Waspadai Kandungan Merkuri pada Ikan 
http://www.medkes.com/2014/09/waspadai-kandungan-merkuri-pada-ikan.html By Tim 
Medkes  https://plus.google.com/112093820753778305764-  07 September 2014
 
 http://www.medkes.com/2014/09/waspadai-kandungan-merkuri-pada-ikan.html
Merkuri merupakan unsur alami yang ditemukan pada udara, air dan makanan. 
Merkuri umumnya masuk ke tubuh manusia melalui makanan. Ikan mengandung merkuri 
karena memakan sesuatu dari sungai atau lautan. Salah satu bentuk merkuri yang 
paling beracun adalah metilmerkuri. Teknik pengolahan dan cara memasak makanan, 
tidak secara signifikan menurunkan kadar merkuri pada ikan.

Wanita hamil atau lebih tepatnya bayi yang dikandungnya berisiko tinggi 
terhadap efek merkuri. Sistem saraf bayi yang masih berada di dalam rahim 
paling rentan terhadap bahaya merkuri. Merkuri akan menghambat pertumbuhannya 
di tahun-tahun pertama setelah kelahiran. Penelitian tentang merkuri dan 
efeknya hingga kini masih terus dilakukan. Saat hamil, seorang ibu harus 
selektif dalam mengonsumsi ikan, termasuk juga porsinya.
 
Ikan menyerap metilmerkuri
 Merkuri terdiri dari tiga bentuk yaitu organik, anorganik dan logam. Salah 
satu bentuk organik dari merkuri, yaitu metilmerkuri, adalah yang paling 
berbahaya.

Metilmerkuri yang terdapat pada ikan utamanya berasal dari merkuri di sedimen 
laut yang diubah oleh mikroorganisme menjadi metilmerkuri. Metilmerkuri akan 
diserap oleh jaringan ikan melalui insang saat mereka berenang dan melalui 
saluran pencernaan saat mereka makan.
 

 Ikan yang mengandung tinggi merkuri
 Ikan sangat penting dikonsumsi karena mengandung sejumlah zat yang bermanfaat 
besar bagi kesehatan seperti protein yang tinggi, rendah lemak jenuh, tinggi 
lemak tak jenuh, dan tinggi minyak omega-3. Namun di sisi lain, ikan juga dapat 
membahayakan kesehatan karena mengandung merkuri.



 

 Kadar merkuri pada tiap-tiap jenis ikan berbeda-beda. Hal ini disebabkan 
beberapa faktor seperti, jenis, usia, ukuran, lokasi, habitat, dan makanannya. 
Ikan predator (yang memakan ikan lain) berada di rantai makanan paling atas dan 
cenderung mengandung merkuri lebih tinggi dari ikan lainnya.

Beberapa ikan yang mengandung tinggi merkuri antara lain:
 Hiu Pari Todak Kakap putih Tuna sirip biru selatan. Untuk orang dewasa dan 
anak-anak yang berusia 6 tahun lebih, ikan-ikan dengan kadar tinggi merkuri 
tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari satu kali seminggu. Selain 
ikan-ikan diatas, umumnya ikan-ikan yang dijual di Indonesia (ikan laut dan 
sungai) tidak berisiko buruk bagi kesehatan, tentunya apabila dikonsumsi dalam 
batas kewajaran. 

Efek merkuri pada janin
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 Janin sangat rentan terhadap efek buruk merkuri. Kadar merkuri dalam tubuh ibu 
akan meningkat karena mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri, yang akhirnya 
merkuri ini akan dikirimkan kepada janin yang dikandungnya melaui plasenta.
 

 Janin akan lebih sensitif terhadap merkuri pada bulan ketiga dan keempat 
kehamilan. Efeknya pada otak dan sistem saraf janin mungkin tidak akan terasa 
hingga akhirnya perkembangan anak tersebut terhambat (lambat berjalan atau 
berbicara). Memori, bahasa dan fokus anak mungkin juga akan terpengaruh karena 
merkuri yang diperolehnya ketika di dalam kandungan.

Wanita hamil sewajarnya saja mengonsumsi ikan 
 
 
 
 Para ahli menyarankan agar wanita hamil mengonsumsi ikan 3 kali seminggu demi 
kesehatan dirinya dan janin yang dikandungnya. Mengonsumsi ikan yang tidak 
mengandung tinggi merkuri dengan wajar merupakan langkah terbaik untuk menjaga 
kesehatan dirinya dan janinnya.
 

 FDA Amerika Serikat menyarankan agar wanita hamil tidak mengonsumsi lebih dari 
350 gram ikan bermerkuri rendah dalam seminggu (ikan bermerkuri tinggi harus 
dihindari). Sedangkan untuk umum, konsumsi ikan dengan tinggi kadar merkuri 
tidak boleh lebih dari 500 gram dalam satu bulan.

Jika memang Anda pernah mengonsumsi ikan bermerkuri tinggi, tidaklah perlu 
khawatir. Yang perlu dikhawatirkan adalah apabila Anda mengonsumsinya secara 
terus menerus, yang menyebabkan penumpukan merkuri dalam darah.


 Merkuri dan menyusui
 
 
 
 
 
 Metilmerkuri dari ikan yang dimakan oleh ibu selama kehamilan tampaknya hanya 
menimbulkan ancaman kesehatan pada bayi yang sedang di dalam rahim. Setelah 
bayi dilahirkan, kadar merkuri dalam ASI tidak lagi tinggi dan cenderung tidak 
menyebabkan efek buruk bagi bayi.
 

Kirim email ke