----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
'[email protected]' [email protected] [temu_eropa] 
<[email protected]>; RKB <[email protected]>; Sunny 
<[email protected]>; Chalik Hamid <[email protected]>; Awind 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 19 November 2017 02.15.41 
GMT+1Judul: [nasional-list] Re: [temu_eropa] Fw: [GELORA45] Emosi Fahri meledak 
saat Jokowi yang dimanja seakan tak peduli kisruh DPR
     

BUBARKAN PARLEMENT .....SARANG KORUPTOR & PREMAN serta SARANG PARA PEMBELA 
KORUPTOR dan PREMAN YG BERSEMBUNYI DIBELAKANG UNDANG2.....
2017-11-19 1:10 GMT+01:00 'Chan CT' [email protected] [temu_eropa] 
<[email protected]>:

     

  From: Awind [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, November 19, 2017 
5:31 AM   


 

https://www.merdeka.com/ peristiwa/emosi-fahri-meledak- 
saat-jokowi-yang-dimanja- seakan-tak-peduli-kisruh-dpr. html


Emosi Fahri meledak saat Jokowi yang dimanja seakan tak peduli kisruh DPR
Sabtu, 18 November 2017 08:03 Reporter : Dedi Rahmadi   Fahri Hamzah. ©2017 dok 
foto dok ri 

 

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akhirnya menegaskan tersangka 
kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) untuk mengikuti proses hukum yang 
berlaku. Jokowi menekankan, proses penegakkan hukum di Tanah Air tidak bisa 
dihalangi oleh siapa pun. Proses hukum kasus e-KTP terus berjalan.

"Saya minta pak Setya Novanto mengikuti proses hukum yang ada," kata Jokowi di 
Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (17/11).

Akibat masalah Setnov, DPR bergejolak atas dorongan pergantian pucuk pimpinan 
DPR bermunculan. Sejumlah pihak melihat, Setnov tidak bisa menjalankan tugasnya 
lagi sebagai mana mestinya. Jokowi enggak mencampuri urusan itu.

"Itu wilayah DPR," singkatnya.

Sikap Jokowi yang terkesan tidak ingin ikut campur dengan urusan perlindungan 
terhadap DPR, membuat emosi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meledak. Fahri 
mengungkit, DPR pimpinan Setnov telah memanjakan pemerintah Jokowi dengan 
mempermudah segala urusan.

"Kita ini sudah memanjakan pemerintah ya, terutama di bawah kepemimpinan Pak 
Nov. Jokowi dibikin manja terus. Minta tax amnesty dikasih, minta ini dikasih, 
APBN dimudahkan, semua dimudahkan. Tapi di luar sana ribut, Presidennya dia 
bilang enggak mau ikut campur. Negara jadi negara preman gini gimana," ujar 
Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/11).

Fahri menegaskan Setya Novanto tidak harus mundur dari jabatannya. Hal itu kata 
Fahri sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, 
DPD, DPRD (UU MD3).

"Menurut UU, enggak (enggak harus mundur). Kita ikut UU aja supaya jangan ramai 
negara ini," kata Fahri. [ded]

Baca Juga:
Mengunci Setya NovantoNasib kursi Ketua DPR usai Setnov dicap terburuk dan 
layak dilengserkanIdrus soal Munaslub: Orang yang ditimpa musibah, jangan serta 
merta diambil tindakanKetum PPP sebut di UU MD3 ada ketentuan pemberhentian 
sementara Ketua DPR'Terlalu mahal harga Golkar jika dibiarkan terombang-ambing 
oleh kasus Setnov'Dikawal penyidik dan anggota polisi, Setnov diperiksa di 
ruang CT Scan RSCM













   

    

Kirim email ke