya menduga skenario berikutnya setelah kecelakaan ini adalah SN akan 
menyatakan dirinya gegar otak, amnesia, lupa ingatan, dan berharap kasusnya 
tidak dapat diteruskan," kata Doli.

  Ia menambahkan, bukan tidak mungkin setelah itu Novanto berupaya meminta izin 
berobat ke luar negeri sebagai bagian dari upaya melarikan diri.

  Namun, Doli meyakini masyarakat sudah cerdas dan mampu menganalisis berbagai 
informasi yang ada.

  "Memang tidak perlu terlalu cerdas juga untuk menganalisis akal bulus SN 
itu," tuturnya.

  (Baca juga: Golkar Yakin Kerja DPR Tak Terganggu Meski Novanto Ditahan)

  Diberitakan, Novanto mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11/2017) malam. Ia 
kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Permata Hijau, Jakarta Selatan.

  "Perlu MRI, luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao," ujar 
kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi.

  Kecelakaan itu sekaligus mengungkap keberadaan Novanto. Sebab, ketika 
penyidik KPK mendatangi rumahnya, Rabu (15/11/2017), untuk melakukan 
penjemputan paksa, Novanto tidak diketahui keberadaannya.

  Pada Jumat pagi, Novanto dipindahkan ke Rumah sakit Cipto Mangunkusumo. Juru 
Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto dibawa ke RSCM untuk kebutuhan 
tindakan medis lebih lanjut.

  "Setelah dilakukan pengecekan sejumlah kondisi kesehatan tersangka SN, siang 
ini untuk kebutuhan tindakan lebih lanjut seperti CT scan, yang bersangkutan 
dibawa ke RSCM," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat.

  Menurut Febri, langkah ini dilakukan untuk menentukan tindakan hukum 
selanjutnya terhadap Novanto. Setelah itu, KPK akan memutuskan apakah Novanto 
akan dipindahkan perawatannya ke RSCM.



                                                                                
           ====================





  
http://megapolitan.kompas.com/read/2017/11/17/19173671/polisi-tak-temukan-bercak-darah-di-mobil-yang-ditumpangi-setya-novanto


  Polisi Tak Temukan Bercak Darah di Mobil yang Ditumpangi Setya Novanto
  Akhdi Martin Pratama
  Kompas.com - 17/11/2017, 19:17 WIB

  Tim dari Toyota mulai lakukan investigasi Fortuner yang bawa Setnov(Stanly)

  JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi tak menemukan bercak darah di dalam mobil yang 
ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto saat terjadi kecelakaan di kawasan 
Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) malam.

  Mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO itu menabrak tiang karena diduga 
pengemudinya kurang konsentrasi.

  "Tadi malam dan tadi pagi diperiksa enggak ada, belum ada (bercak darah)," 
ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra saat dihubungi, 
Jumat (17/11/2017).

  Dalam kecelakaan ini, hanya Novanto yang mengalami luka. Adapun pengemudinya, 
wartawan Metro TV Hilman dan ajudan Novanto, Reza, yang duduk di kursi depan 
tak mengalami luka-luka.

  Baca juga: Polisi Tak Temukan Jejak Rem di Lokasi Kecelakaan Setya Novanto 

  Halim mengaku belum mengetahui, apakah saat terjadinya kecelakaan tersebut 
Hilman dan Reza menggunakan safety belt atau tidak.

  "Saya belum tahu. Ini mau tanya lagi, anggota apakah sudah nanya apa belum," 
kata Halim.



  Sejumlah Polisi Lalu lintas Polda Metro Jaya melakukan olah Tempat Kejadian 
Perkara (TKP) kecelakaan mobil yang ditumpangi Ketua DPR Setia Novanto, di 
Kawasan Jalan Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Mobil yang ditumpangi 
Setya Novanto menabrak tiang listrik pada Kamis (16/11/2017).(ANTARA FOTO/RENO 
ESNIR)

  Sejumlah Polisi Lalu lintas Polda Metro Jaya melakukan olah Tempat Kejadian 
Perkara (TKP) kecelakaan mobil yang ditumpangi Ketua DPR Setia Novanto, di 
Kawasan Jalan Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Mobil yang ditumpangi 
Setya Novanto menabrak tiang listrik pada Kamis (16/11/2017).(ANTARA FOTO/RENO 
ESNIR)

  Setya Novanto terlibat dalam kecelakaan pada Kamis (16/11/2017) malam di 
Jalan Permata Hijau. Toyota Fortuner yang ditumpanginnya menabrak tiang yang 
berdiri di trotoar. 
  Berdasarkan keterangan polisi, kap dan bemper mobil rusak, ban depan kanan 
pecah, dan kaca bagian tengah kiri pecah.

  Baca juga: Sebelum Tabrak Tiang, Mobil Setya Novanto Hantam Trotoar dan Pohon 

  Hilman ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan ini. Novanto kini dirawat 
di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah sebelumnya dilarikan ke RS Medika 
Permata Hijau.

  Hilman Mattauch adalah jurnalis yang mengemudikan mobil yang ditumpangi 
Setnov.(Kompas TV)



Kirim email ke